Xanax Kaplet

20 Mei 2020| Anita Djie
Xanax Kaplet digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Deskripsi obat

Xanax digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Xanax mengandung zat aktif alprazolam dalam 3 dosis yaitu 0,25 mg, 0,5 mg dan 1 mg.

Xanax Kaplet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETXanax kaplet 0,25 mg: Rp 209.378/box per Maret 202
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenPfizer

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Gejala kecemasan.
  • Gangguan kecemasan (ansietas) termasuk kondisi cemas yang berlebih (kecemasan neurotik).
  • Depresi disertai dengan kecemasan.
  • Gangguan panik yang disertai atau tanpa disertai dengan rasa takut yang berlebihan pada tempat umum (agorafobia).

Komposisi obat

  • Xanax kaplet 0,25 mg: alprazolam 0,25 mg.
  • Xanax kaplet 0,5 mg: alprazolam 0,5 mg.
  • Xanax kaplet 1 mg: alprazolam 1 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Kecemasan (ansietas):
    • Dosis awal: 0,75-1.5 mg/hari dalam dosis terbagi.
    • Dosis pemeliharaan: 0,5-4 mg/hari dalam dosis terbagi.
  • Gangguan panik:
    • Dosis awal: 0,5-1 mg pada saat menjelang tidur atau 0,5 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • Dosis pemeliharaan: sesuaikan dengan respons pasien.
  • Penambahan dosis tidak boleh melebihi 1 mg dan dilakukan dengan selang waktu 3-4 hari, maksimal: 10 mg/hari.
  • Pasien lanjut usia:
    • Dosis awal dan pemeliharaan: 0,5-0,75 mg/hari dalam dosis terbagi.

Aturan pakai obat

  • Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Efek samping seperti mengantuk dapat dikurangi jika obat dikonsumsi segera sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
  • Berbicara cadel.
  • Kondisi seseorang yang mengantuk namun masih dapat sadar bila diberi rangsangan (somnolen).
  • Gangguan kecerdasan.
  • Ketakutan seseorang akan kenaikan berat badan (anoreksia).
  • Kelelahan (fatigue).

Perhatian Khusus

  • Pasien depresi atau ingin bunuh diri.
  • Pasien dengan riwayat gagal ginjal.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Anak-anak 18 tahun ke bawah.
  • Dapat terjadi gejala-gejala putus obat seperti sakit kepala, diare ataupun gemetar (tremor).
  • Gangguan suasana hati yang membuat seseorang merasa sangat bersemangat secara fisik dan mental (hipomania atau mania).
  • Hindari penghentian terapi secara mendadak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap benzodiazepin dan alprazolam.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Simetidin.
  • Ketokonazol.
  • Itrakonazol.
  • Nefazodon.
  • Fluvoksamin.
  • Fluoksetin.
  • Propoksifen.
  • Kontrasepsi oral.
  • Diltiazem.
  • Eritromisin.
  • Troleandomisin.
  • Ritonavir.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/xanax-xanax%20xr?lang=id
Diakses pada 12 Maret 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email