Wellness Calcium Citrate Tablet

29 Nov 2020| Dea Febriyani
Wellness Calcium Citrate tablet adalah suplemen untuk menjaga kesehatan tulang pada orang dewasa.

Deskripsi obat

Wellness Calcium Citrate tablet adalah suplemen untuk menjaga kesehatan tulang pada orang dewasa. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas. Wellness Calcium Citrate mengandung zat aktif calcium atau kalsium, vitamin D, magnesium, dan zinc. Kalsium, magnesium, dan zinc adalah tiga mineral terpenting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan. Kalsium dan magnesium membantu menjaga kesehatan tulang, sedangkan zinc sangat penting untuk pembelahan dan pertumbuhan sel. Selain itu, zinc merupakan elemen penting yang dibutuhkan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Sementara, vitamin D bermanfaat dalam membantu penyerapan kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kebingungan atau kehilangan ingatan, kejang otot, mati rasa dan kesemutan di bagian tangan, kaki, serta wajah, depresi, halusinasi, kram otot, kuku lemah dan rapuh, serta mudah patah tulang. 
Wellness Calcium Citrate Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaCalcium citrate, vitamin D, magnesium, dan zinc.
Kelas terapiSuplemen dan terapi penunjang.
Klasifikasi obatSuplemen
Kemasan1 botol @ 60; 120 tablet
ProdusenNatural Nutrindo

Informasi zat aktif

Kalsium digunakan untuk mencegah atau mengobati keseimbangan kalsium negatif. Tak hanya itu, kalsium juga berfungsi mencegah atau mengurangi laju pengeroposan tulang. Kalsium dalam garam kalsium membantu kinerja saraf dan otot, serta memungkinkan fungsi jantung normal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalsium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap sebagian besar dari usus kecil.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan didistribusikan ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan kalsium terutama diekskresikan melalui ginjal. Kalsium yang tidak terserap dibuang melalui feses, bersama dengan yang disekresikan di empedu dan jus pankreas.

Vitamin D adalah sterol yang larut dalam lemak dan mampu membantu pengaturan homeostasis kalsium dan fosfat, serta mineralisasi tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin D diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik di saluran cerna dengan adanya empedu.
  • Metabolisme: Di hati dan ginjal untuk membentuk metabolit aktif, 1,25-dihydrocolecalciferol.
  • Ekskresi: Vitamin D dan metabolit terutama diekskresikan di empedu dan feses.

Zinc adalah senyawa kimia nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protei (kofaktor) dari berbagai enzim yang terlibat dalam pembelahan dan pertumbuhan sel, penghilangan radikal bebas berbahaya, dan perkembangan normal serta pemeliharaan sistem kekebalan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, zinc diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Tidak terserap secara sempurna di saluran pencernaan. Penyerapan berkurang dengan fitat. Ketersediaan hayati: Sekitar 20-30%.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh dengan konsentrasi tertinggi di otot, tulang, kulit, mata, dan cairan prostat. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 55% terikat pada albumin; 40% terikat pada alfa-1-globulin.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses. Jumlah kecil melalui urine dan keringat.

Magnesium penting sebagai kofaktor dalam banyak reaksi enzimatis pada tubuh yang melibatkan sintesis protein dan metabolisme karbohidrat (setidaknya 300 reaksi enzimatis membutuhkan magnesium). Tindakan lipoprotein lipase telah terbukti penting dalam mengurangi kolesterol serum dan natrium/kalium ATPase dalam mempromosikan polarisasi (misalnya fungsi neuromuskuler).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, magnesium diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Berbanding terbalik dengan jumlah yang dicerna; 40% hingga 60% dalam kondisi diet terkontrol; 15% sampai 36% pada dosis yang lebih tinggi.
  • Distribusi: Tulang (50% hingga 60%); cairan ekstraseluler (1% sampai 2%).
  • Ekskresi: Urine (sebagai magnesium); kotoran (sebagai obat yang tidak terserap).

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu mencegah kekurangan calcium dalam tubuh.
  • Membantu menjaga kesehatan tulang.
  • Mengatasi pengapuran tulang (osteoporosis).
  • Menjaga fungsi normal saraf, sel dan otot.
  • Membantu meningkatkan suasana hati.
  • Menjaga daya tahan tubuh.
  • Membantu meningkatkan kualitas tidur.
  • Membantu menurunkan tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Calcium adalah mineral utama di tulang yang menyimpan lebih dari 99% cadangan calcium tubuh. Tubuh akan terus-menerus meregenerasi jaringan tulangnya, jadi penting untuk mengonsumsi mineral ini dalam jumlah yang cukup setiap hari.
Vitamin D, bersama dengan calcium, membantu membangun tulang dan menjaga tulang tetap kuat dan sehat. Tulang yang lemah dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang yang dapat menyebabkan patah tulang. Vitamin D, setelah dikonsumsi secara oral atau dari paparan sinar matahari kemudian diubah menjadi bentuk vitamin aktif yang mendorong penyerapan kalsium secara optimal dari makanan Anda.
Zinc juga membantu membentuk bagian mineral tulang. Selain itu, zinc mendukung sel-sel pembangun tulang, sekaligus menghambat pembentukan sel yang mendorong kerusakan tulang.
Lalu, magnesium memainkan peran kunci dalam mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya, yang membantu penyerapan calcium.

Komposisi obat

  • Calcium citrate 1000 mg.
  • Vitamin D 400 IU.
  • Magnesium 10 mg.
  • Zinc 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Relakskan rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan atau botol air panas.
  • Sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kelemahan otot.
  • Mati rasa dan kesemutan.

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang kesulitan menyerap nutrisi makanan (sindrom malabsorpsi).
  • Pasien penderita gangguan perdarahan.
  • Pasien dengan penyakit yang mempengaruhi penyerapan magnesium.
  • Pasien yang menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penyakit jantung atau pembuluh darah.
  • Pasien penderita penyakit ginjal atau batu ginjal.
  • Pasien dengan gangguan sistem kekebalan tertentu (sarkoidosis).
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • pasien penderita penyakit usus tertentu (penyakit Crohn atau penyakit Whipple).
  • Pasien penderita kelainan asam lambung (aklorhidri).
  • Pasien dengan rendahnya kadar empedu.

Kategori kehamilan

Calcium.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Vitamin D, magnesium, dan zink.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Wellness Calcium Citrate pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaan pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antibiotik kuinolon, seperti siprofloksasin, enoksasin, norfloksasin, sparfloksasin, trovafloksasin, dan grepafloksasin.
    Zink dapat menurunkan jumlah antibiotik yang diserap tubuh. Mengonsumsi zink bersama beberapa antibiotik dapat menurunkan keefektifan antibiotik tersebut. Minumlah suplemen zink setidaknya 1 jam setelah antibiotik untuk menghindari interaksi ini.
  • Antibiotik tetrasiklin, seperti demeklosikin, minosikllin, tetrasiklin.
    Zink bisa berinteraksi pada tetrasiklin di perut, sehingga mengurangi jumlah tetrasiklin yang dapat diserap. Mengonsumsi zink dengan tetrasiklin dapat menurunkan efektivitas tetrasiklin. Minumlah zink 2 jam sebelum atau 4 jam setelah minum tetrasiklin untuk menghindari interaksi ini.
  • Antibiotik aminoglikosida, antibiotik kuinolon, dan antibiotik tetrasiklin.
    Penggunaan magnesium bersama obat antibiotik tersebut dapat menurunkan kadar antibiotik dalam tubuh, sehingga menurunkan efektivitas dari antibiotik.
  • Obat tekanan darah, seperti nifedipin, verapamil, dan diltiazem.
    Magnesium dapat menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi magnesium dengan obat untuk tekanan darah tinggi dapat menyebabkan tekanan darah Anda menjadi terlalu rendah.
  • Obat diuretik.
    Beberapa obat diuretik dapat meningkatkan kadar magnesium dalam tubuh, sehingga menyebabkan terlalu banyak magnesium berada di dalam tubuh.
  • Aspirin.
    Mengonsumsi calcium bersama aspirin dapat menurunkan efektivitas aspirin.
  • Levotiroksin.
    Mengonsumsi calcium bersama levotiroksin dapat menurunkan efek levotiroksin. Berikan jarak minimal selama 4 jam.
  • Aluminium.
    Vitamin D dapat meningkatkan kadar aluminium dalam tubuh yang dapat berbahaya bagi penderita penyakit ginjal. Konsumsi vitamin D dua atau empat jam setelah mengonsumsi antasida.
  • Calcipotriene.
    Vitamin D dapat meningkatkan efek samping dari calcipotriene.
  • Diltiazem.
    Vitamin D dapat menurunakn efektivitas dari diltiazem.
  • Chlorothiazide, hydrochlorothiazide, indapamide, metolazone, dan chlorthalidone.
    Vitamin D dapat menyebabkan kadar calcium dalam tubuh terlalu tinggi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu atau semakin memburuk.

Natural Farm. https://naturalfarm.id/product/wellness-calcium-citrate-60-ed-12-20-60
Diakses pada 9 November 2020

Patientslikeme. https://www.patientslikeme.com/treatment/calcium-magnesium-and-zinc
Diakses pada 9 November 2020

Healhtline. https://www.healthline.com/nutrition/calcium-magnesium-zinc
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-998/magnesium
Diakses pada 9 November 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc
Diakses pada 9 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email