Voroste Tablet 10 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Voroste tablet adalah obat untuk mengatasi dan mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) pada wanita setelah mengalami menopause. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Voroste tablet mengandung zat aktif natrium alendronat.
Voroste Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaNatrium alendronat.
Kelas terapiAgen yang mempengaruhi metabolisme tulang.
Klasifikasi obatBifosfonat.
Kemasan1 box isi 2 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenCombiphar

Informasi zat aktif

Natrium alendronat menghambat resorpsi tulang dengan mengikat hidroksiapatit tulang dan secara khusus menghambat aktivitas osteoklas, sel penyerap tulang.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, natrium alendronat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan buruk dari saluran pencernaan. Mengurangi absorpsi dengan makanan dan minuman. Ketersediaan hayati sekitar 0,4%.
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma sekitar 78%.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urin (kira-kira 50% dari jumlah yang diserap).

Indikasi (manfaat) obat

  • Osteoporosis yang disebabkan penggunaan kortikosteroid.
  • Mencegah dan mengatasi pengeroposan tulang (osteoporosis) pada wanita setelah menopause.
  • Mengobati penyakit kelainan formasi tulang.
  • Meningkatkan massa tulang pada pria yang mengalami osteoporosis.

Natrium alendronat adalah obat yang bekerja dengan memperlambat pengeroposan tulang. Efek ini membantu menjaga kekuatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang (fraktur). Alendronate termasuk dalam kelas obat yang disebut bifosfonat.

Komposisi obat

Natrium alendronat 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Penyakit tulang paget: 40 mg sebanyak 1 kali/hari, dikonsumsi selama 6 bulan dan jika perlu dapat diulang setelah 6 bulan periode evaluasi setelah perawatan.
  • Pencegahan osteoporosis pasca menopause: 5 mg sebanyak 1 kali/hari atau 35 mg/minggu.
  • Osteoporosis yang disebabkan penggunaan kortikosteroid: 5 mg/hari atau 10 mg/hari pada wanita pasca menopause yang tidak menerima estrogen.
  • Meningkatkan massa tulang pada pria dengan osteoporosis dan osteoporosis pasca menopause: 10 mg sebanyak 1 kali/hari atau 70 mg/minggu.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut perut kosong. Minumlah dengan segelas air putih minimal 30 menit sebelum makan pertama dan tetap dalam keadaan duduk atau posisi tegak selama 30 menit. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Efek samping obat

  • Reaksi esofagus seperti peradangan pada esofagus, erosi, ulserasi, dan striktur.
  • Gejala gangguan pencernaan seperti sakit perut, rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia), diare, dan sembelit.
  • Kurangnya aliran darah yang meyebabkan matinya jaringan tulang (osteonekrosis rahang).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Nyeri tulang.
  • Patah tulang paha.
  • Nyeri sendi.
  • Penurunan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia).
  • Mual.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien dengan kelainan saluran pencernaan.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran pencernaan berat seperti luka pada dinding lambung, perdarahan lambung, dan pembedahan saluran pencernaan bagian atas.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan voroste tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki kadar kalsium rendah dalam darah (hipokalsemia) dan kekurangan vitamin D.
    Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup selama pengobatan sangat penting. Ini paling penting bagi pasien dengan penyakit Paget yang akan menerima alendronate. Alendronat dapat menurunkan kalsium serum dan fosfat pada pasien ini, yang mungkin memiliki tingkat perubahan tulang yang lebih tinggi.
  • Ketidakmampuan untuk berdiri atau duduk tegak setidaknya selama 30 menit.
  • Pasien dengan kelainan esofagus yang dapat menunda pengosongan esofagus.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aspirin dan NSAID seperti ibuprofen.
    Penggunaan obat alendronat dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi pada saluran pencernaan.
  • Antasida, suplemen kalsium, dan obat yang mengandung kation multivalen.
    Alendronat dapat menurunkan kadar obat di atas, sehingga efektivitas obat di atas akan berkurang jika dikonsumsi bersama dengan alendronat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
  • Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
  • Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Nyeri dada, mulas, kesulitan atau nyeri ketika menelan, nyeri atau rasa terbakar di bawah tulang rusuk atau dipunggung, nyeri terbakar di perut bagian atas atau batuk darah, nyeri tidak biasa pada paha atau pinggul, nyeri rahang, mati rasa, atau bengkak, nyeri sendi, tulang, atau otot yang parah atau kadar kalsium rendah, kejang atau kontraksi otot, mati rasa atau perasaan geli (di sekitar mulut, atau di jari tangan dan kaki).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/voroste
Diakses pada 10 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alendronic%20acid
Diakses pada 10 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1257-7174/alendronate-oral/alendronate-oral/details
Diakses pada 10 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/alendronate.html
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email