Voltadex Tablet 50 mg

Voltadex tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan sendi.

Deskripsi obat

Voltadex tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan sendi, seperti rheumatoid arthritis. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Voltadex tablet mengandung zat aktif natrium diklofenak. Natrium diklofenak adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang. Obat ini juga membantu meredakan gejala artritis, misalnya osteoartritis atau rheumatoid artrithis, seperti peradangan, pembengkakan, kekakuan, serta nyeri sendi yang menyebabkan rasa sakit. Natrium diklofenak menghambat cyclooxygenase-1 dan cyclooxigaenase-2 dalam memproduksi prostaglandin yang biasanya dapat menyebabkan peradangan.
Voltadex Tablet 50 mg
HETRp 7.070/strip per Oktober 2019.
Kandungan utamaNatrium diklofenak.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Diklofenak merupakan obat yang termasuk dalam golongan NSAID yang berasal dari asam fenilasetat. Obat ini memiliki sifat analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik. Ini menghambat reversibel siklooksigenase-1 dan 2, juga menghambat sintesis prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan, kulit. Tingkat penyerapan menurun dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati): 55%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu untuk puncak konsentrasi plasma) dalam kondisi puasa sekitar 1 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi: Sekitar 1,3-1,4 L / kg. Ikatan protein plasma: Lebih dari 99% terutama untuk albumin.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme efek lintas pertama di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (sekitar 60% sebagai metabolit termasuk konjugat glukuronida; <1% sebagai obat tidak berubah); empedu (sekitar 35%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) terminal: Sekitar 1-2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengurangi gejala peradangan pada tulang belakang yang disertai gejala kaku dan nyeri (spondilitis ankilosa).
  • Mengatasi peradangan sendi (osteoartritis).

Natrium diklofenak adalah obat golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDmerupakan obat yang mampu bekerja dengan menghambat pembentukan senyawa prostaglandin, yaitu senyawa yang menyebabkan terjadinya peradangan (inflamasi). Dengan menghambat terbentuknya prostaglandin, maka akan membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit yang terjadi pada sendi.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis umum: 1 tablet (25-50 mg) sebanyak 3 kali/hari.
  • Pengobatan jangka panjang: 1½-2 tablet (75-100 mg) sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi segera sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Kompres perut menggunakan bantalan panas atau botol air minum berisi air hangat dapat membantu meredakan efek samping ini.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin, jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman yang mengandung gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit kepala hingga membuat pasien merasa seperti sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kembung atau kehilangan nafsu makan.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan fungsi hati.
  • Luka pada saluran pencernaan.
  • Telinga berdering (tinnitus).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus.
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik. Pasien yang mengalami kekurangan kadar kalium dalam tubuh (hipovolemia).
  • Pasien penderita peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK).
  • Pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita peradangan pada rongga hidung (rhinitis).
  • Pasien penderita infeksi saluran pernapasan.
  • Pasien penderita lupus eritematous sistemik (SLE).
  • Pasien gangguan pembentukan heme (porfiria).
  • Pasien penyakit mata termasuk infeksi pada mata.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Gangguan pembekuan darah (koagulopati).
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita asma.
  • Ibu hamil pada trimester kedua.
  • Pasien yang merokok.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Kategori kehamilan

Pada kehamilan sebelum memasuki 30 minggu:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Voltadex tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada kehamilan setelah memasuki 30 minggu:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gagal jantung sedang hingga berat.
  • Pasien penderita luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau penghambat pembekuan darah.
  • Pasien yang akan atau yang telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG).
  • Pasien penderita jantung iskemik.
  • Pasien penderita penyakit arteri perifer.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien penderita asma.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kolestipol dan kolestiramin.
    Natrium diklofenak dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat kolestipol dan kolestiramin.
  • Inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan takrolimus.
    Obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Mifepriston.
    Interaksi obat natrium diklofenak dengan mefiproston dapat mengurangi efek mefipriston.
  • NSAID lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah.
    Penggunaan bersama natrium diklofenak dapat menyebabkan peningkatan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Kortikosteroid dan obat SSRI.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Glikosida jantung.
    Glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping terkait dengan gangguan kardiovaskular.
  • Azitromisin.
    Azitromisin dapat meningkatkan terjadnya toksisitas hematologis.
  • Digoksin, lithium, metotreksat, dan fenitoin.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dan risiko terjadinya toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Muntah darah atau kotoran hitam, bisa menjadi tanda pendarahan di perut atau usus Anda
  • Gangguan pencernaan yang parah, mulas atau sakit perut, muntah atau diare bisa menjadi tanda maag atau pembengkakan di perut atau usus Anda.
  • Terjadi tanda masalah hati seperti kulit Anda atau bagian putih mata Anda menguning.
  • Ruam, gatal, atau kulit bengkak atau bengkak.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Merasa lemah.
  • Pusing atau perasaan cemas yang luar biasa, bisa menjadi tanda serangan jantung.
  • Kelemahan di satu sisi tubuh Anda.
  • Kesulitan berbicara atau berpikir.
  • Terjadi tanda stroke, seperti kehilangan keseimbangan atau penglihatan kabur.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zegren?type=brief&lang=id
Diakses pada 6 November 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac?mtype=generic
Diakses pada 6 November 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/diclofenac-oral-route/before-using/drg-20069748
Diakses pada 6 November 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689002.html
Diakses pada 6 November 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email