Biferce, Probio-C, Prove-C, Sankorbin, Ulvice

Vitamin C adalah unsur yang dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin ini memiliki beragam peran yang meliputi:

  • Membantu pembentukan pembuluh darah, tulang rawan, otot, dan kolagen yang sehat di tulang.
  • Mempercepat proses penyembuhan.
  • Berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melawan efek dari radikal bebas, yang berperan dalam mempertinggi risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya. 
  • Membantu penyerapan dan penyimpanan zat besi dalam tubuh.

Tubuh manusia tidak memproduksi vitamin C. Karena itu, Anda membutuhkan makanan sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini. Misalnya, jeruk, buah beri, kentang, tomat, paprika, kubis, brokoli, dan bayam.

Selain dari makanan, vitamin C juga tersedia dalam bentuk suplemen oral, seperti kapsul atau tablet kunyah.

Vitamin C
Golongan

Vitamin

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet, sirup, suntikan

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Untuk dosis 60 mg per hari

Kategori A: Penelitian terkontrol pada wanita tidak menunjukkan risiko terhadap janin di trimester pertama kehamilan dan tidak ada bukti adanya risiko pada trimester selanjutnya, sehingga kecil kemungkinan adanya bahaya terhadap janin.

Untuk dosis di atas 60 mg per hari

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Kebutuhan harian

  • Dewasa: 50-200 mg per hari.

Anak-anak: 35-100 mg per hari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan vitamin C sebelum penggunaan.

Berikut adalah petunjuk umum saat mengonsumsi vitamin C: 

  • Minum banyak cairan saat mengonsumsi Vitamin C.
  • Tablet harus dikunyah sebelum ditelan.
  • Permen vitamin C dapat dikunyah selama yang diinginkan, kemudian dibuang. 
  • Jangan menghancurkan, mengunyah, atau menghancurkan tablet rilis panjang, dan telanlah secara utuh.

Jangan mengonsumsi vitamin ini dengan dosis atau jangka waktu yang tidak sesuai dengan anjuran dokter.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efek samping vitamin C yang umum terjadi meliputi:

  • Nyeri ulu hati (heartburn).
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Diare.
  • Kram perut.

Panggil bantuan medis jika Anda merasakan reaksi alergi, seperti biduran, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan vitamin C dan segera hubungi dokter jika ada mengalami hal-hal berikut:

  • Nyeri sendi.
  • Lemah atau perasaan lelah.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam.
  • Anyang-anyangan.
  • Nyeri atau sulit berkemih.
  • Nyeri yang parah di bagian tubuh bawah dan darah pada urine.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal.
  • Gangguan kelebihan zat besi (hematokromatosis).
  • Merokok karena aktivitas ini dapat menurunkan efektifitas vitamin C.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Kemungkinan interaksi obat dapat terjadi jika vitamin C dikonsumsi bersama dengan obat maupun saat sedang menjalani prosedur medis di bawah ini:

  • Aluminium.
  • Kemoterapi.
  • Estrogen.
  • Obat antivirus.
  • Statin dan niacin.
  • Warfarin.

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-c/art-20363932
Diakses pada 12 Desember 2018

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/vitamin-c.html
Diakses pada 12 Desember 2018

Artikel Terkait