Vitamin B2 terkandung dalam kacang-kacangan, susu, daging, telur, dan sayuran hijau.
Asupan vitamin B2 dapat diperoleh dari daging, susu, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Cernevit, Corovit, Folamil, Fervital, Iberet Folic 500, Obimin AF, Soluvit N, Vitamin B Kompleks

Vitamin B2 merupakan vitamin yang terlibat dalam proses pertumbuhan dan fungsi sel. Vitamin B2 dapat dapat ditemukan di kacang-kacangan, susu, daging, telur, dan sayuran hijau. Vitamin B2 digunakan pada orang yang memiliki kadar riboflavin yang rendah seperti pada penyakit gangguan struktur kulit dan mukosa, kelainan darah, dan beberapa gangguan pada sistem saraf.

Vitamin B2 (Riboflavin)
Golongan

Vitamin

Kategori obat

Suplemen

Bentuk sediaan obat

Tablet, kapsul, suntik, infus

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Anemia mikrositik

  • Dewasa: Berhubungan dengan splenomegali dan defisiensi glutathione reduktase: 10 mg setiap hari selama 10 hari.

Defisiensi Riboflavin

  • Dewasa: Hingga 30 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
  • Anak: 3-10 mg setiap hari.

Baca sesuai petunjuk kemasan atau sesuai arahan dari dokter Anda sebelum menggunakan obat vitamin B2.

Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Jangan menggunakan lebih lama atau melebihkan dosis dari yang disarankan oleh dokter.

Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat vitamin B2 dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Diare, peningkatan buang air kecil, gatal-gatal
  • Urin berwarna kuning-oranye
  • Sulit bernafas
  • Pembengkakan wajah, bibir, lidah atau tenggorokan

Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut.

Mengonsumsi obat vitamin B2 dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Kecepatan dan tingkat penyerapan mungkin dipengaruhi oleh propantheline bromide.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Drugs.com. https://www.drugs.com/mtm/vitamin-b2.html
Diakses pada 17 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/riboflavin-oral-route/proper-use/drg-20065810
Diakses pada 17 Desember 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/riboflavin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 17 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 17 Desember 2018

Artikel Terkait