Vitamin A

27 Apr 2021
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Vitamin A digunakan untuk menjaga kesehatan mata, kulit, serta organ reproduksi

Vitamin A digunakan untuk menjaga kesehatan mata, kulit, serta organ reproduksi

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Berry Vision, Elsazym For Children, Liprolac, Matovit, Navitae, Opibright, QV, Sahne, Vitalipid N Adult/Vitalipid N Infant

Deskripsi obat

Vitamin A digunakan untuk menjaga kesehatan mata, kulit, serta organ reproduksi. Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata dan penglihatan, mengonsumsi vitamin A juga dapat melindungi tubuh dari mikroorganisme asing yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Pada umumnya, terdapat dua jenis vitamin A. Pertama adalah retinoid yang diperoleh dari produk hewani, seperti susu, hati, keju, dan telur. Kedua adalah beta karoten yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, seperti bayam, wortel, dan labu.

Jika asupan vitamin A dari makanan tidaklah cukup, diperlukan asupan tambahan melalui suplemen.

Pemberian suplemen vitamin A dapat mencegah kekurangan vitamin A pada anak balita dan ibu yang baru melahirkan atau sedang dalam masa nifas. Selain itu, suplemen vitamin A juga bisa digunakan untuk penyakit kencing manis (diabetes) dan penyakit hati.

Vitamin A ()
GolonganKelas terapi: Vitamin
Kategori obatObat bebas dan obat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, sirup
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui

Bila dosis tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Kategori A: Penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin

Bila dosis melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin

Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Konsumsi dosis tunggal vitamin A lebih dari 200.000 mcg dapat mengakibatkan:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala seperti berputar (vertigo)
  • Penglihatan buram

Konsumsi lebih dari 10.000 mcg vitamin A dalam sehari secara jangka panjang dapat mengakibatkan:

  • Penipisan tulang
  • Kerusakan organ hati (liver)
  • Pusing
  • Diare
  • Mual
  • Iritasi kulit
  • Nyeri sendi dan tulang
  • Kelainan janin

Pada anak-anak, vitamin A dosis tinggi dapat menyebabkan:

  • Masalah pertumbuhan
  • Kantuk parah
  • Kehilangan kesadaran
  • Masalah penglihatan
  • Demam
  • Batuk berdahak
  • Neri dada
  • Kesulitan bernapas
  • Muntah
  • Diare
  • Kulit mengelupas

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan vitamin A pada kondisi:

  • Kekurangan zat besi
  • Penyakit celiac, yaitu autoimun akibat mengonsumsi protein yang terkandung dalam gandum (gluten)
  • Penyakit ginjal
  • Masalah hati, seperti kerusakan hati (sirosis) atau penyakit kuning (kuning pada kulit atau mata)
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Infeksi usus
  • Gangguan pankreas
  • Kekurangan gizi
  • Tubuh tidak menyerap lemak dengan baik
  • Hamil, sebab vitamin A dosis tinggi dapat menyebabkan cacat lahir
  • Menyusui

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan vitamin A pada pasien yang memiliki alergi terhadap vitamin A.

Kategori kehamilan & menyusui

Bila dosis tidak melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Kategori A:
Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama maupun trimester selanjutnya.

Bila dosis melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan vitamin A pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Demam
  • Berkeringat
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Perubahan suasana hati
  • Muntah
  • Diare
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perubahan dalam periode menstruasi
  • Kebingungan atau perasaan mudah tersinggung
  • Gusi berdarah
  • Kejang
  • Rambut rontok, kulit mengelupas, kulit pecah-pecah di sekitar mulut, atau perubahan warna kulit

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi vitamin A dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi meliputi:

  • Demeclocycline, doxycycline, tetracycline, dan sarecycline
    Penggunaan vitamin A bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terkena kondisi langka tetapi serius, yang disebut pseudotumor cerebri. Kondisi ini disebabkan peningkatan tekanan di otak.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-a/
Diakses pada 8 April 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/vitamin-a.html
Diakses pada 8 April 2021

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-964/vitamin-a
Diakses pada 8 April 2021

The Nutrition Source. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/vitamin-a/
Diakses pada 8 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email