Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Vinblastine (Alias: -)

Ditulis oleh Anita Djie
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Merk dagang yang beredar:

Vinblastine, Vinblastine PCH, Vinblastine Suplhate DBL

Vinblastine adalah obat untuk kanker yang digunakan untuk mengatasi beberapa jenis limfoma, penyakit Hodgkin, penyakit Letterer-Siwe, kanker testis, koriokarsinoma, kanker payudara, dan sarkoma Kaposi.

Vinblastine bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dalam tubuh penderitanya.

Vinblastine (-)
Golongan

Cytotoxic Chemotherapy

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Keamanan penggunaan vinblastine selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Limfoma histiositik, sarkoma Kapis, penyakit Hodgkin, kanker testis, Limfoma limfositik, penyakit Letterer-Siwe, mycosis fungoides

  • Dewasa: Untuk pemberian awal, vinblastine diberikan secara intravena sebanyak 3,7 mg/m2, setelahnya dosis akan ditingkatkan per minggu berdasarkan kadar leukosit dalam tubuh sebanyak kurang lebih 1.8 mg/m2.
    Peningkatan dosis dilakukan sampai kadar leukosit menurun hingga kurang lebih 3000/mm3 atau saat pemberian dosis per minggu sudah mencapai 18,5 mg/m2.
    Dosis tidak boleh ditingkatkan apabila kadar leukosit sudah menurun hingga kurang lebih 3000 sel/mm3, berikan dosis paling maksimal yang tidak menyebabkan penurunan kadar leukosit (leukopenia) untuk dosis pemeliharaan.
    Jangan meningkatkan dosis setelahnya apabila terjadi aktivitas onolytic sebelum efek leukopenia terjadi.
    Untuk pemberian dosis biasa, vinblastine diberikan sebanyak 5,5-7,4 mg/m2 per minggu. Jangan berikan dosis berikutnya meskipun 7 hari sudah berlalu, kecuali kadar leukosit meningkat sampai setidaknya 4000/mm3.
  • Anak-anak: Untuk pemberian awal, vinblastine diberikan secara intravena sebanyak 2,5 mg/m2 dari luas permukaan tubuh.
    Dosis ditingkatkan tiap minggunya sebanyak kurang lebih 1,25 mg/m2 sampai kadar leukosit meningkat kurang lebih 3000/mm3 atau saat pemberian dosis per minggu sudah mencapai 12,5 mg/m2.
    Dosis tidak boleh ditingkatkan ketika kadar leukosit sudah mencapai kurang lebih 3000 sel/mm3, dosis selanjutnya diberikan lebih kecil atau tidak memicu leukopenia tiap minggunya untuk pemeliharaan.
    Jika terdapat aktivitas onolytic sebelum efek leukopenia terjadi, maka dosis selanjutnya tidak perlu ditingkatkan. Jangan berikan dosis berikutnya meskipun 7 hari sudah berlalu, kecuali kadar leukosit meningkat sampai setidaknya 4000/mm3.
    Durasi terapi pemeliharaan tergantung dari kondisi penyakit yang diderita dan kombinasi agen antineoplastik yang digunakan.

Aturan pakai Vinblastine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan vinblastine sebelum penggunaan. Vinblastine diinjeksi ke dalam pembuluh darah secara intravena dan biasanya diberikan sekali setiap 7 hari.

Anda mungkin perlu menjalani tes medis untuk memastikan bahwa vinblastine tidak membahayakan Anda.

Anda perlu memberitahukan dokter atau perawat ketika terdapat sensasi panas, sakit, atau bengkak di tempat vinblastine diinjeksikan secara intravena.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Vinblastine dapat menurunkan kadar leukosit dan karenanya dapat membuat Anda lebih mudah sakit saat berada di sekitar orang yang sedang tidak sehat dan juga mudah untuk berdarah saat terluka.

Hubungi dokter bila Anda mengalami reaksi alergi, seperti pembengkakan di lidah, bibir, tenggorokan, atau wajah, ruam, kesulitan bernapas.

Anda juga perlu segera menghubungi dokter, jika Anda mengalami efek samping berikut ini:

  • Tanda-tanda infeksi, menggigil, luka di mulut, demam, sakit tenggorokan
  • Mudah memar, pendarahan yang tidak biasa dari vagina, mulut, dubur, atau hidung, adanya bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit
  • Sembelit yang parah
  • Peningkatan tekanan darah, penglihatan yang kabur, kebingungan, sesak napas, telinga berdengung, kecemasan, sakit di dada, sakit kepala yang parah
  • Penyempitan saluran napas, kesulitan bernapas, mengi, sesak dada
  • Permasalahan di keseimbangan, pendengaran, penglihatan, berbicara, atau pada aktivitas sehari-hari

Vinblastine dapat menyebabkan efek samping umum yang meliputi:

  • Rasa sakit di bagian rahang, tumor, atau tulang
  • Merasa tidak enak badan
  • Kerontokan rambut secara sementara
  • Mual, muntah

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Penyakit arteri koroner, riwayat stroke atau penyumbatan darah
  • Penyakit hati
  • Kanker yang sudah menyebar sampai sumsum tulang
  • Sindrom wasting atau penurunan berat badan serta otot dan berkurangnya jaringan otot, ulkus dekubitus, luka di kulit

Kontraindikasi

Jangan menggunakan vinblastine jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Kehamilan dan menyusui
  • Alergi vinblastine
  • Mengalami infeksi bakteri yang belum diobati atau dikontrol
  • Kadar leukosit rendah
  • Mengonsumsi obat nefazodone
  • Mengonsumsi antibiotik erythromycin, clarithromycin, telithromycin
  • Mengonsumsi obat HIV/AIDS saquinavir, cobicistat, fosamprenavir, atazanavir, nelfinavir, delavirdine, ritonavir, indinavir
  • Mengonsumsi obat hepatitis C telaprevir, boceprevir
  • Mengonsumsi atau menggunakan obat antijamur itraconazole, itraconazole, posaconazole, ketoconazole

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi vinblastine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Menurunnya sistem imun tubuh bila digunakan dengan vaksin
  • Dapat berinteraksi dengan obat phenytoin
  • Penurunan metabolisme vinblastine ketika digunakan dengan miconazole
  • Peningkatan kadar vinblastine jika digunakan dengan aprepitant
  • Penggunaan vinblastine dan penghambat CYP3A berpotensi menyebabkan peningkatan keparahan atau kemunculan dari efek samping
  • Peningkatan kadar racun vinblastine ketika digunakan dengan erythromycin
  • Kemunculan penambahan myelotoxicity saat digunakan dengan zidovudine
  • Peningkatan kadar racun ganciclovir ketika vinblastine diberikan sebelum atau sesudah vinblastine
  • Peningkatan risiko neutropenia saat digunakan dengan ritonavir
  • Peningkatan peluang pulmonary toxicity jika digunakan dengan mitomycin
  • Peningkatan neurotoxicity dan myelotoxicity saat digunakan dengan antijamur jenis azole, seperti posaconazole dan itraconazole

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

MIMS Indonesia.https://www.mims.com/indonesia/drug/info/vinblastine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 03 September 2019

 

Drugs.com. https://www.drugs.com/mtm/vinblastine.html
Diakses pada 03 September 2019

Artikel Terkait:
Back to Top