Vesperum Tablet 10 mg

17 Jan 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Vesperum tablet adalah obat untuk mengatasi mual dan muntah

Deskripsi obat

Vesperum tablet adalah obat untuk mengatasi mual, muntah, sakit perut, dan rasa tidak nyaman karena makan berlebihan. Selain itu, obat ini juga dapat mengatasi mual dan muntah karena kemoterapi kanker, radioterapi, penggunaan obat digitalis, levodopa, dan bromokriptin lebih dari 12 minggu, serta penggunaan obat untuk mengobati penyakit Parkinson.
Vesperum tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung domperidone maleate sebagai zat aktifnya. Domperidone bekerja dengan cara meningkatkan pergerakan atau kontraksi lambung dan usus untuk meredakan mual dan muntah.

Vesperum Tablet 10 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 7.350/strip per Oktober 2019
Kandungan utamaDomperidone maleate.
Kelas terapiAntiemetik.
Klasifikasi obatAgen prokinetik.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (10 mg)
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Domperidone termasuk dalam kelompok obat antiemetik, yaitu obat yang berfungsi mengatasi mual dan muntah. Cara kerjanya adalah dengan mempercepat pergerakan makanan di dalam perut dan saluran pencernaan, sehingga mengurangi rasa begah dan gangguan pencernaan lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, domperidone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Penyerapan sedikit tertunda dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 15%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak) selama kira-kira 30 menit.
  • Distribusi: Tidak langsung melewati sawar darah-otak. Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara cepat dan ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses 66% (10% sebagai obat tidak berubah) dan urine sebagai metabolit sekitar 31% (kira-kira 1% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama kira-kira 7,5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu menghentikan rasa mual atau muntah.
  • Membantu meningkatkan kontraksi usus dan lambung.
  • Mengobati mual dan muntah yang terjadi karena obat untuk mengatasi penyakit Parkinson.
  • Mengatasi mual dan muntah pascakemoterapi atau setelah radioterapi.

Selain meningkatkan pergerakan makanan di perut dan saluran pencernaan, domperidone juga bekerja dengan memblokir aksi bahan kimia di otak yang menyebabkan rasa mual dan muntah.

Komposisi obat

Domperidone maleate 10 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan usia lanjut:
    • Dispepsia atau gangguan pencernaan fungsional: 1 tablet sebanyak 3kali/hari.
    • Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan penggunaan levodopa dan bromokriptin): 1-2 tablet dengan interval waktu pemberian 4-8jam.
  • Anak-anak:
    • Dispepsia kronis: 0,25 mg/kgBB sebanyak 3 kali/hari.
    • Mual dan muntah karena kemoterapi dan radioterapi: 0,25-0,5 mg/kg BB.
      Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, atau 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet atau manisan bebas gula.
  • Payudara bengkak atau nyeri saat ditekan, perubahan menstruasi, produksi ASI tidak biasa, atau kulit ruam dan gatal.
    Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera hubungi dokter.
  • Pingsan.
    Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera hubungi dokter.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Gatal atau biduran.
  • Ruam kulit.
  • Rasa haus.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Kejang.
  • Cemas dan mengantuk.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Bayi berusia 1 tahun ke bawah.
  • Pasien dengan faktor risiko kematian jantung mendadak, misalnya memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes melitus), dan obesitas, serta merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan.
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun.
  • Pasien yang memiliki masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung.
  • Pasien dengan kondisi motilitas lambung membahayakan, misalnya mengalami perdarahan dan penyumbatan (obstruksi) pada saluran pencernaan.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga mengalami kanker payudara.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Vesperum tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki tumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak pada bagian dasar otak (prolaktinomia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap domperidone.
  • Pasien yang memiliki gangguan elektrolit, seperti pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesemia).
  • Pasien penderita gangguan hati sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ketoconazole, erythromycin, protease inhibitor, atau nefazodon.
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antasida atau agen antisekretori.
    Domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid.
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin.
    Domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan produksi ASI.
  • Levodopa.
    Domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.
  • Azithromycin, roksitromisin, dan obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami gangguan pada otot atau mata, yaitu bergerak dengan cara tidak biasa atau tidak terkontrol, serta terjadi masalah buang air kecil, segera hubungi dokter Anda.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/domperidone?mtype=generic
Diakses pada 30 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/domperidone-for-sickness-motilium
Diakses pada 30 Desember 2020

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/domperidone-oral-route/precautions/drg-20063481
Diakses pada 30 Desember 2020

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/d/domperidone/
Diakses pada 30 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/domperidone/
Diakses pada 30 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/cons/domperidone.html
Diakses pada 30 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email