Verapamil

Verapamil merupakan obat golongan penghambat saluran kalsium untuk meringankan beban kerja jantung

Verapamil digunakan untuk mengurangi tekanan darah dan meringankan beban kerja jantung

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Isoptin, Isoptin SR

Deskripsi obat

Verapamil merupakan obat yang digunakan untuk mengobati nyeri dada (angina) dan menurunkan tekanan darah tinggi. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat mengurangi resiko stroke, serangan jantung dan masalah ginjal.

Verapamil termasuk golongan obat calcium channel blockers yang bekerja merilekskan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih lancar.

Verapamil (Verapamil)
Golongan

Penghambat saluran kalsium

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, kapsul, sirup, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak-Anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena

Aritmia supraventrikuler intravena

  • Dewasa: Awalnya, 5-10 mg secara injeksi lambat selama 2-3 menit kemudian 5 mg secara injeksi selama 5-10 menit jika diperlukan.
  • Anak: umur ≤1 tahun 100-200 mcg/kg, umur 1-15 tahun 100-300 mcg/kg. Semua dosis diberikan selama minimal 2 menit, ulangi setelah 30 menit jika diperlukan.

Oral

Angina Pectoris

  • Dewasa: 120 mg tiga kali sehari atau 80 mg tiga kali sehari pada pasien dengan nyeri dada saat aktivitas. Sediaan tablet dengan modifikasi pelepasan: Hingga 480 mg setiap hari.

Oral

Aritmia supraventrikuler

  • Dewasa: 120-480 mg setiap hari dalam 3-4 dosis terbagi tergantung pada respon dan tingkat keparahan pasien.
  • Anak: umur ≤ 2 tahun 20 mg 2-3 kali sehari, umur >2 tahun 40-120 mg 2-3 kali sehari, tergantung pada usia dan respon pasien.

Oral

Hipertensi

  • Dewasa: Awalnya, 240 mg sehari dalam 2-3 dosis terbagi. Maksimal: 480 mg setiap hari.
  • Anak: umur ≤2 tahun 20 mg 2-3 kali sehari, umur >2 tahun 40-120 mg 2-3 kali sehari, tergantung pada usia dan respons.

Oral

Profilaksis sekunder infark miokard

  • Dewasa: Dalam sediaan tablet dengan pelepasan termodifikasi: Awalnya, 360 mg setiap hari dalam dosis terbagi diberikan 1 minggu setelah infark akut.

Efek samping obat

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat, akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat verapamil dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: blok atrioventrikular (AV), bradikardi, perburukan gagal jantung, henti jantung mendadak, reaksi kulit, pembengkakan gusi, pusing, sembelit, mual, sakit kepala, kelelahan, kemerahan. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Hipotensi
  • Fungsi hati tidak normal

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan anda.

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Kehamilan dan menyusui
  • Hindari gejala penarikan mendadak

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat verapamil dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat meningkatkan kadar verapamil dalam plasma bila digunakan dengan penghambat CYP3A4 (misal eritromisin, ritonavir), cimetidine.
  • Dapat menurunkan kadar verapamil dalam plasma bila digunakan dengan pemicu CYP3A4 (misalnya rifampisin), fenobarbital, sulfinpyrazone.
  • Dapat meningkatkan efek blok atrioventrikular (AV) bila digunakan dengan klonidin.
  • Dapat meningkatkan efek bradikardi dan hipotensi dengan telitromisin.
  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan aspirin.
  • Dapat meningkatkan kadar glikosida kardiak (digoxin, digitoxin), penghambat reseptor beta (propanolol, metoprolol), penghambat reseptor alfa (terazosin, prazosin), imunosupresan (sirolimus, siklosporin, tacrolimus, everolimus), penurun lipid (lovastatin, simvastatin, atorvastatin), kolkisin, kuinidin, karbamazepin, imipramine, glibenklamid, doksorubisin, midazolam, buspirone, almotriptan, teofilin.
  • Meningkatkan efek hipotensif dari diuretik, antihipertensi lain, vasodilator.
  • Dapat meningkatkan efek neurotoksik litium.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

AHA Journal. https://www.ahajournals.org/doi/abs/10.1161/01.hyp.0000143851.23721.26
Diakses 12 Juni 2019

National Center for Biotechnology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3009112
Diakses 12 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7086-1010/verapamil-oral/verapamil-oral/details
Diakses pada 11 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/verapamil-oral-route/description/drg-20071728
Diakses pada 11 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/verapamil/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 11 Desember 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

10 Tanaman Herbal Darah Tinggi untuk Penderita Hipertensi

Alam semesta menyediakan berbagai tanaman herbal darah tinggi untuk turunkan hipertensi. Di antara tanaman herbal darah tinggi itu, mana yang sudah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan hipertensi?
23 Jul 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
10 Tanaman Herbal Darah Tinggi untuk Penderita Hipertensi

Ini Nilai Tanda-tanda Vital (TTV) yang Normal untuk Orang Indonesia

Nilai tanda-tanda vital (TTV) di tubuh seperti tensi, detak jantung, pernapasan, dan suhu tubuh, dapat menggambarkan kondisi kesehatan seseorang. Kenali rentang nilai TTV normal dan waspadai apabila nilai yang Anda miliki, tidak masuk dalam rentang normal.
02 Sep 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Ini Nilai Tanda-tanda Vital (TTV) yang Normal untuk Orang Indonesia

Mengenal Berbagai Manfaat Bunga Tapak Dara untuk Berbagai Penyakit

Manfaat bunga tapak dara sayang untuk Anda lewatkan. Mulai dari meredakan mata yang bengkak, menurunkan kadar gula pada penderita diabetes, hingga kanker bisa didapatkan.
19 Jan 2020|Maria Natasha
Baca selengkapnya
Mengenal Berbagai Manfaat Bunga Tapak Dara untuk Berbagai Penyakit