Ventolin Nebules Larutan Inhalan 2,5 ml

Ventolin Nebules larutan inhalasi adalah obat untuk penanganan dan pencegahan serangan asma

Deskripsi obat

Ventolin Nebules larutan inhalan berfungsi untuk mengobati dan mencegah penyempitan otot-otot yang melapisi bronkus di paru-paru (bronkospasme) pada penderita asma dan penyakit paru-paru. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Ventolin nebules larutan inhalan mengandung zat aktif salbutamol.
Asma merupakan penyakit pada saluran pernapasan berupa penyempitan dan peradangan saluran napas dengan tanda-tanda sulit bernapas dan rasa sesak di dada. Kandungan zat aktif salbutamol dapat mengatasi sesak napas akibat serangan asma dengan cara melemaskan otot bronkus.

Ventolin Nebules Larutan Inhalan 2,5 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 66.439/box per September 2019
Kandungan utamaSalbutamol.
Kelas terapiBronkodilator.
Klasifikasi obatBeta-2 agonis.
Kemasan1 box isi 5 botol
ProdusenGlaxosmithkline Australia

Informasi zat aktif

Salbutamol mampu melebarkan saluran napas (bronkodilator) dengan cara melemaskan otot-otot pada saluran pernapasan dan melebarkan jalan napas. Obat ini digunakan untuk meredakan sesak napas yang diderita oleh pasien asma dan penyakit paru-paru lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, salbutamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah terhirup, salbutamol bekerja secara topikal pada otot polos bronkial dan awalnya tidak terdeteksi dalam darah hingga 2-3 jam kemudian.
  • Distribusi: Didistribusikan ke paru-paru (sekitar 10-25%), dalam sirkulasi darah, salbutamol didistribusikan sebagai obat bebas yang tidak termetabolisme.
  • Metabolisme: Salbutamol tidak dimetabolisme di paru-paru tetapi dikonversi di hati.
  • Ekskresi: Salbutamol dan metabolitnya dengan cepat diekskresikan dalam urine dan feses sekitar 80% dari dosis selama 24 jam. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (wktu paruh eliminasi salbutamol) adalah selama 2,7 - 5,5 jam setelah pemberian inhalasi.

Indikasi (manfaat) obat

Salbutamol bekerja dengan mengendurkan otot-otot saluran udara ke paru-paru, sehingga lebih mudah bernapas. Salbutamol digunakan untuk meredakan gejala asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), seperti batuk, napas yang berbunyi tinggi (mengi), dan sesak napas.

Komposisi obat

Tiap 2,5 ml: Salbutamol 2,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak: 2,5-5 mg sebanyak 4 kali/hari.

  • Obstruksi saluran napas berat: maksimal 40 mg/hari.

Aturan pakai obat

Masukkan larutan ke dalam alat nebulizer, sehingga menjadi partikel gas, lalu dihirup.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Minta rekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit pada apoteker. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi obat ini. Jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Batuk.
  • Gugup.
  • Kram otot.
  • Gemetar di tungkai, lengan, tangan, atau kaki.
  • Mulut, tenggorokan kering, atau iritasi.
  • Ketegangan saraf.
  • Detak jantung lebih cepat untuk sementara waktu.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C, terlindung dari cahaya matahari langsung, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita masalah jantung, seperti detak jantung tidak teratur, angina, dan serangan jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita kejang.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Ventolin Nebules larutan inhalan pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Aborsi yang mengancam jiwa.
  • Kelahiran prematur.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Salmeterol dan formoterol.
    Menggunakan salbutamol bersama salmeterol dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah atau irama jantung tidak teratur.
  • Furosemid.
    Menggunakan furosemid bersama salbutamol dapat meningkatkan risiko rendahnya kadar kalium dalam darah (hipokalemia). Pada kasus yang parah, hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, kesulitan bernapas dan menelan (akibat kelumpuhan otot), serta irama jantung tidak teratur.
  • Metformin.
    Salbutamol dapat mengganggu kontrol glukosa darah dan mengurangi efektivitas metformin dan obat diabetes lainnya.
  • Tramadol dan trazodone.
    Menggunakan albuterol bersama tramadol dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam nyawa, meskipun ini adalah efek samping yang jarang terjadi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain untuk mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri atau kelemahan otot, kram otot, atau detak jantung yang tidak normal. Hal ini bisa menjadi tanda kadar kalium rendah.
  • Pusing yang sangat parah atau Anda pingsan.
  • Nyeri dada, terutama jika Anda juga memiliki detak jantung cepat atau terasa tidak normal.
  • Sakit kepala yang sangat parah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ventolin%20nebules?type=full
Diakses pada 17 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/ventolin.html
Diakses pada 17 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-22577/ventolin-hfa-inhalation/details
Diakses pada 17 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/salbutamol-inhaler/
Diakses pada 17 Desember 2020

HealthLinkBC. https://www.healthlinkbc.ca/medications/fdb3008#fdb3008-04
Diakses pada 17 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email