Ecron, Norcuron

Vecuronium atau vekuronium adalah obat yang digunakan untuk membuat otot menjadi rileks. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan penyampaian sinyal antara saraf dan otot.

Vecuronium umumnya diberikan sebelum anestesi general atau bius total pada pasien yang akan menjalani operasi. Obat ini akan membantu tubuh tetap diam dan tenang selama operasi berlangsung.

Selain itu, vecuronium juga dapat membantu mengendurkan otot-otot tenggorokan, sehingga selang pernapasan dapat lebih mudah dimasukkan sebelum operasi.

Vecuronium (Vekuronium, vekuronium bromida)
Golongan

Agen penghambat neuromuskular

Kategori obat

Obat keras

Bentuk sediaan obat

Sediaan suntik

Dikonsumsi oleh

Anak dan dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

 

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Vecuronium dapat digunakan untuk intubasi endotrakeal, ventilasi mekanik saat perawatan intensif, dan relaksan otot sebelum prosedur bius total, dengan dosis sebagai berikut:

Dewasa

• Diawali dengan pemberian sebanyak 100mcg/kg berat badan melalui suntikan. Lalu, dilanjutkan sebanyak 20-40 mcg/kg berat badan melalui suntikan atau sebanyak 0,8-1,4 mcg/kg berat badan/menit melalui infus, untuk menjaga efek obat.

• Apabila digunakan untuk prosedur operasi yang dilakukan setelah intubasi dengan suxamethonium, berikan sebanyak 40-60 mcg/kg berat badan.

• Apabila diberikan pada prosedur operasi dengan bius menggunakan halotan dan neuroleptic, berikan sebanyak 150-400 mcg/kg berat badan.

Anak

• Usia > 7 minggu hingga < 1 tahun: sama seperti dosis dewasa, namun penggunaan dosis tinggi tidak diperlukan. Pemberian lanjutan dilakukan dengan frekuensi yang lebih sedikit.

• Usia 2-10 tahun: menggunakan dosis awal dan lanjutan yang sama dengan dewasa, namun dosis lanjutan harus diberikan lebih sering.

Obat ini hanya bisa diberikan oleh dokter ahli. Pemberian dilakukan melalui suntikan ke otot, atau melalui infus ke pembuluh darah.

Dokter serta tenaga kesehatan lain akan selalu mengawasi tanda-tanda vital tubuh Anda seperti pernapasan, tekanan darah, level oksigen di tubuh, dan fungsi hati selama pemberian vecuronium dilakukan.

Efek vecuronium akan bertahan lebih lama pada individu yang memiliki riwayat sirosis hati atau penyakit hati lainnya.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Vecuronium dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Paralisis atau otot di tubuh menjadi lemah
  • Gangguan pernapasan atau apnea
  • Reaksi hipersensitivitas yang berkaitan dengan pengeluaran histamin di tubuh seperti gangguan detak jantung (takikardi), bronkospasme, dan hipotensi
  • Gatal-gatal
  • Myositis ossificans (apabila digunakan dalam jangka panjang)
  • Sindrom quadriplegic myopati akut (jika digunakan dalam jangka panjang)

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

 

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Alergi obat bius dalam sediaan apapun
  • Myasthenia gravis
  • Sirosis atau penyakit hati lainnya
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit jantung atau gagal jantung kongestif
  • Gangguan sirkulasi tubuh
  • Kelainan otot dan saraf seperti penyakit Lou Gehrig, multiple sclerosis, dan distrofi otot

Kontraindikasi

Pemberian vecuronium tidak disarankan pada kondisi berikut ini.

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas
  • Tidak memiliki peralatan pernapasan (ventilator) yang memadai
  • Memiliki riwayat penyakit neuromuskular

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi vecuronium dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi peningkatan efek obat apabila dikonsumsi bersamaan dengan:

  • Obat anestesi volatile halogenasi
  • Beberapa tipe antibiotik seperti aminoglikosida, linkosamid, dan polipeptid
  • Diuretik
  • Quinidin
  • Garam magnesium dan litium
  • Kalsium channel bloker
  • Cimetidine
  • Lidocaine
  • Pemberian fenitoin atau beta bloker secara tiba-tiba (akut)

Pemberian vecuronium bersamaan dengan fenitoin dan carbamazepine dalam jangka waktu panjang (kronis) serta garam kalsium dan kalium, bisa mengurangi efektivitas obat.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/vecuronium.html
Diakses pada 3 September 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/vecuronium-343110#0
Diakses pada 3 September 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/vecuronium%20bromide/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 3 September 2019

Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/monografi/vekuronium-bromida
Diakses pada 3 September 2019

Artikel Terkait