Vastarel MR Tablet 35 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Vastarel MR tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dada (angina pektoris).

Deskripsi obat

Vastarel MR tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dada (angina pektoris) dan mencegah kekurangan oksigen dan nutrisi pada otot jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Vastarel MR mengandung zat aktif trimetazidin dihidroklorida.
Vastarel MR Tablet 35 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaTrimetazidin dihidroklorida.
Kelas terapiAntiangina.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 20 tablet (35 mg)
ProdusenLes Laboratories Server Industrie

Informasi zat aktif

Trimetazidin menghambat β-oksidasi asam lemak dengan memblokir tiolase 3-ketoasil-CoA rantai panjang, sehingga meningkatkan oksidasi glukosa. Dengan metabolisme energi dalam sel yang terpapar iskemia atau hipoksia, ini mencegah penurunan tingkat ATP intraseluler dan memastikan berfungsinya pompa ionik dan aliran Na-K transmembran.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, trimetazidin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kurang dari 2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: 4,8 L /kg. Pengikatan protein plasma sekitar 16%.
  • Ekskresi: Melalui urin, terutama sebagai obat yang tidak berubah. Waktu paruh eliminasi kira-kira selama 6 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi tambahan untuk mengobati nyeri dada (angina pektoris) dan mencegah kekurangan oksigen dan nutrisi pada otot jantung.

Vastarel MR merupakan agen metabolik antiiskemik (antiangina), yang dapat meningkatkan pemanfaatan glukosa miokard melalui penghambatan aktivitas tiolase 3-ketoasil CoA rantai panjang, yang dapat menghasilkan penurunan oksidasi asam lemak dan stimulasi oksidasi glukosa. Laju oksidasi asam lemak yang tinggi akan merugikan selama iskemia karena penghambatan oksidasi glukosa yang mengakibatkan pelepasan glikolisis dan meningkatkan produksi proton, yang berpotensi mempercepat terjadinya kelebihan natrium dan kalsium di jantung, sehingga menyebabkan eksaserbasi cedera iskemik dan penurunan efisiensi jantung selama reperfusi.

Komposisi obat

Trimetazidin dihidroklorida 35 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet pada pagi dan sore hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Gangguan pada saluran pencernaan seperti: sakit perut, rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia), mual, diare, dan muntah.
  • Gangguan gerakan seperti: gejala parkinson, sindrom kaki gelisah, gangguan kestabilan saat berjalan, dan gangguan gerakan yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Kelelahan (asthenia).
  • Gangguan pembuluh darah: penurunan kadar tekanan darah (hipotensi).
  • Gangguan pada kulit dan jaringan subkutan seperti: ruam kulit, biduran, dan gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami serangan jantung atau infark miokard.
  • Pasien lanjut usia.
  • Tidak diindikasikan untuk pengobatan awal angina tidak stabil.
  • Pasien penderita gangguan ginjal sedang.
  • Wanita hamil.
  • Tidak diindikasikan untuk pengobatan awal angina tidak stabil.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang mengalami gejala parkinson, tremor, sindrom kaki gelisah, dan gangguan gerakan lainnya.
  • Pasien penderita gangguan gerakan yang disebabkan akibat rusaknya saraf pada otak (penyakit parkinson).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat dengan CrCl 30 ml/menit ke bawah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Isosorbid mononitrat.
    Trimetazidin dapat meningkatkan efek isosorbid mononitrat yaitu aktivitas pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).
  • Metoklopramid.
    Trimetazidin jika dikombinasikan dengan metoklopramid dapat menyebabkan peningkatkan risiko efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kejang.
  • Rendahnya kadar natrium dalam tubuh yang ditandai dengan sakit kepala, kebingungan, halusinasi, kram otot, kelemahan parah, muntah, kehilangan koordinasi, merasa gelisah atau tidak stabil.
  • Pernapasan lemah atau pendek.
  • Perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Pembengkakan dan penambahan berat badan.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/trimetazidine
Diakses pada 10 Agustus 2020

Ndrugs. https://www.ndrugs.com/?s=angintriz%20mr
Diakses pada 10 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB09069
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email