Farpresin

Vasopressin adalah hormon antidiuretik yang diproduksi oleh kelenjar pituari secara alami. Hormon ini berfungsi merangsang ginjal agar mengurangi frekuensi urine.

Namun dalam kasus-kasus tertentu, injeksi berisi vasopressin sintetik bisa diperlukan. Injeksi ini akan mencegah tubuh dari kehilangan cairan dengan cara mengurangi frekuensi buang air kecil dan membantu ginjal menyerap air kembali ke dalam tubuh.

Vasopressin juga dapat meningkatkan tekanan darah dengan menyempitkan pembuluh darah pada orang dewasa. Obat ini bisa digunakan dalam penanganan diabetes insipidus, gangguan pencernaan pascaoperasi, atau pada saat menjalani rontgen perut.

Vasopressin (Vasopresin)
Golongan

Hormon antidiuretik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Intravena

Dosis awal untuk perdarahan varises

Dalam bentuk argipressin: 20 unit dalam 100 ml glukosa 5%. Diberikan melalui infus selama 15 menit.

Parenteral

Diabetes insipidus kranial

Dalam bentuk argipressin: 5-20 unit melalui injeksi subkutan atau otot setiap 4 jam.

Selalu ikuti anjuran dari dokter sebelum penggunaan. Vasopressin diberikan dengan cara disuntikkan ke bawah kulit, ke otot, maupun ke pembuluh darah vena. Oleh karena itu, butuh bantuan dari petugas kesehatan untuk memberikannya pada Anda.

Vasopressin kadang menyebabkan efek samping sementara, seperti mual, sakit perut, atau blanching (warna pucat yang muncul ketika ditekan) pada kulit. Minumlah 1 atau 2 gelas air putih setiap kali Anda menerima suntikan vasopressin untuk dapat membantu meringankan efek samping ini.

Saat menggunakan vasopressin, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan medis secara berkala. Misalnya, tes darah dan elektrokardiogram (EKG).

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Anda juga sebaiknya segera menghubungi dokter ketika mengalami efek samping vasopressin yang serius berikut ini:

  • Nyeri dada.
  • Sakit kepala yang berat.
  • Denyut jantung lambat.
  • Mati rasa.
  • Kesemutan.
  • Rasa sakit.
  • Pingsan.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Penyakit arteri koroner (arteri yang mengeras).
  • Gagal jantung kongestif.
  • Penyakit ginjal.
  • Asma.
  • Sakit kepala migrain.
  • Epilepsi atau gangguan kejang lainnya.

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi vasopressin jika memiliki kondisi medis di bawah ini:

  • Hipersensitivitas.
  • Penyakit vaskular terutama penyakit arteri koroner.
  • Kelainan ginjal nefritis kronis.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan vasopressin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Dapat meningkatkan efek antidiuretik dari vasopressin bila digunakan bersama carbamazepine, chlorpropamide, clofibrate, urea, fludrocortisone, dan antidepresan trisiklik. 
  • Dapat menurunkan efektivitas antidiurektik pada vasopressin jika digunakan bersama demeclocycline, noradrenaline, lithium, heparin, dan alkohol.

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/vasopressin-injection-route/side-effects/drg-20066681
Diakses pada 13 September 2019

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/vasopressin.html
Diakses pada 13 September 2019

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/vasopressin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 13 September 2019

Artikel Terkait