Vaksin Rabies

27 Apr 2021| Dina Rahmawati
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Vaksin rabies digunakan untuk mencegah penyakit rabies sebelum atau setelah terpapar virus rabies

Vaksin rabies digunakan untuk mencegah penyakit rabies sebelum atau setelah terpapar virus rabies

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Rabies Immunoglobin, Rabipur, Vaccine Rabies, Vaccine Hepatitis B Rekombinan, Vaksin Jerap Bio-Td, Vaksin Measles Dan Rubella Biofarma, Verorab

Deskripsi obat

Vaksin rabies digunakan untuk mencegah penyakit rabies, sebelum atau setelah terpapar virus rabies. 

Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies pada manusia. Gejala rabies biasanya akan terjadi sekitar 4-12 minggu setelah digigit anjing, berupa demam, halusinasi, otot kaku, hingga menyebabkan kematian.

Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat mencegah atau melawan virus rabies. Vaksin rabies sendiri terdapat dua jenis, yaitu vaksin antirabies (VAR) untuk merangsang antibodi dalam tubuh dan serum antirabies (SAR) untuk menetralisir racun (toksin) rabies.

Vaksin Rabies ()
GolonganKelas terapi: Vaksin, antisera dan imunologi
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan vaksin rabies adalah:

  • Beberapa orang akan mengalami nyeri sementara, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan selama 24-48 jam
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa orang juga akan mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muntah

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan vaksin rabies pada:

  • Pasien dengan penyakit akut atau ringan
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga yang mengalami kejang demam
  • Pasien dengan riwayat gangguan perdarahan
  • Bayi lahir prematur atau memiliki riwayat ketidakmatangan (imaturitas) pernapasan
  • Anak-anak
  • Ibu hamil dan menyusui

Penyimpanan

Simpan pada suhu di antara 2-8°C. Lindungi dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Hindari penggunaan vaksin rabies pada pasien dengan kondisi medis, seperti:

  • Alergi terhadap vaksin rabies
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh yang parah
  • Kanker
  • HIV/AIDS

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan vaksin rabies pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Reaksi alergi parah atau demam tinggi yang terjadi dalam beberapa menit hingga satu jam setelah penyuntikan. Tanda-tanda reaksi alergi serius dapat berupa kesulitan bernapas, suara serak, tenggorokan bengkak, gatal-gatal, pucat, lemah, jantung berdebar kencang, atau pusing.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi vaksin rabies dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Obat antimalaria, kortikosteroid, dan penekan kekebalan tubuh (imunosupresan)
    Penggunaan bersamaan akan menurunkan efektivitas vaksin rabies.
  • Obat antikoagulan atau pengencer darah
    Peningkatan risiko perdarahan atau hematoma jika digunakan bersama obat antikoagulan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/vaccine,%20rabies?mtype=generic
Diakses pada 8 April 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a607023.html
Diakses pada 8 April 2021

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rabies/vaccination/
Diakses pada 8 April 2021

Vaccines. https://www.vaccines.gov/diseases/rabies
Diakses pada 8 April 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email