Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Vaksin Rabies

Ditulis oleh Dina Rahmawati
Terakhir ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Merk dagang yang beredar:

Rabies Immunoglobin, Rabipur, Vaccine Rabies, Vaccine Hepatitis B Rekombinan, Vaksin Jerap Bio-Td, Vaksin Measles Dan Rubella Biofarma, Verorab

Vaksin rabies adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit rabies pada sebelum atau setelah terpapar virus rabies. Vaksin rabies bekerja dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat terhindar atau melawan virus rabies. Pemberian vaksin rabies tentu harus diberikan oleh dokter.

Vaksin Rabies ()
Golongan

Vaksin, Antisera dan imunologi

Kategori Obat

Obat keras dengan resep

Bentuk Obat

Larutan injeksi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan vaksin rabies selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan vaksin.

Intramuskuler (melalui otot)

  • Pencegahan sebelum terpapar virus rabies

Dewasa: Imunisasi primer: 1 ml pada hari ke-0, 7, dan 28 (dosis ketiga dapat diberikan pada hari ke-21 jika perlu). Dosis penguat: Orang yang berisiko ringan atau berkelanjutan: 1 ml diberikan setelah 1 tahun melakukan imunisasi primer, lalu diberikan lagi 1 ml setiap 3-5 tahun. Orang yang berisiko intermiten (terjeda): Dosis diberikan sesuai rekomendasi resmi.

Anak-anak: Sama seperti dosis orang dewasa

Intramuskuler (melalui otot)

  • Pencegahan setelah terpapar virus rabies

Dewasa: Orang yang tidak diimunisasi atau diimunisasi tidak lengkap: 1 ml pada hari ke-0, 3, 7, 14, dan 28. Sebagai alternatif, dosis kelima dapat diberikan pada hari ke-30. Orang yang diimunisasi lengkap: 1 ml pada hari ke-0 dan 3.

Anak: Sama seperti orang dewasa

Aturan pakai Vaksin Rabies dengan benar

Sebelum melakukan vaksin rabies, berkonsultasilah pada dokter. Tanyakan berbagai hal mengenai vaksin rabies, seperti manfaat ataupun efek samping yang dapat dirasakan setelah mendapat vaksin.

Melakukan vaksin sebelum terpapar virus rabies penting untuk dilakukan agar terhindar dari penyakit tersebut, apalagi jika Anda orang yang berisiko. Sementara jika sudah terpapar virus, Anda belum terlambat untuk menghentikannya. Anda harus segera mendapat vaksin rabies setelah terpapar.

Selalu ikuti arahan dokter saat akan melakukan vaksin rabies. Lakukan jadwal vaksin secara teratur, dan jangan sampai melewatkannya.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Vaksin rabies dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Penyakit serum
  • Hilang kesadaran sementara (sinkop)
  • Memar atau lebam (hematoma)
  • Sklerosis multipel
  • Meningitis
  • Mielitis
  • Peradangan saraf optik di belakang mata (neuritis retrobulbar)
  • Kejang
  • Kelumpuhan sementara
  • Sindrom Guillain-Barre (jarang terjadi)
  • Kelainan kelenjar getah bening (limfadenopati)
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Lemas
  • Kedinginan
  • Mudah marah
  • Nyeri sendi
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Reaksi anafilaktoid atau hipersensitivitas (berpotensi fatal)

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beri tahu dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Penyakit akut atau ringan
  • Riwayat pribadi atau keluarga yang kejang demam
  • Riwayat gangguan pendarahan
  • Bayi prematur atau memiliki riwayat imaturitas pernapasan
  • Anak-anak
  • Hamil dan menyusui

Tunda vaksin jika sedang mengalami demam atau penyakit akut.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan vaksin rabies jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Hipersensitivitas (jika digunakan untuk pencegahan sebelum terpapar)
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh yang parah

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Menggunakan vaksin rabies dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi berikut:

  • Kurang efektif jika diberikan bersama dengan antimalaria, kortikosteroid, dan imunosupresan (penurun kekebalan tubuh) lainnya.
  • Peningkatan risiko pendarahan atau hematoma jika digunakan bersama dengan antikoagulan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/vaccine%2c%20rabies/?type=brief&mtype=generic. Diakses pada 05 September 2019.

Artikel Terkait:
Back to Top