Vaksin Polio

Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Vaksin polio digunakan untuk membantu mencegah penyakit polio pada anak

Vaksin polio digunakan untuk membantu mencegah penyakit polio pada anak

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Ipol

Deskripsi obat

Vaksin polio digunakan untuk membantu mencegah penyakit polio pada anak. Polio adalah penyakit menular karena virus yang menyerang terutama anak-anak. Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak antarmanusia atau makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Kebanyakan orang yang terinfeksi polio memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Namun, beberapa infeksi dapat menjadi sangat serius dan menyebabkan kelumpuhan atau ketidakmampuan bergerak pada bagian tubuh tertentu, seperti lengan, kaki, atau otot pernapasan.

Tidak ada obat untuk infeksi polio. Namun, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin polio oral (OPV) wajib diberikan pada anak-anak berusia 0-59 bulan, meski sebelumnya sudah mendapatkan imunisasi yang sama. Inilah yang membuat WHO bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional Polio setiap tahun. 

Vaksin Polio ()
GolonganKelas terapi : Vaksin, antisera, dan imunologi.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatVaksin
Dikonsumsi olehBayi, anak-anak, dewasa muda
Kategori kehamilan dan menyusui

Vaksin Polio Suntik

Belum ada informasi mengenai kategori keamanan pemberian vaksin polio pada wanita hamil. Vaksin polio hanya diberikan pada wanita hamil bila benar-benar dibutuhkan.

Keamanan penggunaan vaksin polio suntik selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Vaksin Polio Tetes

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Bila diberikan sesuai jadwal imunisasi, menyusui tidak memengaruhi respons imun bayi ketika diberikan vaksin polio oral.

Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian vaksin polio, antara lain:

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah hingga kondisi Anda membaik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda mengalami sakit kepala. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Iritabilitas.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Nyeri otot (mialgia).
  • Bengkak, kemerahan, dan nyeri pada area suntikan.
  • Demam
  • Kelelahan.
  • Diare.
  • Menangis terus menerus.
  • Gelisah.
  • Ruam pada kulit.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati).

Vaksin polio tetes dapat menyebabkan efek samping berupa penyakit polio sendiri karena kandungan vaksin yang berisi virus polio hidup yang dilemahkan. Namun, efek samping ini sangat jarang terjadi. Kasus polio hanya ditemukan pada 1 dari 2,6-5 juta kali pemberian pemberian vaksin polio tetes.

Orang yang lebih rentan mengalami efek samping vaksin polio tetes ini adalah yang sistem tubuhnya rendah, misalnya penderita HIV/AIDS dan orang yang menjalni kemoterapi.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum tercantum dalam daftar di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Perhatian Khusus

Obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Lemahnya sistem kekebaan yang disebabkan penyakit, transplantasi sumsum tulang, penggunaan obat-obatan tertentu, atau perawatan kanker.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Riwayat alergi terhadap vaksin lain sebelumnya.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 2-8°C, serta terlindung dari cahaya matahari langsung. Jangan dibekukan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan vaksin ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Sedang mengalami infeksi virus, seperti diare atau muntah-muntah.
  • Sedang menderita penyakit sedang atau berat dengan demam.
  • Reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap vaksin apa pun yang mengandung virus polio hidup atau tidak aktif.
  • Alergi terhadap 2-phenoxyethanol, formaldehyde, neomycin, streptomycin, atau polymyxin B.
  • Anda tidak boleh menerima vaksin booster jika Anda mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa setelah suntikan pertama.

Kategori kehamilan & menyusui

Vaksin Polio Suntik

Belum ada informasi mengenai kategori keamanan pemberian vaksin polio pada wanita hamil. Vaksin polio hanya diberikan pada wanita hamil bila benar-benar dibutuhkan.

Keamanan penggunaan vaksin polio suntik selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Vaksin Polio Tetes

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan vaksin polio tetes pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Mengantuk ekstrim.
  • Pingsan.
  • Kejang.
  • Demam tinggi dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah vaksin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Sampai sekarang, tidak diketahui interaksi yang dapat terjadi akibat pemberian vaksin polio suntik dengan obat lain.

Obat-obatan berikut dapat berinteraksi dengan vaksin polio tetes bila diberikan bersamaan:

  • Obat antikoagulan atau obat penghambat pembekuan darah.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Obat-obatan yang menekan sistem imun seperti kortikosteroid, obat golongan antimetabolit, dan terapi radiasi.
    Semuanya dapat menurunkan efektivitas vaksin polio oral dan dapat membuat virus polio bereplikasi lebih cepat dalam tubuh.
  • Vaksin MMR.
    Bila diberikan bersamaan dengan vaksin MMR atau jarak pemberian vaksin polio oral dengan MMR kurang dari 1 bulan, dapat menurunkan efektivitas vaksin polio tetes.
  • Vaksin kolera, tifoid, dan vaksin terhadap parasit Yersinia pestis.
    Bila diberikan bersamaan dengan vaksin kolera, tifoid, dan vaksin terhadap parasit Yersinia pestis dapat menyebabkan efek samping.

Untuk mencegah interaksi yang tidak diiinginkan, infokan semua obat yang sedang Anda konsumsi atau gunakan kepada dokter sebelum pemberian vaksin polio.

 


Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merk tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Rxlist. https://www.rxlist.com/ipol-drug.htm
Diakses pada 28 Januari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14411/poliovirus-vaccine-injection/details
Diakses pada 28 Januari 2021

Medicinet. https://www.medicinenet.com/poliovirus_vaccine-injection/article.htm
Diakses pada 28 Januari 2021

Medicinet. https://www.medicinenet.com/poliovirus_vaccine-oral/article.htm
Diakses pada 28 Januari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/polio-vaccine-inactivated.html
Diakses pada 28 Januari 2021

Emedicinehealth. https://www.emedicinehealth.com/drug-polio_vaccine_ipv/article_em.htm
Diakses pada 28 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/poliovirus-vaccine-inactivated-injection-route/description/drg-20069860
Diakses pada 28 Januari 2021

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/p046.html
Diakses pada 28 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/vaccine,%20poliomyelitis?mtype=generic
Diakses pada 28 Januari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/ipol
Diakses pada 28 Januari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/polio-vaccine-side-effects
Diakses pada 28 Januari 2021

Pediatric Oncall. https://www.pediatriconcall.com/drugs/oral-polio-vaccine/829
Diakses pada 28 Januari 2021

My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/19740-poliovirus-vaccine-inactivated-ipv
Diakses 28 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email