Vaksin Jerap Bio-Td

Vaksin jerap difteri tetanus adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit difteri dan tetanus. Vaksin ini dapat memicu tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap kuman difteri (C. diphteriae) dan tetanus (C. tetani). Imunitas yang terbentuk dapat bertahan hingga 10 tahun.

Vaksin Jerap Difteri Tetanus
Golongan

Vaksin

Kategori obat

Obat keras

Bentuk sediaan obat

Obat injeksi

Dikonsumsi oleh

Anak-anak dan dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Anak-anak usia 6 minggu-6 tahun:

  • 3 dosis pertama, masing-masing 0.5 mL, dengan interval 1-2 bulan (usia 2, 4, 6 bulan).
  • Dosis keempat diberikan 6 bulan setelah dosis ketiga (sekitar usia 15-18 bulan).
  • Dosis kelima diberikan pada usia 4-6 tahun.

Dewasa (termasuk anak usia 7 tahun ke atas):

  • 2 dosis pertama, 0,5mL, dengan interval 1 minggu.
  • Dosis ketiga diberikan setelah 6-12 bulan.

Booster:

  • 0,5 mL setiap 10 tahun

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan vaksin sebelum penggunaan. Vaksin jerap difteri tetanus tidak boleh dibekukan dan harus disimpan pada suhu 2-8°C.

Penggunaan vaksin jerap difteri tetanus dilakukan dengan cara disuntikkan pada otot (intramuskular).

Jika digunakan pada pasien dalam terapi imunosupresan, vaksin disuntikkan setidaknya 2 minggu sebelum terapi dimulai.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Setelah penyuntikan, pasien harus dipantau setidaknya selama 15 menit untuk diawasi jika ada tanda-tanda alergi. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Vaksin jerap difteri tetanus dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Saluran cerna: mual, muntah, diare
  • Reaksi di tempat penyuntikan: kemerahan, nyeri, lebam, bengkak
  • Reaksi alergi, pingsan
  • Demam, pusing, sakit kepala, hilang nafsu makan
  • Nyeri otot, nyeri sendi
  • Kulit: gatal, ruam kemerahan

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Kelainan perdarahan atau pembekuan darah
  • Sindrom Guillain-Barre
  • Daya tahan tubuh rendah
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak

Kontraindikasi

Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan vaksinasi jerap difteri tetanus, jika Anda memiliki riwayat alergi atau reaksi lokal yang berat pada vaksinasi difteri atau tetanus sebelumnya.

Jangan melakukan vaksinasi jika Anda sedang menderita penyakit akut yang sedang-berat, baik dengan atau tanpa demam.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.

Vaksin jerap difteri tetanus dapat meningkatkan risiko perdarahan jika di saat yang bersamaan Anda mengkonsumsi antikoagulan. Efek vaksin mungkin berkurang jika Anda sedang dalam terapi imunosupresan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

MIMS Indonesia. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/vaccine%2c%20diphtheria%20and%20tetanus%20toxoid/?type=brief&mtype=generic
Diakses 5 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10352/tetanus-diphtheria-toxoids-td-intramuscular/details
Diakses 5 September 2019

Artikel Terkait