Betaha, Calmuderm, Carmed, Erha21 Softens Dry & Rough Skin, Erhalogy Pro Callus, Moisderm

Urea adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kulit kering dan kasar akibat penyakit seperti eksim dan psoriasis. Urea juga bisa digunakan untuk mengatasi kerusakan kulit yang timbul akibat kuku cantengan.

Tidak hanya itu, bahan yang satu ini juga dapat digunakan untuk membantu menyingkirkan jaringan mati di luka sehingga penyembuhan luka bisa terjadi lebih cepat.

Urea dikenal sebagai keratolitik, karena dapat membantu menghaluskan kulit dengan cara menyingkirkan lapisan kulit yang menebal dan keras (keratin). Hal ini kemudian akan memicu terlepasnya sel kulit mati, dan membantu kulit agar bisa menampung lebih banyak cairan untuk menjaga kelembapannya.

Urea (Topikal) (-)
Golongan

Obat keras

Kategori obat

Diuretik dan obat kulit untuk kutil dan kapalan

Bentuk sediaan obat

Salep

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Untuk mengatasi masalah kulit, cukup oleskan krim atau salep yang mengandung urea selapis tipis pada area kulit yang terganggu dua sampai tiga kali sehari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan urea sebelum penggunaan. Urea tersedia dalam berbagai sediaan seperti krim, losion, gel, hingga sampo untuk digunakan di kulit, termasuk kulit kepala.

Jangan pernah mengonsumsi urea topikal. Obat ini hanya untuk dioleskan di permukaan kulit. Jika saat penggunaan, obat ini tidak sengaja mengenai mata, hidung, mulut, anus, atau vagina, segera bilas dengan air.

Jika menggunakan urea untuk mengobati kuku cantengan, bersihkan area kuku terlebih dahulu dengan menggunakan sabun dan air. Hanya oleskan urea di area kuku, dan jangan sampai mengenai area kulit di sekitarnya.

Obat ini bekerja paling baik apabila dioleskan saat kondisi kulit atau kuku masih lembap, setelah dibersihkan atau dicuci. Untuk penggunaannya pada kulit, pastikan untuk mengoleskannya secara merata hingga benar-benar meresap. Setelah selesai menggunakannya, cuci tangan hingga bersih.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Urea dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Sensasi terbakar di kulit
  • Gatal
  • Rasa seperti tersengat
  • Kemerahan
  • Iritasi

Kebanyakan orang yang menggunakan obat ini tidak merasakan munculnya efek samping. Namun, jika kondisi-kondisi di atas muncul setelah penggunaan, segera konsultasikan dengan dokter yang meresepkan obat.

Efek samping urea yang lebih parah juga dapat muncul, seperti kulit melepuh dan mengelupas, layaknya tanda-tanda adanya infeksi kulit. Segera hubungi dokter apabila kondisi ini terjadi.

Waspadai juga kondisi alergi yang mungkin muncul. Munculnya alergi umumnya ditandai dengan rasa gatal, pembengkakan di wajah, lidah, atau tenggorokan, sakit kepala hebat, dan sesak napas.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi seperti alergi dan adanya luka di kulit maupun infeksi kulit.

Beberapa produk yang mengandung urea dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Cek kemasan obat atau konsultasikan ke dokter yang meresepkan mengenai langkah khusus yang perlu dilakukan, saat berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari secara langsung.

Dokter umumnya akan menyarankan Anda untuk menghindari paparan sinar matahari atau prosedur tanning sementara waktu. Gunakan pakaian yang dapat melindungi kulit dari sinar matahari.

Untuk ibu hamil, obat ini hanya bisa digunakan apabila benar-benar dibutuhkan dan tidak ada alternatif lain yang lebih baik. Belum ada penelitan yang mengenai dampak penggunaan urea topikal terhadap produksi ASI. Konsultasikan ke dokter Anda apabila ingin mengoleskan obat ini, terutama di area dada.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan urea jika mempunyai kondisi medis di bawah ini.

  • Gangguan fungsi ginjal yang berat
  • Dehidrasi
  • Gagal hati
  • Gangguan pulmoner seperti penyumbatan atau pembengkakan
  • Perdarahan di otak
  • Gagal jantung
  • Memiliki riwayat penyakit sickle cell dengan gejala yang melibatkan sistem saraf pusat

 

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Beritahukan dokter yang merawat mengenai jenis produk kecantikan kulit yang Anda gunakan, termasuk produk yang berbahan herbal.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/urea-topical.html#moreResources
Diakses pada 2 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6047-829/urea-topical/urea-keratolytic-topical/details
Diakses pada 2 September 2019

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/urea/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 2 September 2019

Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/monografi/urea
Diakses pada 2 September 2019

Artikel Terkait