Uperio tablet 50 mg

Deskripsi obat

Uperio adalah obat untuk pengobatan gagal jantung pada pasien dewasa. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Uperio mengandung zat aktif sacubitril dan valsartan.

Uperio tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 563.200/box (50 mg) per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 2 blister @ 14 tablet (50 mg)
ProdusenNovartis Singapore Pharmaceutical Manufacturing

Informasi zat aktif

Sacubitril termasuk dalam golongan obat yang disebut inhibitor neprilysin dan valsartan termasuk dalam kelas obat yang disebut penghambat reseptor angiotensin (ARB). Obat ini bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah, yang memudahkan jantung memompa darah ke tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sacubitril dan valsartan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Sacubitril: Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah: Lebih dari 60%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak: Kira-kira 0,5-1 jam (sakubitril).
    Valsartan: Diserap dengan cepat dari saluran gastrointestinal. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah: Sekitar 23%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma: Selama 1,5 jam.
  • Distribusi: Sacubitril: LBQ657 melintasi sawar darah otak sampai batas tertentu (0,28%). Volume distribusi: 103 L. Pengikatan protein plasma: 94-97%.
    Valsartan: Volume distribusi: 75 L. Pengikatan protein plasma: 94-97%.
  • Metabolisme: Sakubitril: Dimetabolisme oleh esterase menjadi metabolit aktif, LBQ657.
    Valsartan: Dimetabolisme minimal (sekitar 20%; <10% sebagai metabolit hidroksil).
  • Ekskresi: Sakubitril: Melalui urin (kira-kira 52-68%); feses (37-48%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi): 1,4 jam (sakubitril).
    Valsartan: Terutama melalui feses (86%); urine (sekitar 13%). Waktu paruh eliminasi: Kira-kira 9,9 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Pengobatan gagal jantung pada pasien dewasa.

Komposisi obat

  • Sacubitril valsartan sodium hydrate 56.55 mg setara sacubitril 24,3 mg.
  • Valsartan 25,7 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet (50 mg) sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan pada pagi dan malam hari.

Efek samping obat

Perhatian Khusus

Hentikan pengobatan jika terjadi:

  •  Hipotensi.
  • Pembengkakan (angioedema).
  • Pasien penderita penyakit ginjal stadium akhir.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien anak dan remaja dibawah 18 tahun.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika Anda mengalami:

  • Penurunan tekanan darah hingga di baah normal (hipotensi).
  • Pembengkakan yang terjadi pada lapisan dalam kulit yang disebabkan karena reaksi alergi (angioedema).
  • Pasien penderita penyakit ginjal stadium akhir.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Harus Waspada, Tekanan Darah Tinggi dapat Menjadi Penyebab Gagal Jantung

Tekanan darah tinggi atau hipertensi, sebagai salah satu penyebab gagal jantung. Tekanan darah tinggi menjadi penyabab gagal jantung ketika pembuluh darah menyempit.
11 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Harus Waspada, Tekanan Darah Tinggi dapat Menjadi Penyebab Gagal Jantung

Bersihkan Pembuluh Darah dengan Berbagai Makanan untuk Kesehatan Jantung Ini

Alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan dikenal sebagai contoh makanan untuk kesehatan jantung. Ketiganya memiliki manfaat untuk menjaga pembuluh darah Anda dari plak yang dapat menghambat aliran darah.
20 May 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Bersihkan Pembuluh Darah dengan Berbagai Makanan untuk Kesehatan Jantung Ini

Komplikasi Hipertensi yang Berbahaya Jika Tak Dikendalikan

Komplikasi hipertensi dapat menyebabkan penyakit lain yang lebih serius. Jika tidak ditangani, komplikasi ini dapat menyerang organ jantung, otak, mata, dll.
18 Aug 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Komplikasi Hipertensi yang Berbahaya Jika Tak Dikendalikan