Ultilox Suspensi 150 ml

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Ultilox suspensi adalah obat untuk meringankan rnyeri dan rasa tidak nyaman yang disebabkan karena tingginya produksi asam lambung yang menyebabkan luka pada lambung (tukak lambung) dan usus (duodenum), serta peradangan lambung (gastritis). Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Ultilox suspensi mengandung zat aktif aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simetikon.

Ultilox Suspensi 150 ml
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
HETRp 30.000/botol
Produk HalalYa
Kandungan utamaAluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simetikon.
Kelas terapiAntasida, Agen Antirefluks, dan Antiulserasi.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 150 ml
ProdusenCoronet Crown

Informasi zat aktif

Magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida bekerja meningkatkan pH lambung sehingga menurunkan aktivitas pepsin (zat untuk mencerna makanan) dan mengurangi iritasi atau terjadinya luka karena asam dan juga meningkatkan perlindungan pada dinding lambung. Sedangkan simetikon bertindak sebagai agen penghilang dan mencegah pembentukan gas pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut. 

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simetikon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Aluminium hidroksida diabsorpsi dalam jumlah kecil ke seluruh tubuh (sistemik) dan magnesium hidroksida diabsorpsi sekitar 15-30% dapat diserap ke seluruh tubuh (sistemik) dan hal ini menimbulkan risiko tinggi pada pasien gagal ginjal.
  • Ekskresi: Aluminium hidroksida diekskresikan melalui feses tetapi terkadang terkandung dalam ASI, magnesium hidroksida yang tidak terabsorpsi diekskresikan melalui feses sedangkan obat yang diabsorbsi diekskresikan dengan cepat dalam urin, simetikon diekskresikan melalui feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut akibat tingginya produksi asam lambung yang menyebabkan luka pada lambung (tukak lambung) dan luka pada usus (tukak duodenum).
  • Peradangan lambung (gastritis).

Aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida merupakan antasida yang berperan menetralkan asam lambung yang bekerja meningkatkan pH di dalam lambung. Simetikon adalah obat anti gas yang bekerja dengan cara mengurangi produksi gelembung gas di saluran pencernaan yang menyebabkan rasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 sendok takar 5 ml (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½-1 sendok takar 5 ml (2,5-5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dan pada waktu menjelang tidur.

Efek samping obat

  • Diare.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta;ah kepada apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama mengonsumsi bisoprolol. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau semakin memburuk.
  • Mual dan muntah.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan minum beberapa gelas air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah segar serta sereal.

Perhatian Khusus

  • Jangan mengonsumsi bersamaan dengan obat untuk menangani kadar fosfat yang tinggi dalam darah (hiperfosfatemia).
  • Penggunaan jangka panjang lebih dari 6 minggu.
  • Pasien yang menjalani diet rendah magnesium.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simetikon.
  • Pasien yang sering mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Pasien dengan masalah pada ginjal termasuk batu ginjal.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ergocalciferol.
    Menggunakan ergocalciferol bersama dengan obat yang mengandung magnesium hidroksida dapat menyebabkan peningkatan kadar magnesium darah, terutama pada individu dengan fungsi ginjal yang berkurang. Gejala kadar magnesium tinggi adalah mual, muntah, kemerahan, kantuk, pusing, kebingungan, kelemahan otot, refleks berkurang, tekanan darah rendah, detak jantung lambat, dan gangguan pernapasan.
  • Asam askorbat.
    Penggunaan asam askorbat bersama dengan obat yang mengandung aluminium dapat menyebabkan keracunan (toksisitas) pada pasien dengan penyakit ginjal lanjut karena gangguan kemampuan untuk membersihkan aluminium dari tubuh. Risiko keracunan aluminium dapat lebih meningkat dengan asam askorbat dosis tinggi, yang meningkatkan penyerapan aluminium dari usus.
  • Aspirin.
    Menggunakan obat yang mengandung aluminium hidroksida bersama dengan aspirin dapat menurunkan efek aspirin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Feses berwarna hitam.
  • Pernapasan lambat atau kesulitan bernapas.
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur.
  • Perubahan suasana hati (mood).
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Sakit perut.
  • Muntah yang terlihat seperti bubuk kopi yang disebabkan gumpalan darah.
  • Kemerahan (ruam), gatal, atau bengkak terutama pada wajah, lidah, tenggorokan.
  • Pusing yang parah.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ultilox-ultilox%20forte?type=brief&lang=id
Diakses pada 3 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-935/aluminum-hydroxide-magnesium-hydroxide-simethicone-oral/details
Diakses pada 3 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/aluminum-hydroxide-magnesium-hydroxide-and-simethicone.html
Diakses pada 3 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/aluminum-hydroxide-magnesium-hydroxide-simethicone.html
Diakses pada 3 September 2020

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/aluminum_hydroxide_magnesium_hydroxide/article.htm#what_is_aluminum_hydroxide/magnesium_hydroxide_what_is_it_used_for
Diakses pada 3 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a024.html
Diakses pada 3 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/m001.html
Diakses pada 3 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/s011.html
Diakses pada 3 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Jangan Salah, Ini Beda Tukak Saluran Pencernaan dan Sakit Maag

Tukak saluran pencernaan dan sakit maag sering dibilang sama. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda dari penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya.
28 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Jangan Salah, Ini Beda Tukak Saluran Pencernaan dan Sakit Maag

Mengenal Proton Pump Inhibitor, Obat untuk Penyakit Asam Lambung Naik

Proton pump inhibitor adalah obat untuk mengurangi produksi asam di lambung. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi penyakit asam lambung naik (GERD) dan tukak lambung.
06 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Mengenal Proton Pump Inhibitor, Obat untuk Penyakit Asam Lambung Naik

Mengenal Berbagai Penyebab Sakit Ulu Hati yang Harus Diwaspadai

Penyebab sakit ulu hati harus Anda ketahui. Tak hanya karena penyakit, sakit ulu hati juga bisa terjadi karena gaya hidup dan obat yang Anda konsumsi.Baca selengkapnya
Mengenal Berbagai Penyebab Sakit Ulu Hati yang Harus Diwaspadai