Ulsikur Tablet 200 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Ulsikir tabket adalah obat untuk mengatasi kondisi yang disebabkan produksi asam lambung yang berlebih seperti gastritis dan tukak lambung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Sanmetidin mengandung zat aktif simetidin.
Ulsikur Tablet 200 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSimetidin.
Kelas terapiAntacida, antirefluks, dan antiulcer.
Klasifikasi obatHistamine H? Receptor Antagonist.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (200 mg)
ProdusenHexpharm Jaya

Informasi zat aktif

Permetrin adalah pedikulosida dan skabisida piretroid atau piretrin. Ini mengganggu masuknya ion Na melalui saluran membran sel saraf, menunda repolarisasi sehingga menyebabkan kelumpuhan dan kematian parasit.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, permetrin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara minimal dari kulit.
  • Metabolisme: Dengan cepat dimetabolisme di hati melalui hidrolisis ester menjadi metabolit yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui urin.

Indikasi (manfaat) obat

Simetidin mambantu mengatasi kondisi yang disebabkan produksi asam lambung berlebih termasuk:

  • Mengatasi luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Mengobati luka pada dinding usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Sensasi rasa panas dan seperti terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke esofagus (GERD).
  • Mengatasi tumor pada usus 12 jari atau pankreas (sindroma Zollinger-Ellison).
  • Mengobati iritasi atau luka pada lambung akibat penggunaan obat NSAID.

Simetidin bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi dalam tubuh. Sehingga membantu meredakan gejala dan membantu proses penyembuhan luka akibat asam lambung.

Komposisi obat

Simetidin 200 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Ulkus duodenum: 1-2 tablet sebanyak 3-4 kali/hari. Dikonsumsi minimal selama 4 minggu.
  • Sindroma Zollinger-Ellison dan hipersekresi lambung: 1 tablet sebanyak 4 kali/hari.
    • Dosis maksimal: 2400 mg/hari.
  • Esofagitis: 2 tablet sebanyak 4 kali/hari selama 4-8 minggu.


Anak-anak:

  • Menghambat sekresi lambung: 20-40 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi.
    Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Diare.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Kebingungan.
  • Ruam.
  • Letih.
  • Pembesaran kelenjar payudara pada pria (ginekomastia).
  • Impotensi.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki keganasan pada lambung.
  • Pasien penderita gagal ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita penyakit paru kronis.
  • Pasien penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Lignokain, fenitoin, warfarin, teofilin, antiaritmia, vasodilator, beta blocker, dan benzodiazepin.
      Simetidin dapat meningkatkan konsentrasi obat di atas dalam darah jika dikonsumsi secara bersama.
    • Ketokonazol, desatinib, itrakonazol, dan posakonazol.
      Simetidin dapat mengurangi absorpsi obat di atas.
    • Antasida.
      Antasida dapat mengurangi absorpsi dari simetidin.
    • Metoklopramid, propantelin atau sukralfat.
      Obat di atas dapat menurunkan ketersediaan hayati dari simetidin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Rasa sakit ketika menelan.
  • Tinja berdarah atau lembab, batuk dengan lendir atau muntah berdarah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Mengalami perubahan suasana hati, kecemasan, atau gelisah.
  • Merasa kebingungan dan halusinasi.
  • Terjadi pembengkakan atau nyeri pada payudara.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sanmetidin?type=brief&lang=id Diakses pada 4 Agustus 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cimetidine?mtype=generic Diakses pada 4 Agustus 2020 Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cimetidine.html Diakses pada 4 Agustus 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682256.html Diakses pada 4 Agustus 2020 Patient. https://patient.info/medicine/cimetidine-to-reduce-stomach-acid-tagamet Diakses pada 4 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email