Tropistan Kaplet 500 mg

Tropistan kaplet adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang.

Deskripsi obat

Tropistan kaplet adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Tropistan kaplet mengandung zat aktif asam mefenamat.
Asam mefenamat adalah obat yang mempu meredakan nyeri seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri haid, nyeri karena trauma, dan mampu mengatasi peradangan sendi (arthritis). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase yang membantu dalam proses pembentukan prostaglandin atau senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan, dengan penghambatan prostaglandin maka tidak akan terjadi gejala dari peradangan seperti nyeri dan demam.

Tropistan Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 230.000/box per Juli 2020
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenTropica Mas Pharma

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan sakit kepala.
  • Meredakan nyeri haid (dismenore).
  • Mengatasi nyeri ringan akibat peradangan sendi.
  • Meringankan nyeri otot.
  • Meredakan nyeri ringan hingga sedang.
  • Meringankan nyeri karena trauma.
  • Mengatasi nyeri pasca operasi.
  • Meredakan sakit gigi.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 500 mg, kemudian dilanjutkan 250 mg/6 jam.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan saluran pencernaan seperti:
    • Mual.
    • Muntah.
    • Diare.
  • Mengantuk.
  • Sakit kepala.
  • Pendarahan pada lambung.
  • Gugup.
  • Peradangan pada dinding lambung (gastritis).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan pada darah:
    • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
    • Penurunan jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia).
    • Penurunan jumlah eosinofil dalam darah (eosinofilia).
    • Penurunan jumlah sel darah putih dalam darah (leukopenia).
    • Mengantuk.
    • Anemia hemolitik.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Reaksi alergi seperti:
    • Asma.
    • Kelainan pada kulit.
  • Sakit perut.
  • Pusing.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis lebih dapat menyebabkan anemia hemolitik.
  • Rasa terbakar atau panas di dada yang disebabkan peningkatan asam lambung ke kerongkongan.
  • Reakasi alergi berat (anafilaktik).
  • Pandangan kabur.
  • Kejang.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kelainan fungsi ginjal dan hati.
  • Anak-anak 14 tahun ke bawah.
  • Jangan digunakan selama 7 hari ke atas.
  • Jangan mengonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan.
  • Pasien penderita pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma), peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi), biduran (urtikaria) atau obat non steroid karena dapat menyebabkan terjadinya sensititvitas silang (cross sensitivity).
  • Pada penggunaan jangka panjang lakukan pemantauan darah.
  • Hentikan penggunan jika terjadi diare.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien lanjut usia.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita.
    Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang
    mungkin timbul pada janin.
  • Pada kehamilan trimester ketiga:
    Kategori D. Obat terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia. Namun besarnya manfaat jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Pasien yang memiliki reaksi alergi terhadap asam mefenamat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi) seperti ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan penghambat beta.
  • Dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan fungsi pada ginjal (nefrotoksisitas) pada penggunaan bersama siklosporin dan takrolimus.
  • Dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat.
  • Peningkatan kadar plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal.
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat seperti aspirin, obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Penggunaan dengan furosemid dan hidroklortiazid dapat menurunkan efek pengeluaran air seni pada obat diuretik.

MIMS. https://mims.com/indonesia/drug/info/tropistan?type=brief&lang=id
Diakses pada 9 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/mefenamic-acid-343294#0
Diakses pada 9 Juli 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-mefenamat
Diakses pada 9 Juli 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mefenamic%20acid
Diakses pada 9 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email