Triptagic Tablet 100 mg

27 Okt 2020
no-image-drug

Deskripsi obat

Triptagic tablet adalah obat untuk mengobati sakit kepala (migrain) dan sakit kepala berulang (sakit kepala cluster). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Triptagic tablet mengandung zat aktif sumatriptan.

Triptagic Tablet 100 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaSumatriptan.
Kelas terapiAntimigrain.
Klasifikasi obatTriptan.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 tablet (100 mg)
ProdusenTempo Scan Pacific

Informasi zat aktif

Sumatriptan adalah agonis serotonin selektif yang bekerja pada reseptor 5-HT1 yang dapat menyebabkan menyempitnya pembuluh darah (vasokontriksi) dan meredakan pembengkakan (antiinflamasi) sehingga dapat menhilangkan sakit kepala migran.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sumatriptan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi dengan cepat tetapi tidak sempurna dari saluran cerna. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (konsentrasi puncak plasma) tercapai dalam 2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI dan ikatan protein plasma sebanyak 14-21%.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme lintas pertama.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin dan feses dan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

Migrain menyebabkan pembuluh darah di otak membesar dan menyebabkan pelepasan bahan kimia di otak yang dapat menyebabkan peradangan (pembengkakan dan iritasi). Sumatriptan bekerja dengan membantu mengembalikan pembuluh darah Anda ke ukuran normalnya dan membantu mencegah pelepasan bahan kimia yang menyebabkan peradangan ini oleh tubuh Anda.

Komposisi obat

Sumatriptan 100 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 50-100 mg diulang setiap 2 jam jika migrain berulang.
  • Maksimal: 300 mg setiap 24 jam.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mual atau muntah.
    Konsumsi makanan yang sederhana dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pedas. Jika Anda sedang mual, cobalah minum sedikit air untuk menghindari dehidrasi. Mungkin mengonsumsi obat setelah makan, dapat membantu meringankan gejala ini.
  • Merasa pusing, goyah pada kaki Anda atau lelah.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar Anda tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa pusing atau sedikit gemetar.
  • Merasa panas atau dingin, wajah memerah.
    Jika ini mengganggu atau tidak kunjung hilang, bicarakan dengan dokter umum.
  • Iritasi atau rasa terbakar di hidung atau tenggorokan Anda.
    Hal ini biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat.
  • Mimisan.
    Hal ini biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Segera cari pertolongan medis jika pendarahan tidak berhenti setelah 10 hingga 15 menit, terutama jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin atau rivaroksaban, menderita hemofilia atau kondisi lain yang berarti darah Anda tidak dapat menggumpal dengan baik.
  • Rasa tidak enak di mulut Anda.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kondisi kejang.
  • Pasien dengan dengan faktor risiko penyakit jantung koroner.
  • Pasien dengan detak jantung cepat (aritmia).
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Lansia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan triptagic tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Tidak untuk digunakan sebagai profilaksis dan pada pasien dengan sakit kepala yang menyebabkan denging di telinga (migrain basilar), kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiplegia) atau kelumpuhan otot mata (oftalmoplegia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap sulfonamida.
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung (infark miokard) atau stroke.
  • Pasien dengan gangguan hati berat.
  • Pasien dengan penyakit jantung iskemik.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
  • Pasien dengan penyakit pembuluh darah perifer.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat oksidase monoamine (MAOIs) seperti fenelzin, isokarboksazid, atau tranilsipromin, antidepresan trisiklik, seperti amitriptiline, sertralin, fluoksetin.
    Penggunaan obat tersebut dengan sumatriptan dapat menyebabkan kondisi parah yang disebut sindrom serotonin dimana kadar serotonin terlalu tinggi dalam darah. Gejala dapat berupa perasaan marah atau gelisah (agitasi), berkeringat, detak jantung cepat, atau melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata (halusinasi) dan juga bisa termasuk mual, muntah, diare, atau kehilangan keseimbangan.
  • Obat yang mengandung ergot, seperti dihidroergotamin atau metisergid.
    Penggunaan obat tersebut dengan sumatriptan meningkatkan risiko efek samping tertentu, seperti sesak atau tekanan di dada Anda. Jangan minum obat ini jika Anda telah menggunakan sumatriptan dalam 24 jam terakhir.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • Sesak atau kesemutan di wajah, lengan, kaki atau dada Anda.
  • Perasaan hangat atau dingin di wajah, lengan, kaki, atau dada Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sumatriptan?mtype=generic
Diakses pada 15 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/sumatriptan/
Diakses pada 15 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/sumatriptan-oral-tablet#interactions
DIakses pada 15 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email