Trimethropim adalah antibiotik yang dapat mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih
Trimethroprim sebagai antibiotik pada infeksi bakteri

Primadex, Infatrim, Citoprim, Ratrim, Cotrimoxazole, Novatrim, Kemtov 480, Primavon

Trimethoprim merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih. Obat ini bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri. Ini tidak akan bekerja untuk pilek, flu, atau infeksi virus lainnya.

 

Trimethoprim (Trimethoprim)
Golongan

Antibiotik

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet salut selaput

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral

Otitis media akut

  • Anak: umur >6 bulan: 10 mg/kg sehari dalam 2 dosis terbagi tiap  12 jam selama 10 hari.

Oral

Infeksi didapat, infeksi saluran kemih

  • Dewasa: 100 atau 200 mg dua kali sehari, sebagai alternatif, 200 atau 300 mg satu kali sehari selama 3-14 hari, tergantung pada tingkat keparahannya.
  • Anak:  usia 4 bulan-12 tahun : 6 mg/kg sehari dalam 2 dosis terbagi. Regimen alternatif: usia 4 bulan-2 tahun 25 mg dua kali sehari, usia >2-6 tahun 50 mg dua kali sehari, usia >6-12 tahun 100 mg dua kali sehari.

Oral

Prophylaxis infeksi saluran kemih berulang

  • Dewasa: 100 mg sekali sehari pada malam hari.
  • Anak: usia 4 bulan-12 tahun 2 mg/kg sekali sehari pada malam hari. Regimen alternatif: usia 4 bulan-2 tahun 25 mg pada malam hari, usia >2-8 tahun 50 mg di malam hari, usia 8-12 tahun 100 mg di malam hari.

Baca petunjuk di kemasan atau ikuti sesuai dari anjuran dari dokter sebelum menggunakan obat trimethoprim.

Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan. Biasanya 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan atau seperti yang diarahkan oleh dokter.

Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Gunakan terus obat ini hingga selesai jangan memberhentikan obat ini terlalu cepat karena dapat menyebabkan kambuhnya infeksi.

Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat trimethoprim dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: mual, muntah, sakit mulut, sakit kepala, demam. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Detak jantung cepat atau lambat
  • Kelemahan otot
  • Sakit kepala terus menerus
  • Perubahan mood
  • Penglihatan kabur
  • Leher kaku

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda.

Pruritus, Ruam, urtikaria, gangguan saluran cerna ringan (Mual, muntah, glossitis, sakit mulut); gangguan enzim hati, fotosensitivitas, angioedema, myalgia, sakit kepala; hiperkalemia, hiponatremia; agranulositosis. Jarang, demam, penyakit kuning kolestatik, dermatitis eksfoliatif, anafilaksis, meningitis aseptik, anemia megaloblastik, trombositopenia, leukopenia, neutropenia, methemoglobinemia.

Berpotensi Fatal: Sekalipun jarang dapat mengakibatkan eritema multiforme, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan hati dan ginjal
  • Kehamilan dan menyusui
  • Anemia
  • Kelainan darah 

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Anemia

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat trimethoprim dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat meningkatkan kadar dapson.
  • Dapat meningkatkan eliminasi dan memperpendek waktu paruh eliminasi trimetoprim bila digunakan dengan rifampicin.
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin, digoxin, procainamide, rosiglitazone, repaglinide, zidovudine, zalcitabine, lamivudine.
  • Dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas dengan ciclosporin.
  • Meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin.
  • Dapat menyebabkan hiponatremia bila digunakan dengan diuretik.
  • Dapat mengakibatkan anemia megaloblastik bila digunakan dengan penghambat asam folat (mis: pirimetamin, metotreksat)
  • Dapat meningkatkan risiko aplasia sumsum tulang bersama dengan pemberian penekan pertumbuhan sumsum tulang.
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia bila digunakan dengan ACE inhibitor.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4083-44/trimethoprim-oral/trimethoprim-oral/details
Diakses pada 10 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/trimethoprim-oral-route/description/drg-20066552
Diakses pada 10 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/trimethoprim/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 10 Desember 2018

Artikel Terkait