Trihexyphenidyl adalah obat psikiatri untuk mengobati gejala penyakit Parkinson
Trihexyphenidyl dapat mengobati gejala penyakit Parkinson

Arkine, Hexymer, Parkina

Trihexyphenidyl digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson serta efek samping dari penggunaan obat-obatan psikiatri tertentu. Misalnya antipsikotik seperti chlorpromazine datau haloperidol. Trihexyphenidyl termasuk dalam golongan antikolinergik, yang bekerja dengan cara menghambat zat tertentu (acetylcholine). Obat ini mengurangi kekakuan otot, keringat, produksi air liur, dan membantu meningkatkan kemampuan berjalan penderita Parkinson.

Trihexyphenidyl (Trihexyphenidyl)
Golongan

Obat antimuskarinik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Gejala ekstrapiramidal akibat induksi obat

  • Dewasa: Dosis awal 1 mg per hari, ditingkatkan menjadi 5-15 mg per hari dalam 3-4 dosis terbagi.
  • Lansia: membutuhkan dosis yang lebih rendah

Parkinson

  • Dewasa: Dosis awal 1 mg per hari, ditingkatkan bertahap dengan interval 3-5 hari, setiap kenaikan 2 mg, sampai mencapai 6-10 mg per hari dalam 3-4 dosis terbagi. Untuk pasien gangguan saraf akut: 12-15 mg per hari.
  • Lansia: membutuhkan dosis yang lebih rendah

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan. Biasanya 3 hingga 4 kali sehari atau sesuai rekomendasi dokter.

Dokter akan memberikan dosis rendah pada awal pemakaian, yang akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kondisi medis.

Obat ini kadang menyebabkan kecanduan. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakannya terlalu lama. Penghentian pemakaian obat secara tiba-tiba akan membuat kondisi memburuk.

Beri tahu dokter jika kondisi memburuk atau tidak membaik.

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat trihexyphenidyl dapat menyebabkan efek samping berupa mulut kering, midriasis, mengantuk, pusing, sembelit, kemerahan, mual, penglihatan kabur, dan rasa gugup. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Kesulitan buang air kecil
  • Kelemahan otot
  • Sakit perut yang parah
  • Gangguan kejiwaan
  • Peningkatan tekanan bola mata
  • Dilatasi kolon
  • Ileus paralitik
  • Parotitis supuratif
  • Glaukoma

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.  

  • Gangguan hati dan ginjal
  • Glaukoma
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui

 

 

 

 

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan trihexyphenidyl bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan trihexyphenidyl.

Jenis obatInteraksi

Fenotiazin, clozapine, antihistamin, disopiramid, nefopam, amantadine

Peningkatan efek samping antimuskarinik
Antidepresan trisiklikMenimbulkan efek sinergistik
Penghambat monoamine oksidaseMenyebabkan mulut kering, penglihatan buram, kesulitan buang air kecil, sembelit

Metoclopramide, domperidone

Menimbulkan efek antagonistik pada metoclopramide dan domperidone pada fungsi saluran cerna
Levodopa

Penurunan penyerapan levodopa

ParasimpatomimetikMenimbulkan efek antagonis terhadap parasimpatomimetik

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Artikel Terkait