Trihexyphenidyl

02 Mar 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Trihexyphenidyl digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson

Trihexyphenidyl digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Arkine, Hexymer, Parkina

Deskripsi obat

Trihexyphenidyl digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson. Parkinson adalah salah satu penyakit saraf yang mempengaruhi bagian otak dalam mengoordinasikan gerakan tubuh.

Obat ini akan membantu mengurangi kekakuan otot, keringat, dan produksi air liur, serta membantu meningkatkan kemampuan berjalan pada penderita penyakit Parkinson.

Trihexyphenidyl merupakan obat golongan antimuskarinik. Obat antimuskarinik dapat menghentikan kejang otot parah pada punggung, leher, dan mata yang terkadang disebabkan obat-obatan psikiatri.

Trihexyphenidyl (Triheksifenidil)
GolonganKelas terapi : Antiparkinson Klasifikasi Obat : Antimuskarinik
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet
Dikonsumsi olehDewasa dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap penggunaan obat. Namun, segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius.

Efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan trihexyphenidyl, antara lain:

  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan pedas.
  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum alkohol saat mengonsumsi obat ini karena dapat memperburuk sakit kepala. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi obat ini. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Mulut kering
  • Mulut kering
  • Penglihatan kabur
  • Pusing
  • Konstipasi (sembelit)
  • Kesulitan buang air kecil

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan trihexyphenidyl jika mengalami:

  • Tekanan bola mata (glaukoma)
  • Prostat yang membesar
  • Masalah buang air kecil
  • Penyumbatan dalam usus (obstruksi usus) dan sembelit parah
  • Epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • Masalah jantung
  • Penyakit arteri koroner (pembuluh darah arteri tersumbat)
  • Tekanan darah tinggi
  • Masalah dengan saraf, otak, atau sumsum tulang belakang

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika memiliki riwayat alergi terhadap trihexyphenidyl.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan trihexyphenidyl pada ibu hamil.

Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Kulit panas dan kering atau kurang berkeringat
  • Gerakan tak sadar berulang yang cepat atau tersentak-sentak
  • Sembelit parah
  • Nyeri atau sulit buang air kecil
  • Pikiran atau perilaku tidak biasa
  • Kebingungan dan masalah ingatan
  • Reaksi sistem saraf yang parah, seperti otot yang sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak seimbang, tremor, serta perasaan seperti akan pingsan

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Mengonsumsi obat trihexyphenidyl dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Rasagiline, duloxetine, pregabaline, dan quetiapine
    Penggunaan trihexyphenidyl bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, kantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/trihexyphenidyl?mtype=generic
Diakses pada 18 Februari 2021

Michigan Medicine. https://www.uofmhealth.org/health-library/d00970a1
Diakses pada 18 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/trihexyphenidyl#nav-4
Diakses pada 18 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682160.html
Diakses pada 18 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email