Tretinoin oral bekerja dengan mencetuskan diferensiasi sel dan menekan pembelahan sel leukemia promielositik akut.

Acnosil, Clidacor-T, Depigmen, Erymed Plus, Estera, Eudyna, Medi-klin TR, Melavita, Niotinex Forte, Nuface, Reticor, Retin-A, ReviDerm, Skinovit, Treclin, Trentin, Tracne, Vitacid

Tretinoin adalah turunan vitamin A (retinol), yang memiliki fungsi bagi tubuh dalam mengatur pembentukan, pembelahan, dan diferensiasi sel. Obat ini bisa digunakan dalam bentuk oral maupun topikal.

Tretinoin topikal digunakan untuk mengobati beberapa kelainan kulit, seperti jerawat serta keratosis folikularis. Tretinoin topikal bekerja dengan mencetuskan pergantian sel kulit sehingga dapat menyebabkan keluarnya komedo dan mencegah terbentuknya komedo baru. Obat ini juga memiliki efek antiperadangan.

Sementara tretinoin oral umumnya digunakan dalam pengobatan kanker, misalnya leukemia promielositik akut. Jenis leukemia ini menyebabkan terlalu banyaknya sel darah putih yang tidak berfungsi dengan baik. Tretinoin oral bekerja dengan mencetuskan diferensiasi sel dan menekan pembelahan sel leukemia promielositik akut.

Tretinoin Oral
Golongan

Retinoid

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh pada ibu hamil dapat dipertimbangkan (misalnya bila obat diperlukan dalam keadaan mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Keamanan penggunaan tretinoin selama menyusui masih belum diketahui. Hindari konsumsi tretinoin oral pada saat menyusui. Penggunaan tretinoin topikal sangat sedikit diserap ke dalam tubuh dan berisiko rendah terhadap bayi. Pastikan bayi tidak terkena bagian kulit yang diolesi tretinoin. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum penggunaannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Leukemia promielositik akut

  • Dewasa: Induksi remisi: 45 mg/m2 per hari dibagi dalam dua dosis. Pengobatan dilanjutkan hingga 30 hari setelah terjadi remisi total atau hingga 90 hari, yang mana terjadi lebih dulu.
  • Anak: Induksi remisi: 1-16 tahun: Sama dengan dosis dewasa.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk label pada kemasan sebelum digunakan atau dikonsumsi.

Obat tretinoin dalam bentuk kapsul diminum melalui mulut, biasanya 2 kali sehari. Konsumsi tretinoin bersamaan dengan makanan dapat meningkatkan penyerapan tretinoin oral.

Gunakan juga obat ini secara teratur dan pada waktu yang sama setiap harinya untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingatlah bahwa Anda tidak boleh meningkatkan dosis maupun mengubah frekuensi minum obat ini tanpa arahan dari dokter.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Efek samping yang dapat ditimbulkan akibat pemakaian tretinoin oral meliputi sakit kepala, demam, xeroderma, kulit kering, cheilitis / bibir kering, bengkak, mual, muntah, nyeri dan peradangan tulang, alopesia/kebotakan, gangguan penglihatan, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (misalnya, detak jantung tidak teratur, serangan jantung), dan gangguan sistem pernapasan (misalnya, sesak napas, pneumonia, asma, atau edema paru), peningkatan trigliserida, serta peningkatan enzim hati.

Berpotensi fatal: Retinoic acid syndrome dengan dan/atau tanpa leukositosis.

Sindroma ini merupakan efek samping yang berpotensi mengancam nyawa yang ditemukan pada 2-27% anak dengan leukemia promielositik akut, yang diobati dengan tretinoin oral. Sindroma ini pada umumnya muncul 7 hari setelah dimulainya pengobatan tretinoin.

Sindroma ini ditandai dengan kesulitan bernapas, demam, infiltrat pada paru, peningkatan berat badan, adanya cairan pada paru dan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, serta tekanan darah rendah (hipotensi).

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan ginjal atau hati.
  • Bila tretinoin akan digunakan oleh wanita yang berpotensi untuk hamil, disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi selama penggunaan obat ini hingga 1 bulan setelah berhenti memakai tretinoin. Efek samping tretinoin tergolong berat pada janin.
  • Jangan melakukan donor darah setidaknya 1 bulan setelah menggunakan tretinoin, karena khawatir darah yang didonorkan akan diberikan kepada wanita hamil di mana wanita hamil rentan mengalami anemia.

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Alergi terhadap penggunaan tretinoin.
  • Penggunaan bersamaan dengan doksisiklin, minosiklin, dan tetrasiklin bersamaan dengan tretinoin dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial.
  • Kehamilan (trimester pertama) dan menyusui.
  • Penggunaan bersamaan dengan vitamin A.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

 

Mengonsumsi tretinoin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Peningkatan risiko pseudotumor serebri/hipertensi intraserebral bila dikonsumsi bersamaan dengan tetrasiklin. Kondisi ini ditandai dengan gejala pusing dan sakit kepala berat.
  • Peningkatan iritasi kulit dengan obat topikal, sabun, pembersih, dan kosmetik lain yang mengandung alkohol tinggi, astringen, jeruk nipis, atau produk lain yang mengandung sulfur, resorsinol, atau asam salisilat.
  • Efikasi obat akan menurun bila digunakan bersamaan dengan agen pengoksidasi (misalnya benzoil peroksida).
  • Berpotensi fatal: Munculnya gejala hipervitaminosis A bila dikonsumsi bersamaan dengan vitamin A.

Ditinjau oleh: dr Virly Isella

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/tretinoin/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 11 Desember 2018

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12028/tretinoin-chemotherapy-oral/details

Diakses pada 11 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/tretinoin-oral-route/description/drg-20066502

Diakses pada 11 Desember 2018

PubChem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Retinoic_acid

Diakses pada 11 Desember 2018

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/retin-a-renova-tretinoin-topical-343555#11

Diakses pada 11 Desember 2018

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/vesanoid-tretinoin-342233#90

Diakses pada 11 Desember 2018

National Library of Medicine (US). 2018.

Diakses pada 11 Desember 2018

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/retinoic-acid-syndrome

Diakses pada 11 Desember 2018

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/tretinoin

Diakses pada 11 Desember 2018

Artikel Terkait