Trental Tablet 400 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Trental tablet adalah obat untuk mengatasi penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Trental tablet mengandung zat aktif pentoksifilin.
Trental Tablet 400 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaPentoksifilin.
Kelas terapiHemorologis.
Klasifikasi obatVasodilator perifer.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (400 mg)
ProdusenAventis Pharma

Informasi zat aktif

Pentoksifilin adalah turunan xanthin. Obat ini dapat menurunkan viskositas darah, meningkatkan deformabilitas leukosit dan fleksibilitas eritrosit, dan menurunkan adhesi atau aktivasi neutrofil. Obat ini juga meningkatkan mikrosirkulasi dan oksigenasi jaringan perifer dengan meningkatkan aliran darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pentoksifilin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan hampir seluruhnya dari saluran pencernaan. Waktu untuk mencapai puncak konsentrasi plasma yaitu dalam 2-4 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme jalur pertama yang ekstensif di hati. Dimetabolisme di membran eritrosit dan hati melalui reduksi dan oksidasi menjadi metabolit aktif I [1- (5-hydroxyhexyl) -3,7-dimethylxanthine] dan metabolit V [1- (3-carboxypropyl) -3,7-dimethylxanthine].
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (95%; 50-80%, sebagai metabolit V, 20%, sebagai metabolit lainnya); kotoran (4% ke bawah). Waktu paruh eliminasi plasma sekitar 24-48 menit (pentoxifylline); 60-96 menit (metabolit).

Indikasi (manfaat) obat

Pentoksifilin bekerja dengan mengurangi kekentalan darah dan meningkatkan aliran darah terutama di pembuluh darah kecil pada tangan dan kaki, sehingga membantu darah membawa oksigen ke dalam jaringan dan organ.

Komposisi obat

Pentoksifilin 400 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

400 mg sebanyak 2-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Nyeri dada.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Penurunan tekanan darah secara sementara (hipotensi transien).
  • Penurunan perfusi arteri koroner.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor).
  • Gugup.
  • Mengantuk.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan kondisi kejiwaan yangmmebuat penderita merasa gelisah dan marah tanpa ada pemicunya (agitasi).
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Mual atau muntah.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Otot-otot yang melapisi bronkus atau saluran udara mengalami pengencangan (bronkospasme).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Penglihatan kabur.
  • Ruam dan kemerahan pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Biduran.
  • Nyeri pada ulu hati.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan faktor risiko komplikasi perdarahan seperti pasien yang baru menjalani pembedahan.
  • Pasien penderita penyakit serebrovaskular.
  • Pasien yang mengalami penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Pasien penderita peyakit arteri koroner yang berat.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal berat.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan trental tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap pentoksifilin atau metil xanthin lainnya.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada retina serebral dan ekstensif.
  • Pasien yang mengalami serangan jantung (infark miokard akut).
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia jantung) yang berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Simetidin dan siprofloksasin.
    Penggunaan pentoksifilin secara bersamaan dengan simetidin atau siprofloksasin dapat menyebabkan peningkatan paparan dan dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.
  • Antikoagulan warfarin, inhibitor agregasi trombosit seperti klopidogrel, dan ketorolak.
    Pentoksifilin dapat memperpanjang waktu protombin dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika dikonsumsi dengan obat antikoagulan seperti warfarin, klopidogrel, dan ketorolak.
  • Teofilin.
    Pentoksifilin dapat meningkatkan kadar teofilin dan dapat menyebabkan risiko terjadinya keracunan obat teofilin.
  • Antihipertensi, insulin, dan hipoglikemik oral.
    Pentoksifilin dapat meningkatkan efek farmakologis dari agen antihipertensi, insulin, dan hipoglikemik oral.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Beri tahu dokter Anda segera jika salah satu dari efek samping yang jarang tetapi sangat serius ini terjadi:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Nyeri dada.
  • Jika Anda melihat gejala reaksi alergi yang serius, termasuk ruam, gatal, bengkak (terutama pada wajah, lidah atau tenggorokan), pusing parah, kesulitan bernapas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/trental
Diaskes pada 11 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pentoxifylline
Diaskes pada 11 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_pentoxifylline_trental/drugs-condition.htm
Diaskes pada 11 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pentoxifylline.html
Diaskes pada 11 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5022/pentoxifylline-oral/details
Diaskes pada 11 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email