Tremenza Tablet

08 Jul 2020| Aby Rachman
Tremenza tablet adalah obat untuk meringankan gejala flu yang disebabkan karena alergi pada saluran pernapasan bagian atas.

Deskripsi obat

Tremenza tablet adalah obat untuk meringankan gejala flu yang disebabkan karena alergi pada saluran pernapasan bagian atas. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Tremenza tablet mengandung zat aktif pseudoefedrin dan triprolidin. Pseudoefedrin bekerja dengan mengurangi pembengkakan akibat peradangan pada membran mukosa hidung sehingga melancarkan jalan nafas pada hidung, sedangkan triprolidin bekerja dengan menghambat efek histamin yang merupakan zat yang diproduksi oleh tubuh untuk menimbulkan terjadinya reaksi alergi.

Tremenza Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet
ProdusenSanbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

Meringankan gejala-gejala flu karena alergi pada saluran pernapasan bagian atas.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 3-4 kali/hari.

  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mulut, hidung, dan tenggorokan kering.
  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Gangguan koordinasi.
  • Gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Gangguan kesulitan tidur (isomnia).
  • Halusinasi.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Penglihatan kabur.
  • Letih.
  • Mual.
  • Sakit kepala.
  • Gelisah.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita stroke.
  • Pasien yang mengalami pembesaran pada kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien yang mengalami peningkatan kelenjar tiroid yang tinggi dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita epilepsi.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita asma, peradangan paru (bronkitis), dan tumor pada kelenjar adrenal (freokromositoma).
  • Pasien penderita gangguan fungi hati dan ginjal.
  • Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Jika gejala tidak hilang atau timbul demam dalam 2 hari, segera konsultasikan ke dokter.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami gangguan kesulitan tidur (insomnia), jantung berdebar-debar (palpitasi) atau pusing.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol, obat penenang atau obat lain yang menimbulkan rasa kantuk.
  • Kategori kehamilan dan ibu menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Jangan dikonsumsi pada pasien penderita penyakit saluran nafas bagian bawah termasuk asma.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderitaa penyakit arteri koroner.
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Furazolidan.
  • Bretilium.
  • Betanidin.
  • Guanetidin.
  • Debrisokuin.
  • Metildopa.
  • Obat simpatomimetik.
  • Obat penghambat monoamin oksidase seperti fenelzin, transilpromin, dan isokarboksazid.
  • Alkohol.

Sesuai kemasan per Juni 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/triprolidin-hcl-pseudoefedrin-hcl
Diakses pada 29 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email