Tremacort 0,1 % Krim 5 g

27 Okt 2020| Aby Rachman
Tremacort 0,1 % krim 5 g adalah obat untuk pengobatan tambahan luka akibat peradangan di mulut dan luka bernanah akibat trauma.

Deskripsi obat

Tremacort krim adalah obat untuk mengatasi luka akibat peradangan dan luka bernanah akibat trauma. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Tremacort krim mengandung zat aktif triamsinolon asetonid.
Tremacort 0,1 % Krim 5 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 18.563/tube per Desember 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaTriamsinolon asetonid.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosteroid topikal.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 5 g
ProdusenFirst Medipharma

Informasi zat aktif

Triamsinolon bekerja menekan migrasi leukosit polimorfonuklear sehingga dapat mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik yang terdiri dari beberapa organ yang memiliki fungsi masing-masing untuk mendukung kekebalan tubuh terhadap penyakit. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, triamsinolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Absorpsi tergantung pada bentuk sediaan, jumlah yang diaplikasikan, dan sifat serta kondisi kulit di tempat aplikasi. Absorbsi berkisar sekitar 1% di area di lapisan kulit stratum korneum yang tebal, seperti telapak tangan, telapak kaki, siku, dan lutut, absorbsi mencapai 36% di area stratum korneum tertipis, seperti wajah, kelopak mata, dan alat kelamin. Penyerapan meningkat di area kerusakan kulit dan peradangan.
  • Distribusi: Obat didistribusi ke seluruh lapisan kulit. Obat yang diserap, dengan cepat didistribusikan ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal.
  • Metabolisme: Obat dimetabolisme terutama di kulit. Jumlah kecil yang diserap ke dalam sirkulasi sistemik dimetabolisme terutama di hati menjadi senyawa yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Diekskresikan oleh ginjal, terutama dalam bentuk glukuronida dan sulfat dan dalam diekskresikan melalui tinja.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan peradangan pada kulit dan kulit bernanah yang disebabkan oleh trauma.

Triamsinolon asetonid merupakan obat kortikosteroid topikal sehingga dapat mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan dengan mengurangi aktivitas dan volume sistem limfatik yang terdiri dari beberapa organ yang memiliki fungsi masing-masing untuk mendukung kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Komposisi obat

Tiap 1 g: triamsinolon asetoind 1 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dioleskan sebanyak 2-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Oleskan pada area yang membutuhkan dengan lembut atau dengan teknik pembalutan oklusi yaitu dengan mengoleskan krim secara perlahan ke area yang membutuhkan hingga meresap kemudian balut dengan pembalut lentur yang tidak berpori.

Efek samping obat

  • Rasa terbakar.
    Jika kulit Anda seperti terbakar, tidak perlu khawatir sebab efek samping ini akan berlangsung selama beberapa hari.
  • Gatal.
    Jika hal ini membuat Anda tidak nyaman, hentikan penggunaan krim. Beri tahu dokter atau perawat bahwa Anda menghentikan penggunaan krim lebih awal. Jika memungkinkan, hubungi mereka sesegera mungkin untuk meminta nasihat.
  • Iritasi.
  • Peradangan pada folikel rambut karena infeksi (folikulitis).
  • Kondisi kulit yang menyebabkan ruam di sekitar mulut, sekitar mata, hidung, atau alat kelamin (dermatitis perioral).
  • Kulit rusak (maserasi kulit).
  • Kulit tipis (atrofi kulit).
  • Garis pada kulit (striae).
  • Biang keringat (miliaria).
  • Pertumbuhan rambut secara berlebihan (hipertrikosis).
  • Kelainan kulit yang menyerupai akne (erupsi akneiformis).
  • Kulit berwarna lebih terang atau putih yang tidak normal di beberapa bagian tubuh atau seluruh tubuh (hipopigmentasi).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap obat kortikosteroid seperti hidrokortison dan prednison.
  • Pasien dengan kadar hormol kortisol yang terlalu tinggi (sindrom cushing).
  • Pasien dengan kuit kemerahan, kering, dan bersisik (psoriasis).
  • Pasien dengan sirkulasi darah yang buruk.
  • Pasien dengan gangguan sistem imun.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan tremacort krim pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan wajah kemerahan, kulit kering, dan berjerawat (rosacea).
  • Pasien dengan jerawat (acne vulgaris).
  • Pasien dengan kondisi kulit yang menyebabkan ruam di sekitar mulut, sekitar mata, hidung, atau alat kelamin (dermatitis perioral).
  • Pasien penderita penyakit bakteri Mycrobacterium (tuberkulosis kulit).
  • Pasien dengan infeksi virus pada kulit, misalnya herpes simpleks dan cacar air (varicella).
  • Anak-anak usia 18 tahun ke bawah tanpa resep dari dokter.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Siklosporin.
    Penggunaan triamsinolon asetonid bersama siklosporin dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  • Atropin.
    Penggunaan triamsinolon asetonid bersama atropin dapat meningkatkan tekanan pada bola mata (intraokular).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Penglihatan kabur.
  • Detak jantung tidak normal.
  • Perubahan suasana hati.
  • Masalah tidur (insomnia).
  • Berat badan bertambah.
  • Bengkak di wajah.
  • Merasa lelah.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala mengganggu akibat penggunaan triamsinolon asetonid, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

Sesuai kemasan per Desember 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triamcinolone%20acetonide?mtype=generic
Diakses pada 4 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triacilon
Diakses pada 4 September 2020

HealthHub. https://www.healthhub.sg/a-z/medications/36/Triamcinolone-Acetonide-Topical-Preparations#3
Diakses pada 4 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1456/triamcinolone-acetonide-topical/details
Diakses pada 4 September 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/t059.html
Diakses pada 4 September 2020


Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email