Tramset Kaplet

20 Jul 2020| Lenny Tan
no-image-drug

Deskripsi obat

Tramset kaplet adalah obat untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Obat ini merupakan golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Tramset kaplet mengandung zat aktif parasetamol yang bekerja sebagai pereda nyeri (analgetik) dan mampu menurunkan demam (antipiretik) serta tramadol golongan pereda nyeri (analgetik).

Tramset Kaplet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 kaplet
ProdusenFahrenheit

Indikasi (manfaat) obat

Terapi jangka pendek nyeri akut sedang hingga berat.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan remaja 16 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 2 tablet/6 jam.
  • Dosis maksimal: tramadol 300 mg dan parasetamol 2600 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pusing.
  • Kehilangan kesadaran (somnolen).
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Sakit kepala.
  • Gemetar.
  • Kontraksi otot.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Gangguan koordinasi otot (ataksia).
  • Kejang.
  • Gangguan psikiatrik.
  • Penglihatan kabur.
  • Sesak napas (dispnea),
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Meningkatkan enzim transaminase hari.
  • Berkeringat.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Terdapatnya kandungan protein pada urin (albuminuria).
  • Rasa tidak nyaman pada saat berkemih (disuria).
  • Kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Menggigil.
  • Rasa panas dan kemerahan pada wajah.
  • Nyeri pada toraks.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Mulut kering.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Mual.
  • Muntah.

Perhatian Khusus

  • Dapat meningkatkan terjadinya risiko kejang.
  • Pasien penderita epilepsi atau riwaya kejang.
  • Pasien dengan tekanan intrakranial tinggi dan trauma kepala.
  • Pasien yang memiliki kelainan perut akut.
  • Pasien penderita gangguan pernapasan.
  • Pasien penderita ginjal atau hati.
  • Hindari penghentian secara mendadak.
  • Dapat menyebabkan gejala putus obat seperti timbul kegelisahan, berkeringat, gangguan kesulitan tidur (insomnia), kekakuan, nyeri, mual, gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Dapat menyebabkan ketergantungan.
  • Pasien yang memiliki kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia).
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 16 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia 75 tahun ke atau.
  • Dapat menyebabkan gejala-gejala putus obat seperti: gelisah, gangguan cemas, gugup, kesulitan tidur (insomnia), (hiperkinesia), gangguan gemetas yang tidak terkendali (tremor), dan gangguan saluran pencernaan.
  • Kategori kehamilan dan menyusui
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mendapat terapi obat penghambat monoamin oksidase.
  • Pasien penderita gangguan hati berat.
  • Pasien yang mengalami kejang (epilepsi).
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah.
  • Pasien yang keracunan (intoksikasi) dengan alkohol, narkotik, hipnotik, opioid, pereda nyeri (analgesik) yang bekerja secara central, atau obat psikotropik lainnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat monoamin oksidase.
  • Agonis-antagonis opiat seperti buprenorfin, nalbufin, pentazosin.
  • Triptan.
  • Derivat opiat lainnya.
  • Benzodiazepin.
  • Barbiturat.
  • Ansiolitik lain.
  • Hipnotik.
  • Antidepresan sedatif.
  • Obat anti alergi (antihistamin).
  • Neuroleptik.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) yang bekerja secara sentral.
  • Talidomid.
  • Baklofen.
  • Ketokonazol.
  • Eritomisin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tramset?type=brief&lang=id
Diakses pada 25 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/ultracet-tramadol-acetaminophen-343353#5
Diakses pada 25 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/acetaminophen-and-tramadol.html
Diakses pada 25 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email