Trampara Tablet

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Trampara tablet adalah obat untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, nyeri haid, dan sakit gigi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Trampara tablet mengandung zat aktif parasetamol dan tramadol.

Trampara Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaParasetamol dan tramadol.
Kelas terapiAnalgesik dan antipiretik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid. Agonis opiat.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet
ProdusenPhapros

Informasi zat aktif

Tramadol adalah analgesik opioid yang bekerja secara sentral yang mengikat reseptoropioid dan dengan lemah menghambat pengambilan kembali (reuptake) norepinefrin dan serotonin. Parasetamol adalah turunan para-aminofenol yang memiliki aktivitas analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi lemah. Kombinasi tramadol dan paracetamol memiliki waktu kerja yang lebih cepat dibandingkan dengan tramadol saja dan durasi kerja lebih lama dibandingkan dengan parasetamol saja.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, tramadol dan parasetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi secara cepat dari saluran cerna. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) tramadol sekitar 70-75% dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) parasetamol selama 10-60 menit.
  • Distribusi: Secara luas terdistribusi, melintasi plasenta, dan terdistribusi ke dalam ASI. Ikatan protein plasma tramadol sekitar 20%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Tramadol diekskresi melalui urin sebagai metabolit, waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 6 jam. Parasetamol diekskresi sebagai glukuronid dan konjugat sulfat, sebanyak kurang dari 5% sebagai bentuk obat tidak berubah, waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) parasetamol sekitar 1-3 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan nyeri ringan hingga sedang.
    Parasetamol adalah adalah obat yang dapat meringankan nyeri seperti sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, sakit gigi, dan mampu menurunkan demam. Parasetamol bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin atau zat penyebab peradangan, penurunan prostaglandin dalam tubuh akan mengurangi gejela peradangan seperti demam dan nyeri.
    Tramadol adalah analgesik opioid yang bekerja pada otak dengan menekan respon nyeri.

Komposisi obat

  • Parasetamol 325 mg.
  • Tramadol 37,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis umum: 2 tablet/6 jam.
  • Dosis maksimal: 8 tablet/hari. Maksimal dikonsumsi selama 5 hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Efek samping obat

  • Mual.
  • Pusing.
  • Kehilangan kesadaran (somnolen).
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Sakit kepala.
  • Gemetar.
  • Kontraksi otot.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Gangguan koordinasi otot (ataksia).
  • Kejang.
  • Gangguan psikiatrik.
  • Penglihatan kabur.
  • Sesak napas (dispnea).
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Meningkatkan enzim transaminase hari.
  • Berkeringat.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Ruam pada kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Terdapatnya kandungan protein pada urin (albuminuria).
  • Rasa tidak nyaman pada saat berkemih (disuria).
  • Kesulitan mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Menggigil.
  • Rasa panas dan kemerahan pada wajah.
  • Nyeri pada toraks.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Mulut kering.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Muntah.

Perhatian Khusus

  • Dapat meningkatkan terjadinya risiko kejang.
  • Pasien penderita epilepsi atau riwaya kejang.
  • Pasien dengan tekanan intrakranial tinggi dan trauma kepala.
  • Pasien yang memiliki kelainan perut akut.
  • Pasien penderita gangguan pernapasan.
  • Pasien penderita ginjal atau hati.
  • Hindari penghentian secara mendadak.
  • Dapat menyebabkan gejala putus obat seperti timbul kegelisahan, berkeringat, gangguan kesulitan tidur (insomnia), kekakuan, nyeri, mual, gangguan gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Dapat menyebabkan ketergantungan.
  • Pasien yang memiliki kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia).
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak 16 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia 75 tahun ke atau.
  • Dapat menyebabkan gejala-gejala putus obat seperti: gelisah, gangguan cemas, gugup, kesulitan tidur (insomnia), (hiperkinesia), gangguan gemetas yang tidak terkendali (tremor), dan gangguan saluran pencernaan.

Kategori kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua: Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan trampara pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga: Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mendapat terapi obat penghambat monoamin oksidase.
  • Pasien penderita gangguan hati berat.
  • Pasien yang mengalami kejang (epilepsi).
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah.
  • Pasien yang keracunan (intoksikasi) dengan alkohol, narkotik, hipnotik, opioid, pereda nyeri (analgesik) yang bekerja secara central, atau obat psikotropik lainnya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Sumatriptan.
      Sumatriptan dapat meningkatkan riisko terjadinya kejang dan sindrom serotonin.
    • Barbiturat, benzodiazepin, hipnotik, antideoresan, neuroleptik, dan obat penurun tekanan darah tinggi yang bekerja secaras sentral seperti talidomid dan baklofen.
      Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan depresi susunan saraf pusat.
    • Ondansentron.
      Tramadol dan parasetamol dapat menurunkan efektivitas obat ondansentron.
    • Warfarin.
      Tramadol dan parasetamol dapat meningkatkan kadar warfarin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Napas berisik, desahan, napas pendek, dan napas yang berhenti saat tidur.
  • Detak jantung lambat atau denyut nadi lemah.
  • Perasaan pusing, seperti Anda akan pingsan.
  • Kejang.
  • Nyeri dada.
  • Masalah hati seperti sakit perut bagian atas, kehilangan nafsu makan, urin gelap, dan penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Kadar kortisol rendah yang ditandai dengan mual, muntah, kehilangan nafsu makan, pusing, kelelahan atau kelemahan yang memburuk.

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/ultracet-tramadol-acetaminophen-343353#5 Diakses pada 20 Juli 2020 Drugs. https://www.drugs.com/cdi/acetaminophen-and-tramadol.html Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email