Trajenta Duo Tablet

Trajenta Duo tablet digunakan sebagai terapi tambahan untuk memperbaiki kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Deskripsi obat

Trajenta Duo tablet digunakan sebagai terapi tambahan terhadap diet dan olahraga untuk memperbaiki kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Trajenta Duo tablet mengandung zat aktif linagliptin dan metformin.

Trajenta Duo Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (2,5 mg/500 mg; 2,5 mg/850 mg; 2,5 mg/1000 mg)
ProdusenBoehringer Ingelheim

Indikasi (manfaat) obat

Sebagai terapi tambahan pada diet dan olahraga untuk memperbaiki kontrol gula darah pada pasien dewasa diabetes melitus tipe 2 yang cocok dengan terapi linagliptin dan metformin.

Komposisi obat

  • Trajenta Duo tablet 2,5 mg/ 500 mg: linagliptin 2,5 mg dan metformin 500 mg.
  • Trajenta Duo tablet 2,5 mg/ 850 mg: linagliptin 2,5 mg dan metformin 850 mg.
  • Trajenta Duo tablet 2,5 mg/ 1000 mg: linagliptin 2,5 mg dan metformin 1000 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis bergantung pada individu.

  • Dosis anjuran: 1 tablet sebanyak 2 kali/hari.
  • Maksimal dosis harian: linagliptin 5 mg dan metformin 2000 mg.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Pilek.
  • Sakit kepala.
  • Reaksi alergi seperti syok anafilaksis, pembengkakan pada lapisan kulit bagian dalam (angioedema) dan pengelupasan kulit.
  • Batuk.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Diare.
  • Mual.
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis).
  • Muntah.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Penurunan kadar gula darah di bawah normal (hipoglikemia).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus) tipe 1.
  • Pasien yang memiliki kadar glukosa darah di bawah normal (hipoglikemia).
  • Pasien yang memiliki kadar asam yang tinggi dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Hentikan mengonsumsi obat ini selama 48 jam sebelum dilakukan bedah elektif dengan anesteri umum, spinal, ataupun epidural.
  • Pasien diabetes melitus tipe 2 yang terkontrol.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak 18 tahun ke bawah.
  • Perlu dilakukan pemantauan fungsi hati dan ginjal.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan funsi ginjal.
  • Pasien dengan kondisi syok atau kolaps kardiovaskular.
  • Pasien yang mengalami serangan jantung (infark miokard akut).
  • Pasien yang memiliki kadar asam sangat tinggi di dalam tubuh (asidosis metabolik akut atau kronis).
  • Pasien yang mengalami komplikasi diabetes akibat tingginya produksi asam dalam tubuh (ketoasidosis diabetikum).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Simetidin.
  • Alkohol.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/trajenta%20duo?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/jentadueto-jentadueto-xr-linagliptin-metformin-999718#0
Diakses pada 10 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/linagliptin-and-metformin.html
Diakses pada 10 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email