Toras Tablet 8 mg

27 Okt 2020| Arif Putra
Toras tablet untuk obat alergi, imunosupresan, anti syok dan anti inflamasi.

Deskripsi obat

Stenirol tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan seperti peradangan pada sendi. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Stenirol tablet menganduk zat aktif metilprednisolon.

Toras Tablet 8 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 49,702/strip per Oktober 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaMetilprednisolon.
Kelas terapiHormon kortikosteroid.
Klasifikasi obatGlukokortikoid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet
ProdusenPharos

Indikasi (manfaat) obat

  • Pengobatan peradangan (antiinflamasi), radang sendi (artritis), dan alergi.

Metilprednisolon bekerja dengan cara mengurangi respon sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit sehingga dapat mengurangi gejala pembengkakan, rasa sakit, dan reaksi alergi.

Komposisi obat

Metilprodnesiolon 8 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis awal: 4-48 mg/hari.

  • Multipel sklerosis: 160 mg/hari untuk beberapa minggu, dilanjutkan dengan 64 mg/hari selama 1 bulan.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makakan.

Efek samping obat

  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan metilprednisolon dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes sehingga konsultasikan kepada dokter jika mengalami gejala kadar gula darah yang tinggi seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Metilprednisolon juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi sehingga konsultasikan kepada dokter jika memiliki gejala infeksi seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, batuk.
  • Gangguan tidur.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan divertikula yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Penggunaan bersama dengan asam asetilsalisilat.
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak.
  • Bayi.
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan toras tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amubiasis).
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis)
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Gangguan psikiatrik..
  • Pasien penderita glaukoma sudut sempit atau sudut terbuka.
  • Pasien penderita infeksi virus.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.
  • Ketokonazol, boseprevir, siklosporin, eritromisin, rifamisin, fenitoin, fenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan bersama metilprednisolon dapat menyebabkan terganggunya kerja metilprednisolon.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6470/methylprednisolone-oral/details
Diakses pada 21 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/international/methylprednisolone.html
Diakses pada 21 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email