Tobramycin sebagai antibiotik untuk menghambat pembentukan protein hingga memicu kematian bakteri
Tobramycin adalah antibiotik untuk menghambat pembentukan protein hingga memicu kematian bakteri.

Bralifex, Tobrex, Isotic Tobryne

Tobramycin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi mata, saluran pernapasan, saluran kemih, saluran pencernaan, serta infeksi tulang dan sendi yang disebabkan karena bakteri (misalnya, E.coli, Klebsiella spp, Enterobacter spp). Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein yang penting bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian bakteri.

Tobramycin (Tobramisin)
Golongan

Antibiotik aminoglikosida

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Topikal (tetes, salep), inhaler, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Pemberian secara injeksi intramuskular / inhalasi/ respirasi / intravena/ parenteral

Kategori D: Terbukti menimbulkan risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius di mana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).

Opthalmic (Mata)

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun penelitian terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau penelitian terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada penelitian terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).

Pada saat menyusui, jumlah tobramycin yang dikeluarkan dalam ASI bervariasi, dan perlu dilakukan pemantauan terhadap kemungkinan efek samping pada flora saluran pencernaan (seperti, diare, kandidiasis) atau lebih jarang lagi kemungkinan BAB berdarah yang disebabkan kolitis terkait penggunaan antibiotik. Sedangkan penggunaan tobramycin mata atau telinga memiliki efek samping kecil atau tidak sama sekali pada bayi yang mendapatkan ASI.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

Inhalasi

Fibrosis kistik

  • Dewasa: 300 mg setiap 12 jam, dihirup dari nebuliser yang sesuai selama 28 hari. Kemudian hentikan pemakaian selama 28 hari dan ulangi dalam siklus 28 hari sesuai kebutuhan.
  • Anak: 6 tahun ke atas: Sama dengan dosis dewasa.

Intramuskular / penyuntikan ke dalam otot

Infeksi saluran kemih ringan sampai sedang

  • Dewasa: Dalam sediaan tobramycin sulfate: 2-3 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal.

Ophthalmic

Infeksi mata

  • Dewasa: Dalam sediaan tetes mata 0,3%, teteskan 1 tetes ke dalam kantung konjungtiva dua kali sehari (pagi dan sore); untuk infeksi berat, teteskan 4 kali pada hari pertama, kemudian dua kali sehari setelah itu. Dalam sediaan salep 0,3%, oleskan pada mata yang terkena 2 atau 3 kali sehari; untuk infeksi berat, pakaikan setiap 3-4 jam.
  • Anak: Usia 1 tahun ke atas: Sama dengan dosis dewasa.

Parenteral

Infeksi tulang dan sendi, infeksi sistem saraf pusat, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran nafas bawah, infeksi jaringan lunak dan kulit

  • Dewasa: Dalam sediaan tobramycin sulfate, 3-5 mg / kg berat badan sehari dalam 3 atau 4 dosis terbagi, diberikan secara injeksi intramuskular atau infus intravena selama 20-60 menit. Lama pengobatan secara umum: 7-10 hari.
  • Anak: Dalam sediaan Tobramycin sulfate: 6-7,5 mg / kg berat badan sehari dalam 3 atau 4 dosis terbagi. Untuk bayi prematur atau neonatus cukup bulan, dosis hingga 4 mg / kg berat badan sehari dalam 2 dosis terbagi. Lama pengobatan secara umum: 7-10 hari.

Baca petunjuk Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk label pada kemasan sebelum digunakan atau dikonsumsi.

Pada penggunaan obat tetes mata tobramycin, cuci kedua tangan Anda sebelum pemakaian obat. Untuk menghindari kontaminasi, jangan menyentuh ujung botol yang sedang terbuka atau ujung botol tidak boleh mengenai bagian mata atau permukaan lainnya.

Lepaskan lensa kontak sebelum menggunakan obat tetes mata ini. Lensa kontak dapat digunakan kembali setelah 15 menit.

Tengadahkan kepala Anda agar posisi wajah menghadap ke atas. Kemudian pejamkan mata Anda dan bubuhkan 1 tetes obat pada kelopak bawah mata bagian dalam, 1-2 kali sehari sesuai dengan anjuran dokter Anda.

Setelah itu, tutup mata Anda dan tekan bagian ujung mata (dekat bagian hidung) selama 1-2 menit sebelum membuka mata Anda. Hal ini bertujuan untuk mencegah keluarnya obat dari mata.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efek samping yang mungkin terjadi akibat pemakaian tobramycin, antara lain:

  • Ototoksisitas (mempengaruhi pendengaran).
  • Peningkatan enzim hati (SGPT, SGOT) dan peningkatan bilirubin.
  • Trombositopenia.
  • Leukopenia.
  • Granulositopenia.
  • Anemia.
  • Demam, ruam, gatal, biduran.
  • Mual, muntah, dan diare.
  • Nyeri kepala, lingung, dan disorientasi.
  • Gangguan suara, perubahan warna dahak, batuk, penyakit paru, sesak, batuk darah.
  • Reaksi iritasi lokal pada pemakaian salep atau tetes mata, seperti gatal dan pembengkakan pada bagian mata.
  • Mulut kering.
  • Lemas, nyeri dada.
  • Demam.
  • Gangguan telinga: menyebabkan ketulian, hipoakusis.
  • Meningkatnya produksi air mata, keratitis, gatal pada kelopak mata, serta kemerahan pada konjungtiva.
  • Berpotensi fatal: Bersifat toksik pada saraf dan ginjal, reaksi alergi berat, paralisis pernapasan, Steven Johnson Syndrome.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien dengan gangguan neuromuskular (misalnya, myasthenia gravis, Parkinson).
  • Gangguan ginjal.
  • Anak-anak, bayi, khususnya bayi prematur.
  • Kehamilan dan menyusui.

Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda memiliki alergi terhadap tobramycin atau aminoglikosida lainnya. Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum digunakan atau dikonsumsi. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi tobramycin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Meningkatkan efek toksisitas pada saraf dan ginjal bila dikonsumsi bersamaan dengan obat golongan aminoglikosida lainnya (seperti, amikasin dan streptomisin), sefaloridin, viomisin, polimiksin B, kolistin, sisplatin, dan vankomisin.
  • Meningkatkan toksisitas bila dikonsumsi bersamaan dengan diuretik poten (seperti, ethacrynic acid, furosemid)
  • Periode henti napas sekunder dapat memanjang bila diberikan pada pasien yang dianestesi yang mendapatkan obat, seperti suksinilkolin, dan tubocuraine.
  • Meningkatkan toksisitas ginjal bila dikonsumsi bersamaan dengan siklosporin atau sefalosporin.
  • Dapat melawan efek yang ditimbulkan obat neostigmin dan piridostigmin.
  • Meningkatkan efek warfarin dan fenindion.

Ditinjau oleh: dr. Virly Isella

Mims. http://mims.com/indonesia/drug/info/tobramycin/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 11 Desember 2018

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14396-396/tobramycin-ophthalmic-eye/tobramycin-ophthalmic-drops/details

Diakses pada 11 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/tobramycin-ophthalmic-route/description/drg-20066406

Diakses pada 11 Desember 2018

PubChem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/36294#section=Therapeutic-Uses

Diakses pada 11 Desember 2018

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/nebcin-injection-tobramycin-342521

Diakses pada 11 Desember 2018

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tobrex-tobramycin-ophthalmic-343586

Diakses pada 11 Desember 2018

ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/tobramycin

Diakses pada 11 Desember 2018

Artikel Terkait