Prodermal, Trosyd

Tioconazole merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur vagina atau kuku. Obat ini memiliki efek samping diantaranya yaitu vaginitis, pruritus, keputihan, dan sebagainya.

Tioconazole (-)
Golongan

Antifungal

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Salep dan cairan

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak, dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan nama obat selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Topikal

Infeksi jamur kuku

  • Dewasa; sebagai cairan 28%: Oleskan langsung pada kuku yang terkena infeksi jamur sekitar 12 jam selama 6-12 bulan.
  • Anak: Dosis sama seperti orang dewasa.
  • Manula: Dosis sama seperti orang dewasa.

Intravaginal

Kandidiasis vagina

Dewasa, sebagai salep 6,5% yang digunakan dengan aplikator: Masukkan aplikator ke dalam vagina sebelum tidur sebagai dosis tunggal atau sekali sehari karena dapat bekerja untuk waktu yang lama.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan tioconazole sebelum penggunaan.

Jangan meminum obat tioconazole karena hanya digunakan pada kuku dan vagina. Sebelum menggunakan obat, cuci tangan terlebih dahulu agar tangan Anda bersih dan bebas kuman.

Oleskan obat berbentuk cairan pada kuku sesuai dengan aturan dan dosis yang telah diberikan. Jangan menutup area kuku yang diobati kecuali disarankan oleh dokter. Sementara untuk obat berbentuk salep yang pemakaiannya menggunakan aplikator, masukkan aplikator pada vagina sesuai petunjuk yang ada.

Gunakan tioconazole selama kurun waktu yang telah ditentukan. Dalam menghentikan penggunaannya, jangan terlalu cepat ataupun terlalu lama. Hubungi dokter jika kondisi tak kunjung membaik atau bahkan semakin memburuk.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Tioconazole dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Iritasi dan sensasi terbakar vulvovagina
  • Vaginitis (peradangan pada vagina)
  • Pruritus (gatal)
  • Gangguan dan pengelupasan kulit luar vulvovagina
  • Nyeri vagina
  • Pembengkakan vulva
  • Keputihan
  • Vagina kering
  • Ruam dan sakit di sekitar kelamin (dispareunia)
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Faringitis
  • Rhinitis
  • Sedikit meningkatkan enzim LDH (laktat dehidrogenase), AST (aspartat aminotransferase), dan ALT (alanine aminotransferase) yang ada dalam tubuh
  • Dermatitis kontak, yang meliputi iritasi dan sensasi terbakar

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Diabetes melitus
  • HIV
  • Anak perempuan yang berusia kurang dari 12 tahun (untuk obat tioconazole intravagina)
  • Hamil dan menyusui

Ketika menggunakan obat tioconazole intravagina, hindari berhubungan seks. Obat dapat menyebabkan kondom dan alat kontrasepsi diafragma rusak sehingga gagal mencegah kehamilan atau penyakit menular seksual. Anda dapat melanjutkan penggunaannya setelah 3 hari melakukan perawatan. Selain itu, hindari pula penggunaan cairan pembersih vagina, tampon, spermisida atau produk untuk vagina lainnya.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan Tioconazole jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • hipersensitivitas

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan interaksi antara tioconazole dengan obat lain. Namun untuk lebih pastinya, diskusikan dengan dokter Anda.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tioconazole/?type=brief&mtype=generic Diakses pada 20 Agustus 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/pregnancy/tioconazole-topical.html
Diakses pada 20 Agustus 2019

Artikel Terkait