Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ticlopidine (Alias: Ticlopidine)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 23 Jan 2019
Ticlopidine merupakan obat untuk mencegah penggumpalan darah dan menyembuhkan stroke
Ticlopidine merupakan obat untuk mencegah penggumpalan darah

Merk dagang yang beredar:

Agulan, Cartrilet, Goclid, Piclodin, Platidine, Ticard, Ticuring, Ticlid, Ticlon, dan Ticlophar.

Ticlopidine digunakan untuk mencegah stroke pada individu yang tidak bisa menggunakan aspirin, maupun ketika aspirin tidak berhasil dalam pengobatan. Obat ini bisa dikombinasikan dengan aspirin untuk beberapa prosedur medis untuk penyakit jantung. Misalnya, dalam implantasi cincin (stent) koroner. Ticlopidine bekerja dengan cara mencegah plasma darah saling menempel maupun membentuk gumpalan berbahaya. Ticlopidine merupakan obat antiplatelet. Obat ini membantu sirkulasi darah dalam tubuh.

Ticlopidine (Ticlopidine)
Golongan

Antikoagulan, Antiplatelet, dan Fibrinolitik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuasian dosis bila diperlukan.

Pencegahan penyumbatan aliran darah, penyakit jantung iskemik, nyeri saat berolahraga (intermittent claudication)

  • Dewasa di atas 18 tahun: 250 mg, 2 kali sehari

Pencegahan penyumbatan setelah pemasangan cincin (stent) pada koroner jantung

  • Dewasa di atas 18 tahun: 250 mg, 2 kali sehari selama 4 minggu, bersama dengan aspirin. Pengobatan dimulai saat pemasangan cincin dilakukan di koroner.

Aturan pakai Ticlopidine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter dan baca petunjuk di kemasan obat sebelum menggunakannya. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Biasanya 2 kali sehari atau sesuai rekomendasi dokter.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Jangan meningkatkan dosis dan menggunakannya terlalu lama, karena hal tersebut dapat menyebabkan resiko efek samping. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat ticlopidine dapat menyebabkan efek samping berupa diare, sakit perut, mual, muntah, ruam, peningkatan kolesterol darah, peningkatan hasil pemeriksaan fungsi liver/hepar, dan jaundice/ikterus kolestatik. Sementara itu, efek samping yang dapat berakibat fatal antara lain neutropenia, agranulositosis, purpura trombotik trombositopenia, dan anemia aplastik. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare berat
  • Hepatitis

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Gangguan ginjal sedang sampai berat
  • Dalam masa kehamilan
  • Gangguan patologis

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Disfungsi hati berat
  • Hipersensitivitas

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan ticlopidine bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan ticlopidine.

Jenis obat Interaksi
Cimetidine Penurunan ekskresi ticlopidine
Kortikosteroid Menimbulkan efek antagonis ketika terjadi pendarahan
NSAID dan antikoagulan lain Peningkatan risiko pendarahan

Teofilin, fenitoin, bupropion

Penurunan metabolisme teofilin, fenitoin, dan bupropion

Hindari penggunaan ticlopidine bersama dengan clopidogrel.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Jerawat
Referensi

AHA Journal. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/01.CIR.100.15.1667
Diakses 12 Juni 2019

Springer. https://link.springer.com/article/10.2165/00003495-198734020-00003
Diakses 12 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11554/ticlid-oral/details
Diakses pada 06 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ticlopidine-oral-route/description/drg-20066342
Diakses pada 06 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ticlopidine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 06 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top