Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Tiabendazole (Alias: Tiabendazol)

Ditulis oleh Lenny Tan
Terakhir ditinjau oleh dr. Virly
Tiabendazole dapat mengentikan pertumbuhan cacing pada berbagai fase, baik telur, larva, maupun dewasa.

Merk dagang yang beredar:

Mintezol

Tiabendazole merupakan obat yang digunakan untuk menangani infeksi akibat cacing. Obat ini mampu melawan cacing, baik dalam fase telur, larva, maupun dewasa. Cara kerjanya adalah dengan menghalangi sumber energi pada cacing, sehingga menyebabkan cacing mati.

Tiabendazole (Tiabendazol)
Golongan

Antelmintik (obat cacing)

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet dan suspensi

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan tiabendazole selama menyusui belum diketahui, karena adanya kemungkinan efek samping serius pada bayi yang mendapat ASI dari ibu yang mengonsumsi obat ini. Disarankan untuk tidak mengonsumsi obat ini selama menyusui atau hentikan pemberian ASI selama mengonsumsinya.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Cutaneus larva migran

Dewasa: 2 x 25 mg/kgBB (berat badan)/hari selama 2 hari. Diulang setelah 2 hari jika diperlukan. Dosis maksimal 3 g/hari. Atau alternatif lain dapat menggunakan suspensi oral 10-15% secara topikal.

Strongyloidiasis

Dewasa: 25 mg/kgBB selama 2-3 hari atau 50 mg/kg BB sebagai dosis tunggal. Saat infeksi sudah menyebar, lama pengobatan setidaknya selama 5 hari. Dosis maksimal 3 g/hari.

Ascariasis, trichostrongyliasis, trichuriasis

Dewasa: 2 x 25 mg/kgBB/hari selama 2 hari berturut-turut. Dosis maksimal 3 g/hari.

Trichinosis

Dewasa: 2 x 25 mg/kgBB/hari selama 2-4 hari berturut-turut. Dosis maksimal 3 g/hari.

Toxocariasis

Dewasa: 2 x 25 mg/kgBB/hari selama 5-7 hari. Dosis maksimal 3 g/hari.

Dracunculiasis

Dewasa: 2 x 25-50 mg/kgBB/hari selama 1 hari. Pada infeksi berat, dosis lanjutan 50 mg/kg BB dapat diberikan setelah 5-8 hari. Dosis maksimal 3 g/hari.

Aturan pakai Tiabendazole dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan tiabendazole sebelum penggunaan. Perhatikan hal-hal berikut:

  • Minumlah tiabendazole setelah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan.
  • Untuk menyembuhkan infeksi Anda sepenuhnya, gunakan tiabendazole sesuai dengan dosis dan durasi dari Jangan menghentikan penggunaan tanpa konsultasi dengan dokter meski Anda sudah merasa lebih baik.
  • Jika anda lupa meminum tiabendazole dalam sehari, jangan menambah atau menggandakan dosisnya guna menggantikan dosis yang terlewat.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Tiabendazole dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Pusing,
  • Gangguan saluran pencernaan (anoreksia, diare, mual dan muntah).
  • Gatal-gatal, ruam kulit.
  • Mengantuk.
  • Sakit kepala, kelelahan.
  • Hiperglikemia (kadar gula dalam darah tinggi).
  • Tinnitus (telinga berdenging).
  • Gangguan pada hati.
  • Kerusakan ginjal.
  • Mengompol.
  • Kejang.
  • Bradikardi (denyut jantung melambat), hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Efek samping gangguan penglihatan (sensasi tidak nyaman pada mata, penurunan tajam penglihatan). Beberapa pasien efek samping ini dapat menetap atau bertahan sampai dengan lebih dari 1 tahun.
  • Sebagian pasien dengan ascariasis yang sedang dalam pengobatan menggunakan tiabendazole dapat mengalami keluarnya cacing ascariasis hidup dari mulut dan hidung.
  • Berpotensi fatal: Reaksi alergi berat (sindrom Steven Johnson, eritema multiforme, nekrolisis epidermal toksik) yang ditandai dengan munculnya gatal-gatal, ruam, bengkak, demam, dan lain-lain. Demikian pula dengan kerusakan hati.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan ginjal atau hati.
  • Malnutrisi.
  • Anemia.

Kontraindikasi:

Terdapat beberapa kontraindikasi dalam penggunaan tiabendazole, antara lain:

  • Infeksi cacing campuran yang melibatkan Ascaris lumbricoides.
  • Tiabendazole tidak boleh digunakan untuk profilaksis infeksi enterobiasis maupun sebagai lini pertama dalam pengobatan entrobiasis, dan hanya digunakan saat tidak responsif dengan pengobatan lain.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi tiabendazole dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Kadar kafein, teofilin, dan melatonin dalam darah dapat meningkat bila digunakan bersamaan dengan tiabendazole.
  • Peningkatan efek antikoagulan bila digunakan bersamaan dengan coumarin.
Referensi

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/tiabendazole/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 10 Desember 2018

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/thiabendazole.html
Diakses pada 10 Desember 2018

BMJ Journal. https://pmj.bmj.com/content/80/942/196
Diakses pada 10 Desember 2018

NCBI. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/thiabendazole#section=Pharmacology
Diakses pada 10 Desember 2018

McCarthy JS, Moore TA,  Drugs for Helminths. Mandell, Douglas, and Bennett's Principles and Practice of Infectious Diseases (Eighth Edition). 2015.

Artikel Terkait:
Back to Top