Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Thiamphenicol (Alias: Thiophenicol, Thiamcol, Raceophenidol)

Ditulis oleh Olivia
Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Thiamphenicol adalah obat antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Thiamphenicol merupakan obat golongan chloramphenicol berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri

Merk dagang yang beredar:

Biothicol, Canicol, Comthycol, Conucol, Corsafen, Daiticin, Dexycol, Fosicol, Fusaltrax, Genicol, Ipibiofen, Kalticol, Lacophen, Lanacol, Nilacol, Nufathiam, Opiphen, Promixin, Sendicol, Solathim, Thiamet, Thiamfilex, Thiamycin, Thislacol, Troviakol, Urfamycin, Urfekol, Venacol, Zicafen

Thiamphenicol merupakan obat antibiotik dengan spektrum luas yang mirip dengan chloramphenicol. Obat ini kurang aktif jika dibandingkan dengan chloramphenicol tetapi memiliki efektivitas yang sama terhadap bakteri Haemophilus dan Neisseria. Obat ini akan menghambat sintesis protein bakteri sehingga pertumbuhan bakteri menjadi terhambat. Thiamphenicol biasanya digunakan untuk mengobati infeksi saluran kelamin seperti gonore atau infeksi lainnya seperti demam tifoid.

Thiamphenicol (Thiophenicol, Thiamcol, Raceophenidol)
Golongan

Antibiotik golongan chloramphenicol

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Kapsul dan sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori N: Tidak ada penelitian terkontrol pada wanita, atau tidak ada penelitian pada wanita hamil atau hewan. Penelitian menunjukkan bahwa obat ini tidak menimbulkan risiko minimal pada bayi ketika digunakan selama menyusui.

Dosis

Untuk mengobati infeksi bakteri, Penyakit menular seksual:

  • Dewasa: 1,5 g setiap hari dalam beberapa dosis terbagi. Dapat ditingkatkan hingga 3 g/hari untuk infeksi berat
  • Anak-anak: 30-100 mg/kg/hari.

Gonore:

  • Dewasa: 2,5 g/hari selama 1-2 hari. Atau 2,5 g pada hari pertama diikuti dengan 2 g/hari selama 4 hari berikutnya.

Aturan pakai Thiamphenicol dengan benar

Gunakan thiamphenicol sesuai dengan dosis yang diberikan dokter. Konsumsi thiamphenicol hingga habis. Jika jadwal penggunaan obat terlewatkan, segera konsumsi obat secepatnya. Jika sudah saatnya bagi anda untuk beralih ke dosis berikutnya, tidak disarankan untuk mengakumulasikannya dengan dosis yang terlewatkan.

Efek Samping

Berikut merupakan beberapa efek samping yang dapat timbul dari konsumsi thiamphenicol:

  • Hipersensitivitas
  • Gangguan pencernaan
  • Sariawan
  • Glossitis
  • Ensefalopati
  • Nyeri kepala dan depresi mental
  • Ototoksik
  • Anemia hemolitik (G6PD tipe Mediterranean)
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan, neuritis (radang saraf) perifer dan optik.

Terdapat juga beberapa efek samping yang berpotensi fatal seperti reaksi anafilaktik (reaksi alergi yang berat), grey baby syndrome, dan depresi pada sumsum tulang.

Jika efek samping tidak menghilang atau semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Peringatan

Sebelum menggunakan obat ini, beritahukan kepada dokter jika anda sedang hamil atau menyusui. Informasikan kepada dokter jika anda memiliki keadaan sebagai berikut:

  • Gangguan fungsi ginjal
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan G6PD tipe Mediterranean
  • Lakukan pemeriksaan darah rutin secara berkala.

Kontraindikasi

Penggunaan thiamphenicol dikontraindikasikan bagi individu dengan:

  • Hipersensitivitas/alergi terhadap thiamphenicol
  • Penurunan/depresi sumsum tulang
  • Imunisasi aktif

Interaksi

Menggunakan obat thiamphenicol dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Penggunaan thiamphenicol dengan warfarin dapat memperberat atau meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Thiamphenicol dapat menghambat kerja obat seperti fenitoin dan fenobarbital.
  • Interaksi obat thiamphenicol berpotensi fatal jika dikombinasikan dengan obat-obatan yang mendepresi kerja sumsum tulang.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Oxford Academic. https://academic.oup.com/jac/article-abstract/26/3/307/882938
Diakses pada 12 Juni 2019

Mims. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/thiamphenicol?mtype=generic
Diakses pada 28 Januari 2019

Mims. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/biothicol
Diakses pada 28 Januari 2019

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB08621
Diakses pada 28 Januari 2019

Tabletwise. https://www.tabletwise.com/medicine/thiamphenicol
Diakses pada 28 Januari 2019

Artikel Terkait:
Back to Top