Theophylline

02 Mar 2021| Dina Rahmawati
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Theophylline digunakan untuk mengatasi penyempitan saluran pernapasan atau bronkospasme

Theophylline digunakan untuk mengatasi penyempitan saluran pernapasan atau bronkospasme

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Choline Theophyllinate, Theophylline, Asmadex, Asmano, Asmasolon, Asthma Soho, Bronchophylin, Bronsolvan, Bufabron, Euphyllin Retard/Euphyllin Retard Mite, Getbron, Grafasma, Retaphyl SR, Teosal, Theobron, Theochodil, Tusapres

Deskripsi obat

Theophylline digunakan untuk mengatasi penyempitan saluran pernapasan atau bronkospasme. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat antiasma yang bekerja dengan merelaksasi otot-otot yang mengencang agar lebih mudah bernapas.

Theophyllin umumnya digunakan untuk mengobati asma, peradangan saluran bronkus dalam paru-paru (bronkitis kronis), kerusakan kantong udara (emfisema), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit paru-paru lainnya. Obat ini membantu mengelola gejala asma dengan menjaga saluran udara agar tetap terbuka.

Theophylline dapat digunakan bersama inhaler untuk mengurangi risiko serangan asma.

Theophylline (Teofilin)
GolonganKelas terapi : Bronkodilator. Klasifikasi Obat : Derivat xanthine
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, kapsul, sirup, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa, anak-anak, dan lansia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap penggunaan obat. Namun, segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping serius.

Efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan theophylline, antara lain:

  • Sakit kepala
    Minumlah banyak air putih dan mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual atau sakit perut
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa kuat, seperti makanan pedas. Cobalah mengonsumsi obat ini setelah makan.
  • Detak jantung cepat, sulit tidur, perasaan gemetar, pusing, atau muntah
    Jika gejala ini berlanjut atau semakin parah, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda. Gejala tersebut bisa menjadi tanda dosis Anda terlalu tinggi.
  • Kesulitan tidur

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan theophyllin jika mengalami:

  • Tekanan bola mata (glaukoma)
  • Prostat yang membesar
  • Masalah buang air kecil
  • Penyumbatan dalam usus (obstruksi usus) dan sembelit parah
  • Epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • Masalah jantung
  • Penyakit arteri koroner (pembuluh darah arteri tersumbat)
  • Tekanan darah tinggi
  • Masalah saraf, otak, atau sumsum tulang belakang

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi, seperti:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
  • Penyakit paru-paru
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Sedang dalam masa kehamilan
  • Anak-anak dan lanjut usia

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan theophylline pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Muntah parah atau berkelanjutan
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Detak jantung cepat
  • Kejang
  • Demam
  • Tingkat kalium rendah, seperti kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mati rasa atau kesemutan, serta kelemahan otot atau perasaan lemas
  • Gula darah tinggi, seperti rasa haus dan buang air kecil meningkat serta mulut kering

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Mengonsumsi obat theophylline dengan obat lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Salmeterol dan albuterol
    Menggunakan theophylline bersama salmeterol dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti peningkatan denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah.
  • Budesonide
    Penggunaan theophylline bersama budesonide dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dan peningkatan kadar theophylline.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/theophylline?mtype=generic
Diakses pada 18 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3591-3076/theophylline-oral/theophylline-sustained-release-oral/details
Diakses pada 18 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681006.html
Diakses pada 18 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/theophylline.html
Diakses pada 18 Februari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/theophylline-oral-tablet#about
Diakses pada 18 Februari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/theophylline-nuelin-sa-slo-phyllin-uniphyllin-continus
Diakses pada 18 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email