Choline Theophyllinate, Theophylline, Asmadex, Asmano, Asmasolon, Asthma Soho, Bronchophylin, Bronsolvan, Bufabron, Euphyllin Retard/Euphyllin Retard Mite, Getbron, Grafasma, Retaphyl SR, Teosal, Theobron, Theochodil, Tusapres

Theophylline atau teofilin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi bronkospasme akut, kronis, dan akut parah.

Bronkospasme adalah pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru. Kondisi ini sering terjadi pada penderita asma dan alergi.

Penggunaan theophylline dapat merelaksasi otot-otot yang mengencang tersebut.

Theophylline (Teofilin)
Golongan

Antiasma, derivat xanthine

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan suntikan

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak, dan lansia

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan nama obat selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Intravena

Bronkospasme akut parah

  • Dewasa: Pasien tidak sedang menggunakan obat lain sejenis ini: Dosis muatan: 4-5 mg/kg berat badan melalui infus selama 20-30 menit. Dosis pemeliharaan: 0,4-0,6 mg/kg berat badan/jam.
  • Anak-anak: Pasien tidak sedang menggunakan obat lain sejenis ini: Dosis muatan: 4-5 mg/kg berat badan melalui infus selama 20-30 menit. Dosis pemeliharaan: 1-9 tahun awalnya, 0,8-1 mg/kg berat badan/jam, >9-12 tahun awalnya, 0,7-0,77 mg/kg berat badan/jam.
  • Lansia: Menggunakan dosis yang lebih rendah.

Oral

Bronkospasme akut

  • Dewasa: Pasien tidak sedang menggunakan obat lain sejenis ini: Dosis muatan: 5 mg/kg berat badan.
  • Anak-anak: ≥ 1 tahun sama dengan dosis dewasa.
  • Lansia: Menggunakan dosis yang lebih rendah.

Bronkospasme kronis

  • Dewasa: 300-1.000 mg per hari yang dibagi setiap 6-8 jam. Dosis pemeliharaan: 175-500 mg setiap 12 jam sekali.
  • Anak-anak: < 6 tahun tidak direkomendasikan; 6-12 tahun dengan berat badan 20-35 kg: 120-250 mg dua kali sehari; > 12 tahun 250-500 mg dua kali sehari.
  • Lansia: Menggunakan dosis yang lebih rendah.

Kurangi dosis pada pasien dengan cor pulmonale, gagal jantung, penyakit hati, dan demam. Sementara, bagi perokok dan orang yang mengonsumsi alkohol mungkin memerlukan dosis pemeliharaan yang lebih tinggi.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan theophylline sebelum penggunaan.

Obat theophylline oral dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Pastikan dosis yang dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai yang ada. Jangan sampai mengonsumsi obat secara berlebihan karena dapat menyebabkan overdosis.

Sementara untuk obat theophylline intravena, obat akan diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah dan harus diberikan sesuai arahan dokter. Anda dapat berkonsultasi pada dokter mengenai penggunaan obat ini.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Theophylline dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Penggunaan obat secara berlebihan dapat menyebabkan overdosis. Ketika mengalami overdosis, maka akan timbul gejala seperti percepatan detak jantung, mual dan muntah, diare, gelisah, sakit kepala, jantung berdebar, telinga berdenging, hipertermia, kejang atau berujung pada kematian. Oleh sebab itu, penggunaan obat sesuai petunjuk sangatlah diperlukan.

Kontraindikasi

Jangan menggunakan theophylline jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Hipersensitif terhadap theophylline dan obat sejenis lainnya
  • Porfiria (kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan hemoglobin)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Obat yang dapat menyebabkan interaksi adalah:

  • Allopurinol
  • Antiaritmia
  • Simetidin
  • Antibiotik makrolida
  • Kuinolon
  • Tiabendazole
  • Viloxazine
  • Disulfiram
  • Fluvoksamin
  • Interferon alfa
  • Karbamazepin
  • Barbiturat
  • Aminoglutethimide
  • Sulfinpirazon
  • Rifampisin
  • Ritonavir
  • Kortikosteroid
  • Diuretik
  • Halotan
  • Ketamin
  • Kontrasepsi oral

Mengonsumsi theophylline dengan obat-obatan di atas dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Meningkatkan maupun mengurangi kadar teofilin dalam darah
  • Berpotensi menyebabkan hipokalemia
  • Menyebabkan risiko toksisitas
  • Meningkatkan pembuangan litium dalam tubuh

Selain itu, konsumsi makanan tertentu dapat menunda tingkat penyerapan dan mengurangi kadar teofilin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

MIMS. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/theophylline/?type=brief&mtype=generic. Diakses pada 22 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchospasm
Diakses pada 22 Agustus 2019

RX List. https://www.rxlist.com › drugs-condition
Diakses pada 22 Agustus 2019

Artikel Terkait