Theobron Kapsul 130 mg

29 Jan 2021| Ajeng Prahasta
Theobron kapsul adalah obat untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti asma dan bronkitis.

Deskripsi obat

Theobron kapsul adalah obat untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan seperti asma dan peradangan pada saluran napas (bronkitis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Theobron kapsul mengandung zat aktif teofilin.

Theobron Kapsul 130 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 50.000/box per Agustus 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaTeofilin.
Kelas terapiAntiasma
Klasifikasi obatDerivat xanthin.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 10 kapsul (130 mg)
ProdusenInterbat

Informasi zat aktif

Teofilin adalah derivat xantin yang merangsang pernapasan, melemaskan otot polos bronkus (bronkodilatasi), dan menekan respons saluran udara terhadap rangsangan (aktivitas profilaksis non-bronkodilator). Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, diharapkan dapat memberikan efeknya melalui penghambatan fosfodiesterase dan peningkatan adenosin monofosfat siklik intraseluler (cAMP).

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, triamsinolon diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Diserap dengan cepat dan sempurna dari saluran pencernaan (segera dilepaskan). Dapat menurunkan tingkat penyerapan dengan makanan. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Didistribusikan ke seluruh tubuh kecuali di jaringan lemak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi sekitar 0,45 (kisaran: 0,3-0,7) L/kg. Pengikatan protein plasma sekitar 40-60%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui demetilasi oleh CYP1A2 menjadi 3-methylxanthine (aktif) dan 1 methylxanthine, dan melalui hidroksilasi oleh CYP2E1 dan 3A3 menjadi asam 1,3-dimetilurat. 1-metilxantin mengalami hidroksilasi lebih lanjut oleh xantin oksidase menjadi asam 1-metilurat. Sekitar 6% dimetabolisme melalui N-metilasi menjadi kafein (aktif).
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (sekitar 10% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi sekitar 8,7 (kisaran: 6,1-12,8 jam).

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi gangguan pada saluran pernapasan seperti:

  • Asma bronkial.
  • Peradangan pada saluran pernapasan (bronkitis).
  • Pegencangan pada otot-otot saluran udara di paru-paru (bronkospasme).
  • Kerusakan alveolus atau kantong udara pada paru-paru yang akan semakin parah seiring waktu (emfisema).

Teofilin merupakan obat yang termasuk dalam golongan methylxanthines. Teofilin bekerja dengan membuka saluran udara di paru-paru, dilakukan dengan mengendurkan otot dan mengurangi respons terhadap zat yang menyebabkan saluran udara menjadi menyempit, sehingga akan membuat Anda lebih mudah bernapas.

Komposisi obat

Teofilin 130 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 kapsul sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Mual atau sakit perut.
    Konsumsi makanan yang sederhana dan hindari makanan yang kaya rasa atau makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan.
  • Detak jantung cepat, sulit tidur, perasaan gemetar atau pusing, atau muntah.
    Jika gejala ini berlanjut atau semakin parah, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda, karena itu bisa menjadi tanda dosis Anda terlalu tinggi.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air putih dan mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala berlanjut, segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita panyakit kardiovaskuler.
  • Pasien penderita paru-paru.
  • Pasien yang mengalami gangguan ginjal atau hati.
  • Wanita hamil.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan theobron kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Pasien yang mengalami peradangan pada lambung (gastritis aktif).
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati yang berat.
  • Pasien yang mengalami kelainan darah.
  • Pasien yang mengalami serangan jantung baru-baru ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Simetidin, allopurinol, dan eritromisin.
    Obat di atas dapat dapat meningkatkan kadar teofilin dalam plasma sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas.
  • Xanthin dan beta bloker.
    Penggunaan teofilin dengan obat di atas dapat menyebabkan efek yang berlawanan.
  • Digitalis.
    Teofilin dapat meningkatkan toksisitas pada digitalis.
  • Lithium dan fenitoin.
    Dapat meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat karena simpatomimetik dan ekskresi litium dan fenitoin untuk menurunkan efektivitas dari teofilin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Jika Anda mengalami muntah parah atau berlanjut, sakit kepala yang sedang berlangsung, sulit tidur, detak jantung cepat, kejang, tanda-tanda baru penyakit (terutama demam).
  • Jika Anda mengalami penurunan kadar kalium yang rendah, kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, dada berdebar, rasa haus atau buang air kecil meningkat, mati rasa atau kesemutan, kelemahan otot atau perasaan lemas atau gula darah tinggi, haus meningkat, buang air kecil meningkat, mulut kering, bau napas buah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/theobron?type=brief&lang=id
Diakses pada 27 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/theophylline?mtype=generic
Diakses pada 27 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3591-3076/theophylline-oral/theophylline-sustained-release-oral/details
Diakses pada 27 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681006.html
Diakses pada 27 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_theophylline_elixophyllin_uniphyl/drugs-condition.htm
Diakses pada 27 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/theophylline-oral-tablet#about
Diakses pada 27 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/theophylline-nuelin-sa-slo-phyllin-uniphyllin-continus
Diakses pada 27 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email