Thalidomide juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi mikobakterium, penyakit Crohn, stomatitis, maupun sarkoma kaposi.

Thalomid

Thalidomide merupakan obat dengan efek imunomodulator, antiperadangan, dan antiangiogenesis (menekan pembentukan pembuluh darah). Obat ini terutama digunakan untuk menangani eritema nodosum leprosum (pada penyakit kusta) karena dapat menekan produksi zat-zat yang menyebabkan peradangan.

Talidomid juga dapat mengobati multiple myeloma (kanker sel plasma) dengan cara menekan pembentukan pembuluh darah baru yang memberi makan pada sel-sel kanker. Selain itu, obat ini juga dipakai dalam penanganan infeksi mikobakterium, ulser aftosa berulang, stomatitis aftosa berat dan berulang, keganasan, wasting syndrome pada pasien HIV, penyakit Crohn, sarkoma kaposi, maupun telangiektasis.

Thalidomide (Talidomid)
Golongan

Imunomodulator

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori X: Penelitian pada binatang percobaan atau manusia menunjukkan adanya kelainan pada janin atau terdapat bukti risiko terhadap janin berdasarkan pengalaman yang ada, serta besarnya risiko yang ditimbulkan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diperoleh. Penggunaan obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil atau wanita usia subur.

Keamanan penggunaan thalidomide selama menyusui belum diketahui. Disarankan untuk menghentikan penggunaannya saat menyusui atau berhenti menyusui selama mengonsumsinya, karena adanya potensi efek samping berat yang mungkin terjadi pada bayi.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral
Eritema nodosum leprosum (tipe 2)

Dewasa: 100-300 mg/hari sebelum tidur. Kurangi dosis secara bertahap sebesar 50 mg setiap 2-4 minggu setelah respons tercapai. Tidak digunakan sebagai terapi tunggal bila terdapat neuritis sedang atau berat. Dosis maksimalnya 400 mg/hari. Pada pasien dengan berat badan kurang dari 50 kg, dosis awalnya adalah 100 mg/hari.

Multiple myeloma

Dewasa: Dosis awal 200 mg/hari, ditingkatkan sebesar 100 mg setiap minggu sesuai toleransi pasien. Dosis maks: 800 mg/hari.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan thalidomide sebelum penggunaan dan perhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Konsumsi talidomid 1 kali setiap hari sebelum tidur, setidaknya 1 jam setelah makan malam.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan.
  • Jangan meningkatkan dosis atau frekuensi minum obat melebihi anjuran dokter.
  • Wanita hamil dilarang mengonsumsi obat ini.
  • Wanita pada usia subur atau reproduktif disarankan untuk menggunakan 2 jenis alat kontrasepsi secara bersamaan pada 4 minggu sebelum dan selama terapi dimulai, serta 4 minggu setelah terapi dihentikan.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Thalidomide dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Neuropati perifer berat.
  • Konstipasi.
  • Pusing dan nyeri kepala.
  • Sesak napas.
  • Hipotensi ortostatik.
  • Penurunan kesadaran seperti mengantuk, somnolen.
  • Bradikardia.
  • Peningkatan jumlah virus pada pasien dengan HIV.
  • Reaksi alergi.
  • Trombositopenia (kadar trombosit rendah pada darah). Perhatikan adanya tanda-tanda, seperti mimisan, perdarahan pada saluran cerna, dan petechiae.
  • Berpotensi fatal: Sindroma Steven Johnsons, Nekrolisis epidermal toksik, dan diskrasia darah.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Semua wanita usia subur harus menggunakan 2 bentuk kontrasepsi secara bersamaan pada 4 minggu sebelum dan selama terapi dimulai, serta 4 minggu setelah terapi dihentikan.
  • Segera hentikan terapi bila terjadi kehamilan.
  • Untuk pria, gunakan alat kontrasepsi jika pasangan Anda dalam usia subur dan berpotensi untuk hamil. Dilarang menyumbangkan darah atau sperma selama menjalani terapi.
  • Peningkatan risiko tromboemboli (trombosis vena dalam dan emboli paru), terutama pada pasien yang sedang dalam pengobatan multiple myeloma. Risiko ini meningkat secara signifikan, khususnya pada pasien yang juga menggunakan deksametason.
  • Penyakit jantung iskemik (infark miokard) dan stroke.
  • Kejang.
  • Pasien HIV, karena penggunaan thalidomide dapat meningkatkan jumlah virus HIV.
  • Neuropati perifer.
  • Hentikan terapi bila muncul ruam eksfoliatif, purpura, bulosa, atau bila dicurigai terjadinya sindrom Stevens-Johnson maupun nekrolisis epidermal toksik.
  • Jangan berkendara atau mengoperasikan alat berat maupun mesin ketika menggunakan obat ini.

Kontraindikasi:

Jangan menggunakan thalidomide jika Anda mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Kehamilan dan menyusui.
  • Sedang menggunakan obat anakinra. Obat ini akan meningkatkan toksisitas thalidomide.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi thalidomide dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Meningkatkan efek sedatif dari barbiturat, alkohol, chlorpromazine, dan reserpine bila digunakan bersamaan dengan thalidomide.
  • Meningkatkan efek depresi sistem saraf pusat bila digunakan bersamaan dengan klonidin.
  • Hindari penggunaan obat yang dapat menyebabkan neuropati perifer.
  • Meningkatkan risiko tromboemboli bila digunakan bersamaan dengan darbepoetin-alfa dan doxorubicin.
  • Berpotensi fatal: Peningkatan risiko supresi sumsum tulang bila digunakan bersamaan dengan interferon alfa.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/thalidomide/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 10 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-16389/thalidomide-oral/details
Diakses pada 10 Desember 2018

Drugs. https://www.drugs.com/sfx/thalidomide-side-effects.html
Diakses pada 10 Desember 2018

NCBI. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/5426#section=Top
Diakses pada 10 Desember 2018

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/thalomid-thalidomide-343211#5
Diakses pada 10 Desember 2018

Matthews, S. J., & McCoy, C. (2003). Thalidomide: A review of approved and investigational uses. Clinical Therapeutics, 25(2), 342-395

Yang, C. S., Kim, C., & Antaya, R. J. (2015). Review of thalidomide use in the pediatric population. Journal of the American Academy of Dermatology, 72(4), 703–711

Artikel Terkait