Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Testosterone (Alias: Testosteron)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Testosterone merupakan obat terapi untuk meningkatkan atau mengganti hormon yang hilang pada pria
Testosterone merupakan obat terapi untuk meningkatkan pria

Merk dagang yang beredar:

Android Testocaps, Nebido, Tostrex

Testosterone merupakan hormon yang ditemukan pada manusia dan juga pada hewan lain. Testosterone seringkali dikaitkan dengan dorongan seksual, dan memainkan peran penting dalam produksi sperma. Namun testosterone juga dapat memengaruhi massa tulang dan otot, bahkan produksi sel darah merah.

Testosterone (Testosteron)
Golongan

Kelompok Androgen (hormon seksual pria)

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, kapsul, suntikan, gel

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia telah menunjukkan abnormalitas pada janin, atau ada bukti risiko kepada janin berdasarkan pengalaman pengguna, atau keduanya. Risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi kemungkinan adanya manfaat. Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita yang hamil atau akan hamil.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Hipogonadisme pria (Buccal)

  • Dewasa: Dua kali sehari 30 mg.

Kanker payudara metastatik yang tidak dapat di bedah (Intramuskular)

  • Dewasa:Sebagai enanthate: 200-400 mg setiap 2-4 minggu.

Hipogonadisme Pria (Intramuskular)

  • Dewasa:50-400 mg setiap 2-4 minggu untuk cipionate: 50-400 mg setiap 2-4 minggu untuk enantate (dosis awal 250 mg setiap 2-3 minggu dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan setiap 3-6 minggu); hingga 50 mg 2-3 kali seminggu untuk propionat.

Hipogonadisme Pria (Oral)

  • Dewasa: Awalnya, 120-160 mg setiap hari ester undecylate dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 40-120 mg setiap hari.

Pria hipogonadisme (Subkutan)

  • Dewasa:Sebagai implan SC: 100-600 mg. Dosis 600 mg biasanya mampu mempertahankan kadar testosteron plasma dalam kisaran fisiologis selama 4-5 bulan.

Hipogonadisme pria (Transdermal)

  • Dewasa: Untuk pemberian koyo 2,5-7,5 mg setiap hari: Oleskan pada punggung, perut, paha, lengan atas sesuai petunjuk. Untuk koyo skrotum yang mengandung 10 atau 15 mg (memasok 4-6 mg dalam 24 jam): Gunakan sesuai petunjuk.

Aturan pakai Testosterone dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat testosterone sebelum mengonsumsi.

Testosterone dikonsumsi dengan cara disuntikkan pada bagian otot. Suntikan testosterone harus diberikan hanya oleh dari professional kesehatan.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat testosterone dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: peningkatan kolesterol, jerawat, sakit kepala, dan depresi. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius seperti:

  • Peliosis hepatis
  • Toksisitas hati
  • Neoplasma ganas

Peringatan

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika anda memiliki kondisi medis seperti:

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hiperkalsemia atau hiperkalsiuria
  • Kehamilan dan menyusui
  • Pria dengan payudara atau karsinoma prostat

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Mengonsumsi obat testosterone dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Meningkatkan aktivitas siklosporin, anti diabetik, antikoagulan
  • Adanya resistensi terhadap efek dari penghambat neuromuskular
  • Meningkatkan retensi cairan dari kortikosteroid

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Nature. https://www.nature.com/articles/ncpendmet0120
Diakses pada 12 Juni 2019

Wiley. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.5694/mja13.10111
Diakses pada 12 Juni 2019

Mims. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/testosterone%20and%20derivatives/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 8 Januari 2019

Drugs. https://www.drugs.com/testosterone.html
Diakses pada 8 Januari 2019

Artikel Terkait:
Back to Top