Terbutaline bekerja dengan melebarkan saluran pernapasan sehingga membuat pernapasan lebih mudah
Terbutaline dapat mengatasi sesak napas karena asma atau bronkitis.

Bricasma, Flohale, Forasma, Lasmalin, Molasma, Neosma, Nairet, Pulmobron, Relivan, Sedakter

Terbutaline merupakan obat yang digunakan untuk mengobati mengi dan sesak napas karena masalah paru-paru (asma, penyakit paru obstruktif kronis, bronchitis, dan emfisema). Obat bekerja dengan melebarkan saluran pernapasan sehingga membuat pernapasan lebih mudah.

Terbutaline (Terbutalin)
Golongan

Bronkodilator

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, tablet lepas lambat, inhaler, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Inhalation

Bronkospasme Akut

  • Dewasa: Diberikan inhaler dengan dosis terukur: 250-500 mcg sesuai kebutuhan. Maks: 2.000 mcg per

Bronkospasme Parah

  • Dewasa: Larutan nebulizer 1%: 2,5-10 mg 2-4 kali sehari.
  • Anak: Kurang dari 25 kg: 2-5 mg 2-4 kali sehari, lebih dari 25 kg: 5 mg 2-4 kali sehari.

Intravena

Persalinan Prematur Tanpa Komplikasi

  • Dewasa: Untuk menahan persalinan antara 22-37 minggu kehamilan: Awalnya, 5 mcg/menit, dengan kelipatan 2,5 mcg/menit dalam interval 20 menit sampai kontraksi berhenti. Maks: 20 mcg/meni Lanjutkan selama 1 jam setelah kontraksi berhenti, kemudian turunkan 2,5 mcg/menit setiap 20 menit ke dosis terendah yang mempertahankan penekanan. Durasi maksimal: 48 jam.

Oral

Bronkospasme Akut

  • Dewasa: Awalnya, 2,5 mg atau 3 mg tiga kali sehari, hingga 5 mg tiga kali sehari sesuai kebutuhan. Sebagai tablet rilis-dimodifikasi: 5 mg atau 7,5 mg dua kali sehari.
  • Anak: Kurang dari 12 tahun Awalnya, 0,05 mg/kg dosis tiga kali sehari, meningkat secara bertahap sesuai kebutuhan. Maks: 5 mg/hari, 12-15 tahun dosisi 2,5 mg tiga kali sehari, lebih dari 15 tahun dosis sama seperti orang

Parenteral

Bronkospasme Parah

  • Dewasa: 250-500 mcg hingga 4 kali sehari injeksi subkutan, intramuskular, intravena, atau dengan infus intravena mengandung 3-5 mcg/mL dengan kecepatan 0,5-1 mL/menit.
  • Anak: 2-15 tahun 0,01 mg/kg. Maks: 0,3 mg/dosis.

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Konsumsi obat ini dengan atau tanpa makanan.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons pengobatan.
  • Jika Anda mengonsumsi obat asma lain melalui mulut atau menghirup perangkat, tanyakan dokter Anda tentang cara penggunaan yang benar.

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Pusing, gemetar, dan sakit kepala adalah efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Bila Anda mengalami gejala berat/serius seperti di bawah ini, segera hubungi dokter Anda:

Beritahukan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien dengan tirotoksikosis, hipertensi, diabetes melitus, ketoasidosis, dan gangguan kardiovaskular, seperti penyakit jantung iskemik
  • Anak
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Parenteral: tokolisis berkepanjangan (melebihi 48-72 jam) atau kronis
  • Per oral: Tocolysis akut atau kronis.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Beberapa interaksi yang dapat terjadi akibat penggunaan terbutaline dengan obat lain, di antaranya:

  • Konsumsi terbutaline dengan anestesi halogen dapat meningkatkan risiko perdarahan dan gangguan ritme ventrikel yang serius
  • Bersamaan dengan obat antidiabetes dapat mengurangi efek obat antidiabetes
  • Peningkatan risiko hipokalemi bila diberikan bersamaan dengan agen penghilangan-K (misalnya diuretik)
  • Dapat menghambat (secara parsial atau total) efek β-blocker non-selektif

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ditinjau oleh: dr. Irene Gabriela, M.Gizi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/terbutaline-oral-route/description/drg-20073569
diakses pada 7 Desember 2018.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/terbutaline/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 7 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12399/terbutaline-oral/details
diakses pada 7 Desember 2018.

Artikel Terkait