Terazosin, Hytroz

Terazosin adalah obat yang digunakan untuk penanganan pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH), pada pria. Selain itu, terazosin juga dipakai sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan obat lain, untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Pada penderita BPH, terazosin bekerja dengan membantu relaksasi otot kandung kemih dan prostat. Sementara itu, dalam penanganan hipertensi, terazosin dapat membantu relaksasi pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar

Terazosin (Terazosin)
Golongan

Penghambat alfa (alpha-blocker)

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral

Hiperplasia prostat jinak

Dewasa

  • Dosis awal: 1 mg sebelum tidur. Tingkatkan dosis secara bertahap pada interval mingguan, sesuai denganrespons pasien.
  • Dosis pemeliharaan: 5-10 mg sekali sehari.

 

Oral

Hipertensi (sebagai monoterapi, atau kombinasi dengan obat diuretik atau obat antihipertensi lain)

Dewasa

  • Dosis awal: 1 mg sebelum tidur, tingkatkan secara bertahap pada interval mingguan, sesuai dengan respons pasien.
  • Dosis pemeliharaan: 2-10 mg sekali sehari.

Dosis maksimal: 20 mg sehari dalam 1-2 dosis yang terbagi.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan terazosin sebelum penggunaan.

Terazosin boleh diminum dengan atau tanpa makanan.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Terazosin dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Rasa lemah
  • Kelelahan
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Sakit punggung
  • Mual
  • Pertambahan berat badan
  • Penurunan kemampuan seksual
  • Penglihatan kabur
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah
  • Rasa sakit, terbakar, mati rasa, atau kesemutan di tangan atau kaki

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Disfungsi ereksi permanen atau impotensi pada laki-laki
  • Penyakit jantung koroner berat
  • Edema paru akibat stenosis katup mitral atau aorta
  • Insufiensi jantung output tinggi
  • Insufiensi jantung kanan karena emboli paru atau efusi perikardium
  • Insufiensi jantung kiri dengan tekanan muatan yang rendah
  • Gangguan hati
  • Sedang hamil
  • Sedang menyusui

 

Kontraindikasi

Jangan menggunakan terazosin jika mempunyai kondisi medis berupa:

  • Riwayat sinkop mikturisi dalam pengobatan hiperplasia prostat jinak

Interaksi
Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi terazosin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Peningkatan efek yang berlawanan, jika dikonsumsi bersama obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), seperti captopril dan enalapril
  • Peningkatan efek yang berlawanan, jika dikonsumsi bersama obat diuretik, seperti hydroclorothiazide dan furosemide
  • Efek hipotensi aditif, jika digunakan bersama obat antihipertensi lain
  • Peningkatan konsentrasi dan hipotensi yang signifikan, jika digunakan bersama verapamil
  • Peningkatan efek hipotensi aditif dan hipotensi simptomatik, jika digunakan bersama obat penghambat phosphodiesterase tipe 5 (PDE5 inhibitor), seperti sildenafil dan tadalafil

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a693046.html 

Diakses pada 2 September 2019

 

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/terazosin/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 2 September 2019

Artikel Terkait