Teosal Tablet

Ditinjau oleh Dea Febriyani
Teosal tablet adalah obat untuk melegakan pernafasan pada penderita asma dan bronkitis kronis

Deskripsi obat

Teosal tablet berfungsi untuk melegakan pernafasan pada penderita pembengkakan dan penyempitan saluran napas (asma bronkial), serta peradangan pada saluran bronkus di paru-paru (bronkitis kronis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Teosal tablet mengandung zat aktif salbutamol dan theophylline. Salbutamol adalah obat untuk memperlebar saluran udara dan mengatasi kesulitan bernapas yang menyertai asma. Theophylline digunakan bersama obat lain untuk mengatasi kerusakan kantung udara (emfisema) dan penyakit paru-paru lainnya.
Kedua obat tersebut termasuk dalam kelompok obat bronkodilator. Bronkodilator adalah obat-obatan yang mengendurkan otot saluran udara (bronkial) di paru-paru.

Teosal Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 2.785/strip per Maret 2019
Kandungan utamaSalbutamol dan theophylline.
Kelas terapiBronkodilator.
Klasifikasi obatBeta-2 agonis.
Kemasan1 box isi 10 strip @10 tablet
ProdusenDexa Medica

Informasi zat aktif

Teophylline dapat merangsang pernapasan, melemaskan otot polos bronkus (bronkodilatasi), dan menekan respons saluran udara terhadap rangsangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, theophylline diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Diserap dengan cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Dapat menurunkan tingkat penyerapan dengan makanan.
  • Distribusi: Tersebar ke seluruh tubuh kecuali di jaringan lemak. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Volume distribusi: Sekitar 0,45 (kisaran: 0,3-0,7) L / kg. Pengikatan protein plasma: Sekitar 40-60%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (sekitar 10% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 8,7 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Melegakan pernafasan pada penderita asma bronkial.
  • Mengatasi bronkitis kronis.

Salbutamol bekerja dengan mengendurkan otot-otot saluran udara ke paru-paru, sehingga lebih mudah bernapas. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), seperti batuk, napas yang berbunyi tinggi (mengi), dan sesak napas.
Theophylline bekerja dengan membuka saluran udara di paru-paru. Hal tersebut dilakukan dengan mengendurkan otot dan mengurangi respons tubuh terhadap zat yang menyebabkan saluran udara menyempit.

Komposisi obat

  • Salbutamol sulphate setara dengan salbutamol base 1 mg.
  • Theophylline anhydrate 130 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 1⁄2 tablet sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai obat

Dikonsumsi setelah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, beristirahatlah hingga merasa lebih baik. Jangan mengonsumsi alkohol karena dapat menimbulkan rasa kantuk. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Kesulitan tidur.
  • Mudah marah.
  • Gelisah.
  • Gugup.
  • Gemetar.
  • Peningkatan buang air kecil.
  • Kram otot.
  • Penggunaan dosis besar dapat menyebabkan tremor halus pada otot skelet.
  • Jantung berdegup kencang (palpitasi).
  • Detak jantung cepat melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Pada anak-anak dapat menyebabkan muntah darah (hematemesis) dan demam.
  • Rendahnya kadar kalium dalam tubuh (hipokalemia).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Penderita dengan penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) berat.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien penderita epilepsi.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak berusia di bawah 6 tahun.
  • Pasien berusia 55 tahun ke atas, terutama pria dan penderita penyakit paru-paru kronis.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Teosal tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita kadar hormon tiroid tinggi akibat kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme).
  • Peningkatan kadar hormon tiroid yang menyebabkan tremor (tirotoksikasi).
  • Penderita tukak lambung.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ciprofloxacin.
    Ciprofloxacin dapat meningkatkan kadar theophylline dalam darah secara signifikan, sehingga menyebabkan efek samping serius dan mengancam jiwa.
  • Theophylline, cimetidine, erythromycin, esomeprazole .
    Menggunakan obat-obatan ini bersama-sama dapat meningkatkan beberapa efek samping theophylline, misalnya mual, muntah, kesulitan tidur (insomnia), tremor, gelisah, detak jantung tidak normal, dan kejang.
  • Prednisone.
    Menggunakan theophylline bersama prednisone dapat menyebabkan kadar kalium darah rendah (hipokalemia) dan meningkatkan kadar theophylline.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri atau kelemahan otot, kram otot, atau detak jantung yang tidak normal. Hal ini bisa menjadi tanda kadar kalium rendah.
  • Pusing yang sangat parah atau pingsan.
  • Nyeri dada, terutama jika detak jantung terasa cepat atau tidak normal.
  • Sakit kepala yang sangat parah.

Dexa Medica. https://www.dexa-medica.com/brandedcontoh/Teosal-Tablet
Diaskes pada 30 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/theophylline.html
Diaskes pada 30 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3591-3076/theophylline-oral/theophylline-sustained-release-oral/details
Diaskes pada 30 Desember 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/theophylline-oral-tablet#side-effects
Diaskes pada 30 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/salbutamol-inhaler/
Diaskes pada 30 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/salbutamol-inhaler-airomir-asmasal-asmavent-salamol-salbulin-ventolin#nav-4
Diaskes pada 30 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email