Tensira Tablet

29 Jan 2021| Ajeng Prahasta
Tensira tablet adalah obat untuk mengatasi hipertensi dan mencegah kerusakan ginjal akibat diabetes.

Deskripsi obat

Tensira tablet adalah obat untuk hipertensi, mencegah stroke, serangan jantung, dan melindungi kerusakan ginjal akibat diabetes. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Tensira tablet mengandung zat aktif irbesartan.

Tensira Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaIrbesartan.
Kelas terapiAntihipertensi.
Klasifikasi obatAngiotensin Receptor Blockers (ARBs).
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (150 mg; 300 mg)
ProdusenLandson Pertiwi Agung

Informasi zat aktif

Irbesartan adalah antagonis reseptor angiotensin II. Obat ini bekerja dengan memblokir efek vasokonstriksi dan aldosteron yang mensekresi angiotensin II dengan mengikat reseptor AT1.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, irbersartan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi di saluran cerna. Absorbsi dapat sedikit tertunda bila terdapat makanan.
  • Distribusi: Volume distribusi: 53-93 L. Pengikatan protein plasma: Sekitar 96%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui isoenzim CYP2C9 menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui empedu dan urin (sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah); urin (sekitar 20%, <2% sebagai obat tidak berubah). Waktu paruh eliminasi: kira-kira 11-15 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan tekanan darah tinggi sehingga mencegah terjadinya stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Membantu menjaga fungsi ginjal dari kerusakan akibat penyakit kencing manis (diabetes melitus).

Irbesartan termasuk dalam kelas obat yang disebut angiotensin receptor blockers (ARBs). Ini bekerja dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah bisa mengalir lebih mudah.

Komposisi obat

  • Tensira tablet 150 mg: irbesartan 150 mg.
  • Tensira tablet 300 mg: irbesartan 300 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Hipertensi: 150 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

 

Nefropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2: 150 mg sebanyak 1 kali/hari.

  • Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Pusing.
    Jika obat ini membuat Anda merasa pusing ketika berdiri atau beranjak, cobalah untuk berdiri dengan sangat pelan atau tetap duduk hingga merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa pusing, kram otot atau nyeri otot, atau jika Anda hanya merasa sedikit gemetar.
  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Minta apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama penggunaan irbesartan. Jika sakit kepala bertahan lebih dari satu minggu atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual.
    Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan. Jangan makan terlalu banyak atau hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah air yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urin yang kurang dari biasanya atau mengeluarkan urin yang berwarna gelap dan berbau kuat. Jika Anda mengalami diare parah atau muntah karena sakit perut, segera hubungi dokter Anda.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
    Jika Anda mengalami nyeri, kelemahan atau kelelahan otot yang tidak biasa akibat olahraga atau aktivitas berat, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Kelelahan.
  • Nyeri pada otot, ligamenm saraf, tendon dan sendi (muskuloskeletal).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Meningkatkan kadar serum kreatinin
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Sensasi rasa panas dan seperti terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Kondisi dimana penderita mengalami pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring, hal tersebut disebabkan karena penurunan tekanan darah (hipotensi ortostatik).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung tidak bisa bekerja secara normal (gagal jantung kongestif).
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada satu atau lebih arteri yang membawa darah menuju ginjal (stenosis arteri ginjal unilateral atau bilateral).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium yang tinggi dalam darah (hiperkalemia).
  • Pasien yang mengalami penurunan volume intravaskular, penyempitan pada katup aorta atau mitral pada jantung (stenosis aorta atau mitral), atau kondisi yang terjadi ketika salah satu bagian dari jantung menebal dan terjadi penyumbatan tanpa sebab yang jelas kardiomiopati hipertrofik obstruktif.
  • Pasien gangguan hormonal yang menyebabkan tekanan darah tinggi (aldosteronism primer).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi obat aliskiren.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dengan klirens kreatinin 60 ml/menit ke bawah.
  • Wanita hamil.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen.
    Penggunaan bersama irbesartan dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal.
  • Amilorid, triamteren, spironolakton, dan suplemen yang mengandung garam kalium.
    Meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami:

  • Kulit kuning atau bagian putih mata Anda menguning, sebab hal ini bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Kulit pucat, merasa lelah, pingsan atau pusing, bintik-bintik ungu, tanda-tanda perdarahan, sakit tenggorokan dan demam, sebab hal ini bisa menjadi tanda kelainan darah atau sumsum tulang.
  • Kelemahan, detak jantung tidak teratur, kesemutan dan kram otot, hal ini bisa menjadi tanda perubahan kadar natrium dan kalium dalam darah Anda

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/irbesartan
Diakses pada 23 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/irbesartan/
Diakses pada 23 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4720/irbesartan-oral/details
Diakses pada 23 Juli 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/avapro-irbesartan-342319
Diakses pada 23 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/irbesartan.html
Diakses pada 23Juli 2020

Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/irbesartan
Diakses pada 23 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email