Taxime sirup 5 ml obat untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu.
Taxime sirup 5 ml obat untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu.
Taxime sirup 5 ml obat untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu.
Taxime sirup 5 ml obat untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 75.300/botol (30 ml) per Oktober 2019
Kemasan 1 botol @ 30 ml
Produsen Dankos Farma

Taxime adalah obat untuk pengobatan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia Coli, Proteus Mirabilis, dan bakteri Salmonella Enterica. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Taxime mengandung zat aktif cefixime.

Untuk pengobatan infeksi-infeksi berikut ini:

  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi.
  • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media).
  • Infeksi saluran udara di dalam paru-paru membengkak dan terisi dengan lendir (bronkitis akut)
  • Peradangan pada saluran bronkial, yaitu saluran pernapasan yang membawa udara ke paru-paru (bronkitis kronis).
  • Penyakit demam tifoid.
  • Kencing nanah tanpa komplikasi.

Tiap 5 ml: Cefixime 100 mg

  • Dosis Umum pada Anak: 1,5-3 mg/kg sebanyak 2 kali/hari.
  • Infeksi berat: 6 mg/kg sebanyak 2 kali/hari
  • Demam tifoid: 10-15 mg/kg/hari selama 2 minggu.

Larutkan sirup kering dengan menambahkan 20 ml air minum dan kocok dengan baik sampai seluruh serbuk terlarut dengan sempurna.

  • Gejala syok kadang-kadang dapat terjadi.
  • Hipersensitivitas.
  • Gangguan ginjal serius.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Saluran napas.
  • Perubahan flora normal.
  • Deifisiensi vitamin.
  • Sakit kepala.
  • Pasien dengan riwayat syok.
  • Pasien hipersensitif dengan komponen yang terkandung dalam obat ini.
  • Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap penicilin.
  • Pasien dengan riwayat alergi pribadi atau keluarga.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal serius.
  • Pasien dengan nutrisi oral yang sedikit.
  • Pasien yang menerima nutrisi parenteral.
  • Pasien usia lanjut.
  • Pasien dengan kondisi cacat.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Artikel Terkait