Tamsulosin

Tamsulosin dapat mengatasi kesulitan buang air kecil dengan merelaksasi otot kandung kemih

Pembesaran prostat menyebabkan kesulitan buang air kecil.

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Harnal D, Harnal OCAS

Deskripsi obat

Tamsulosin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati gejala yang timbul akibat pembesaran prostat, seperti kesulitan memulai aliran urine. Obat ini bekerja dengan merilekskan otot pada prostat dan kandung kemih.

Tamsulosin (Tamsulosin)
Golongan

Penghambat alfa

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Benign Prostatic Hyperplasia (Pembesaran Prostat Jinak)

  • Dewasa: Diberikan per oral dengan dosis 400 mcg sekali sehari setelah sarapan atau makan pertama hari itu.

Efek samping obat

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian tamsulosin. Pusing, kepala terasa ringan, dan hidung tersumbat adalah efek samping yang umumnya terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami gejala berikut:

  • Pingsan
  • Pembengkakan wajah/lidah/mulut
  • Sulit bernapas

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan ginjal berat
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

Tidak diindikasikan untuk penggunaan pada wanita.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini dapat menimbulkan interaksi.

  • Konsumsi tamsulosin bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 kuat (seperti ketoconazole) dan cimetidine dapat meningkatkan kadar tamsulosin dalam darah
  • Efek aditif dengan agen penghambat α-adrenergik lainnya
  • Penurunan konsentrasi plasma dengan furosemid

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/tamsulosin-oral-route/description/drg-20068275
diakses pada 7 Desember 2018.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/tamsulosin/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 7 Desember 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1592/tamsulosin-oral/details
diakses pada 7 Desember 2018.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email