T4bmax Tablet

05 Jan 2021| Ajeng Prahasta
T4bmax tablet adalah suplemen untuk membantu memelihara kebugaran tubuh

Deskripsi obat

T4bmax tablet adalah suplemen untuk membantu memelihara kebugaran, serta meningkatkan energi dan stamina tubuh. Suplemen ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli bebas. T4bmax tablet mengandung vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B12, taurine, dan caffeine.
Tiap kandungan dalam suplemen ini memiliki manfaat untuk tubuh, misalnya vitamin B1 dapat mengubah gula menjadi energi dan vitamin B2 dapat membantu produksi energi, serta menjaga kesehatan mata dan kulit. Lalu, vitamin B3 dapat mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi. Vitamin B5 dapat memproduksi sel darah merah, serta memiliki peran dalam proses pembentukan energi dan proses metabolisme.
Vitamin B6 dapat membantu perkembangan otak dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sementara, vitamin B12 dalam suplemen ini berfungsi untuk menjaga kesehatan fungsi otak dan saraf.

T4bmax Tablet
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
Kandungan utamaVitamin B1 (tiamin hidroklorida), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B6 (piridoksin hidroklorida), vitamin B5, vitamin B3, vitamin B12, caffeine, dan taurine.
Kelas terapiSuplemen dan vitamin.
Klasifikasi obatVitamin B kompleks.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet
ProdusenNovell Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Vitamin B1 atau tiamin adalah vitamin yang mampu mengolah karbohidrat menjadi energi. Vitamin ini berperan penting dalam proses metabolisme glukosa, serta menjaga fungsi saraf, otot, dan jantung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urine sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Riboflavin atau vitamin B2 diperlukan untuk perkembangan kulit, lapisan saluran pencernaan, sel darah, fungsi otak, dan lain-lain.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B2 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan bagian atas.
  • Distribusi: Tersebar luas, termasuk sel darah merah atau eritrosit dan hati. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 9% diekskresikan dalam urine sebagai obat tidak berubah.

Vitamin B5 berperan penting dalam pertumbuhan dan berbagai fungsi metabolisme, seperti metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak. Vitamin ini juga terlibat dalam sintesis kolesterol, lemak atau lipid, hormon steroid, dan sel darah merah atau hemoglobin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B5 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran cerna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan tubuh dan ASI.
  • Ekskresi: Sekitar 70% (diekskresikan tidak berubah dalam urine) dan 30% (feses).

Vitamin B6 diperlukan untuk menjaga kesehatan saraf, kulit, dan sel darah merah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urine.

Vitamin B3 digunakan secara efektif untuk mengobati pellagra, yaitu penyakit akibat rendahnya kadar niasin atau vitamin B3 dalam tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B3 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran GI. Kadar kolesterol dan trigliserida menurun setelah beberapa hari.
  • Distribusi: Koenzim didistribusikan secara luas di jaringan tubuh, vitamin B3 muncul dalam ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme oleh hati menjadi metabolit aktif.
  • Ekskresi: Diekskresikan dalam urine.

vitamin B12 (sianokobalamin) merupakan vitamin neurotropik yang berfungsi untuk menjaga, memelihara, dan menormalkan fungsi saraf. Caranya adalah dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dan memberikan asupan yang dibutuhkan agar saraf mampu bekerja dengan baik.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Di dalam darah didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan melalui urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu meningkatkan stamina dan energi.
  • Membantu meningkatkan konsentrasi hingga 12 jam.
  • Meningkatkan kebugaran tubuh.
  • Mencegah rasa mengantuk.

Vitamin B berperan dalam berbagai fungsi tubuh, seperti membantu meningkatkan energi, kolesterol, dan hormon. Vitamin ini juga dapat membantu memelihara fungsi otak, mata, saraf, saluran pencernaan, jantung, metabolisme sel, dan membantu pembentukan sel darah merah. Selain itu, vitamin B juga dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
Taurin merupakan jenis asam amino yang memiliki fungsi penting untuk jantung dan otak. Zat ini mampu mendukung pertumbuhan saraf, serta membantu penderita gagal jantung dengan menurunkan tekanan darah dan menenangkan sistem saraf. Itu sebabnya, zat ini dapat mencegah gagal jantung menjadi lebih buruk.
Kafein bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat (SSP), jantung, otot, dan pusat yang mengontrol tekanan darah. Kafein juga dapat membantu Anda agar tetap waspada ketika merasa mengantuk atau lelah.

Komposisi obat

  • Vitamin B1 (thiamine hydrochloride) 25 mg.
  • Riboflavine sodium phosphate 15,89 mg yang setara dengan vitamin B2 atau riboflavin 12,5 mg.
  • Vitamin B3 (nicotinamide) 62,5 mg.
  • Vitamin B5 (kalsium pantotenat) 27,173 mg setara dengan asam pantotenat 12,5 mg.
  • Vitamin B6 (pyridoxine hydrochloride) 25 mg.
  • Vitamin B12 (cyanocobalamin) 50 µg.
  • Taurine 500 mg.
  • Caffeine 25 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2 tablet sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Cobalah untuk istirahat dan rileks. Makan dan minum perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi sakit perut. Anda juga bisa meletakkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut. Jika sakit perut bertambah parah, segera konsultasikan ke dokter.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan pedas.
  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Konsultasi dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare, tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh agar tidak pingsan. Lalu, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Konsultasikan pada dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau memburuk.
  • Penggunaan vitamin B2 dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan perubahan warna urine menjadi kuning cerah.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Biduran (urtikaria).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal.
  • Pasien dengan gangguan kecemasan.
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien penderita diare.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien yang mengalami perdarahan.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita anemia.
  • Pasien tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Pasien dengan pengeroposan pada tulang (osteoporosis).

Kategori kehamilan

Vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, dan vitamin B12.
Kategori A: Hasil penelitian menunjukkan obat cukup aman dan tidak mengganggu perkembangan janin di trimester pertama, maupun trimester selanjutnya.

Bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan T4bmax tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Vitamin C.
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan T4bmax table pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen suplemen ini.
  • Waita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ephedrine.
    Mengonsumsi kafein bersama ephedrine dapat menyebabkan terlalu banyak rangsangan, masalah jantung, dan efek samping serius lainnya.
  • Chloramphenicol.
    Mengonsumsi chloramphenicol dalam jangka panjang dapat menurunkan efek vitamin B12 pada pembentukan sel darah baru.
  • Lithium.
    Mengonsumsi taurin dapat menurunkan kemampuan tubuh menghilangkan lithium. Hal ini dapat menyebabkan efek samping, seperti pandangan kabur.
  • Obat yang menekan sistem saraf pusat (antikolinergik).
    Mengonsumsi obat antikolinergik bersama riboflavin (vitamin B2) dapat meningkatkan jumlah riboflavin yang diserap tubuh. Kelebihan riboflavin dalam tubuh dapat menimbulkan efek samping, seperti diare.
  • Phenobarbital.
    Riboflavin atau vitamin B2 diuraikan oleh tubuh. Fenobarbital dapat meningkatkan kecepatan pemecahan riboflavin di dalam tubuh, sehingga menurunkan efektivitas vitamin B2. 
  • Obat untuk depresi.
    Obat tersebut dapat menurunkan jumlah riboflavin dalam tubuh, sehingga menurunkan efektivitasnya.
  • Probenecid.
    Probenecid dapat meningkatkan jumlah riboflavin di dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti diare.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami salah satu efek samping berikut:

  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Sesak napas.

Sesuai kemasan per Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-926/vitamin-b12
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1010/cyanocobalamin-vitamin-b-12-oral/details
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1024/taurine
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-979/caffeine
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-408/caffeine-oral/details
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3387/vitamins-b-complex-oral/details
Diakses pada 2 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/caffeine.html
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-965/thiamine-vitamin-b1
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1426/vitamin-b-1-oral/details
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6044/riboflavin-vitamin-b2-oral/details
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin
Diakses pada 2 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-924/niacin-and-niacinamide-vitamin-b3
Diakses pada 2 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email