Synarcus 0,025% Krim 5 g

27 Okt 2020| Dina Rahmawati
Synarcus krim 5 g untuk pengobatan berbagai macam peradangan pada kulit.

Deskripsi obat

Synarcus adalah obat oles golongan steroid untuk mengatasi peradangan dan gatal pada kulit. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Synarcus mengandung zat aktif fluocinolone acetonide.

Synarcus 0,025% Krim 5 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaFluosinolon asetonid.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosteroid topikal.
Kemasan1 tube @ 5 g
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Fluosinolon merupakan obat golongan kortikosteroid yang bekerja dengan mengurangi produksi bahan kimia tertentu oleh tubuh. Zat kimia ini, yang disebut prostaglandin dan leukotrien, menyebabkan bengkak dan gatal di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, fluosinolon diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi sebanyak 1%.
  • Distribusi: Terdistribusi ke seluruh kulit secara lokal.
  • Ekskresi: DIekskresi melalui urin dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

Untuk pengobatan:

  • Peradangan lokal pada kulit
  • Gatal yang disertai ruam (pruritus)
  • Kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah (dermatosis atopik)
  • Alergi
  • Peradangan di hampir seluruh organ tubuh seperti pada kondisi autoimun (lupus eritermatosus)
  • Peradangan yang terjadi pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (lichen planus)
  • Peradangan pada area lipatan tubuh (intertrigo)
  • Peradangan pada daun telinga (otitis eksterna)

Komposisi obat

Fluocinolone acetonide 0,025 %

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Oleskan 2-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dioleskan tipis pada bagian yang sakit.

Efek samping obat

  • Hipersensitivitas terutama di bagian kulit yang tertutup rapat dapat timbul iritasi, rasa terbakar, gatal, dan kekeringan pada kulit.
  • Peradangan pada tempat rambut tumbuh (folikulitis).
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal (hipertrikosis).
  • Erupsi yang menyerupai jerawat.
  • Warna kulit tidak normal (hipopigmentasi).
  • Dermatitis perioral.
  • Kulit rusak (maserasi kulit).
  • Kulit menjadi tipis dan keriput (atrofi kulit).
  • Stretch mark.
  • Biang keringat (miliaria).

Perhatian Khusus

  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan synarcus krim pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang terkena infeksi kulit yang disebabkan oleh tuberkulose, jamur dan virus (cacar air, herpes simplex).
  • Penderita hipersensitif terhadap komponen obat.
  • Pasien yang terkena infeksi primer yang disebabkan oleh bakteri.
  • Pasien dengan kondisi wajah menjadi kemerahan dan timbul bintil yang berisi nanah dan pembuluh darah menjadi jelas di wajah (rosacea).
  • Jerawat.
  • Pasien perioral dermatitis.
  • Pasien yang terkena ruam dan gatal pada daerah anogenital (anogenital pruritus).
  • Pasien dermatitis popok

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Garis halus pada kulit (stretch marks).
  • Penipisan atau perubahan warna kulit.
  • Jerawat.
  • Pertumbuhan rambut yang ekstrim atau tidak diinginkan.
  • Peradangan pada folikel rambut karena infeksi (folikulitis).

Jika mengalami satu atau beberaapa gejala mengganggu, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email